Renungan Singkat: Arti dan Fungsi Anggota Tubuh

Standard

“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:20).

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan wajah kita, hal itu dikarenakan kita tidak boleh selalu melihat ke arah belakang, tetapi pandanglah ke arah depan, pandanglah masa depan. Sejarah masa lalu memang indah untuk dikenang, tetapi merupakan tempat yang sangat mengerikan untuk kita tinggal di sana. Jadikan masa lalu sebagai pembelajaran yang baik bagi hidup kita, agar tidak terulang lagi hal-hal yang kurang baik, yang pernah terjadi di dalam hidup ini.

Kita dilahirkan dengan dua buah telinga: Di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengar semuanya dari dua sisi (tidak hanya secara sepihak saja), supaya kita bisa mengumpulkan pujian dan kritik (menjadikan hidup kita lebih seimbang. Tidak tinggi hati karena pujian berlebihan, tidak minder karena menerima kritikan terus-menerus), dan mampu untuk menyeleksi antara hal mana yang benar dan mana yang salah.

Kita dilahirkan dengan otak yang terletak di dalam tengkorak kepala kita, sehingga tidak peduli (maaf) semiskin apapun kita, kita tetaplah kaya. Mengapa? Karena tidak akan ada satu orang pun yang dapat mencuri otak kita, mencuri ide-ide dan hasil olah pikiran kita. Dan apa yang kita pikirkan di dalam otak ini jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan. Apa yang kita pikirkan mengenai diri kita akan membentuk menjadi apa diri kita.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga tapi kita cuma diberi satu buah mulut. Itu artinya kita harus lebih banyak mendengar dan melihat, dua kali lebih banyak daripada sekadar berbicara. Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan, karena ucapan yang menyakitkan sangat sulit ditarik kembali, sehingga ingatlah untuk berbicara yang perlu, tetapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya. Sebuah perkataan dapat membangun dan membangkitkan hidup seseorang menjadi jauh lebih baik, tetapi sebuah perkataan dapat juga menghancurkan hidup dan masa depan seseorang.

Kita dilahirkan hanya dengan satu hati, yang terletak jauh di dalam tulang iga kita. Hal ini mengingatkan kita kepada penghargaan dan pemberian cinta yang diharapkan agar berasal dari hati kita yang paling dalam, belajar untuk mencintai, dan menikmati betapa kita dicintai tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah, sama seperti cinta Tuhan Yesus kepada kita tanpa menuntut apapun dari kita, justru Dia yang telah berkorban banyak buat kita..

–Disadur dari berbagai sumber

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s