Hati yang Gembira

Standard

“Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” (Amsal 15:13).

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22).

Apa yang menjadi salah satu tanda dari orang yang memiliki “Hati yang gembira”? Salah satunya yang terlihat jelas adalah dengan tersenyum. Ada teman saya yang menulis status di bbm-nya dengan status seperti ini, “Smile is the shortest distance between two people.” Atau dalam bahasa Indonesianya, “Senyuman adalah jarak terpendek diantara dua orang.” Dengan tersenyum, kita dapat mencairkan dan menciptakan suasana yang bersahabat bagi teman-teman di sekitar kita.

Saya akan share beberapa hal yang saya dapatkan perihal “Hati yang gembira,” yang di mana mendukung bahwa apa yang dikatakan Tuhan melalui kedua ayat firman Tuhan di atas benar adanya. Seberat apapun masalah Anda, hidup harus disikapi dan dijawab dengan sebuah senyuman. Bukan sebuah senyuman yang mengandalkan hikmat, kekuatan dan pengalaman kita sendiri. Tetapi sebuah senyuman yang percaya dan memiliki hati yang teguh bahwa Allah selalu beserta dan tidak pernah meninggalkan kita.

Bukan karena hidup yang kita alami bahagia, lalu hal itu membuat kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka hidup yang kita jalani ini menjadi lebih berbahagia. Hidup bahagia tidak selalu berbicara tentang hidup yang berkecukupan secara materi. Seringkali, walau ngga semua, “kecukupan berlimpah” tidak selalu menjadi jaminan memiliki hidup berbahagia. Tidak salah Anda memilikinya, tetapi kebahagiaan ditentukan oleh orang-orang yang mau memutuskan untuk memilikinya. Milikilah sudut pandang yang benar dalam melihat sebuah masalah, jadikan apa yang Anda miliki untuk membuat Anda dan orang-orang di sekitar berbahagia, dan muliakan nama Tuhan dengan hal tersebut.

Bukan karena semua orang bersahabat pada kita maka kita tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka semua orang menjadi bersahabat. Dengan Anda memiliki kebiasaan tersenyum, maka itu membuat suasana di sekitar Anda menjadi hangat dan bersahabat. Apakah Anda ingin memiliki banyak sahabat? Murah hatilah dalam senyum. Tentunya senyum yang bersahabat dan bukan senyum yang licik apalagi culas.

Saya pernah mendapat sebuah email dari teman. Dia menganjurkan agar setiap kali bangun tidur pagi, saya diharuskan menarik dua ujung bibir saya ke atas sampai bibir membentuk sebuah senyuman. Berat dan ngga enak rasanya, untuk pertama kali. Tetapi hal itu akhirnya menjadi kebiasaan. Saya juga pernah membaca rahasia awet umur panjang dan terlihat awet muda. Rahasianya selain memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan (dan menjaga pola makan hidup sehat), juga memiliki hati yang gembira (sukacita), jangan suka menyimpan dendam benci dan kepahitan pada orang lain.

Bukan karena pekerjaan menyenangkan maka kita dapat tersenyum, tetapi karena kita tersenyum maka pekerjaan jadi menyenangkan. Kita sama-sama setuju bahwa apapun pekerjaan yang kita lakukan, baik di level terendah sampai level teratas, sama-sama memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Dan tingkat kesulitan tersebut tidak akan pernah melebihi kekuatan yang kita punya, karena kita percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak memberi ujian yang melebihi kekuatan kita.

Setiap pekerjaan selalu ada tingkat kesulitan, pekerjaan apapun itu. Terkadang kita berpikir, ah, enaknya jadi bos ngga perlu bingung mengatur keuangan dalam kehidupan karena mendapat gaji yang besar. Jadi bos pun juga bingung karena memiliki tuntutan yang jauh lebih besar dari karyawan. Sebuah joke lucu pernah saya baca dari sebuah komik. Kalau karyawan saat di kantor dimarahi habis-habisan, saat malamnya dapat bersenang-senang dengan teman-temannya. Sedang sang bos, tetap saja membawa beban pikiran dari tempat kerjanya ke rumah.

Belajar bersyukur, apapun pekerjaan Anda. Semua pekerjaan memiliki tuntutan yang berbeda-beda dan tidak sama. Mungkin tampak luar terlihat pekerjaan orang lain lebih enak, tetapi ketika Anda yang menggantikan posisinya untuk pekerjaan tersebut, belum tentu Anda bisa dan sebaik orang tersebut. Ketahuilah hal ini: Bila Allah yang memanggil Anda untuk suatu pekerjaan, percayalah bahwa Allah juga mengurapi dan memampukan Anda untuk bekerja dan memberi yang terbaik di pekerjaan tersebut.

Bukan karena keluarga kita harmonis lalu kita dapat tersenyum, tetapi karena kita tersenyum, keluarga kita dapat menjadi harmonis. Keharmonisan dalam keluarga tidak diciptakan dalam waktu semalam. Keharmonisan dalam keluarga tidak diciptakan semudah membalik tangan. Tetapi keharmonisan di dalam keluarga diciptakan ketika setiap komponen di dalam rumah tangga tersebut mau sepakat untuk menciptakan keharmonisan, hari demi hari.

Memang ada ayat yang tertulis di Alkitab, “..Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya..” (Mazmur 127:1). Tapi ingatlah bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26). Kita boleh berdoa serta beriman supaya keluarga kita menjadi harmonis, bahagia dan takut Tuhan. Tetapi jika yang kita lakukan di rumah hanyalah cemberut, mengomel, tidak berusaha menciptakan suasana menjadi hangat dan cair, maka ya tetap saja keadaan di rumah Anda menjadi tidak harmonis.

Benar bahwa Anda harus berdoa kepada Tuhan meminta kasih karunia-Nya, untuk keharmonisan di dalam rumah tangga Anda, tetapi Anda juga harus bertindak melangkah. Ciptakan keharmonisan itu. Lakukan dan beri yang terbaik, yang dapat Anda lakukan. Hormatilah setiap anggota dari rumah tangga Anda. Sebisa mungkin hiduplah di dalam perdamaian dan jangan ada pertengkaran. Berilah senyum terbaik Anda pada sesama anggota keluarga lainnya. Sekalipun hari Anda saat itu lagi merasa kurang baik, senyumlah. Dengan tersenyum, harapan yang baru dapat muncul. Dengan tersenyum, dapat Tuhan urapi untuk membangkitkan semangat yang patah.

Bukan dunia yang menciptakan senyuman, melainkan senyuman yang menciptakan dunia yang lebih baik. Ini saatnya bagi kita sebagai anak-anak Tuhan untuk bangkit dan memberkati kota ini dengan membagikan kasih Kristus. Salah satu tandanya bahwa kita memiliki kasih Kristus adalah kita dapat tersenyum dengan tulus kepada sesama kita. Senyuman Anda selain dapat mewarnai hidup Anda, juga dapat mewarnai hidup orang lain. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, teman-teman kantor dan orang-orang di sekitar kita. Apapun masalah kita, jangan lupa untuk selalu tersenyum. Berdoalah, beriman, optimis, kerja keras, beri yang terbaik, andalkan Tuhan Yesus selalu. Amin..

Surabaya, June 26, 2010 12:30:20 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s