Buah Roh

Standard

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23).

Kalau kita melihat ayat-ayat di atas, kita akan menemukan ada sembilan buah Roh. Nah, pengertian di sini bukanlah berarti ada sembilan buah, tetapi yang benar adalah adanya satu buah Roh (yaitu Satu Allah Roh Kudus) yang memiliki sembilan rasa atau seperti satu buah pizza yang terdiri dari sembilan bagian. Mari kita belajar satu demi satu, pengertian setiap buah Roh menurut bahasa aslinya (yaitu bahasa Yunani) dan wujud aplikasinya.

Buah Roh yang pertama adalah Kasih. Kita akan menemukan di dalam bahasa Yunaninya berasal dari kata Agape (ά γ α π η). Agape memiliki arti mencari dan memperhatikan yang terbaik bagi orang lain, tanpa alasan (dan tidak meminta balasan). Kita akan menemukan wujud aplikasi Agape di dalam kitab I Korintus 13:4-7. Di sana tampak pada kita bahwa Agape itu sebenarnya hanya memiliki satu inti saja yaitu Kasih itu memberi.

Buah Roh yang kedua adalah Sukacita. Kita akan menemukan di dalam bahasa Yunaninya berasal dari kata Chara ( χ α ρ α ). Chara memiliki arti yaitu satu perasaan senang yang berlandaskan karena ada kehadiran Allah di dalam hidupnya. Chara berbeda dengan perasaan ketika kita mendapatkan lotere/hadiah/surprise. Wujud aplikasi Chara terdapat di dalam kitab Kisah Rasul 16:22-25. Di sana kita akan menemukan bahwa rasul Paulus dan Silas berkali-kali didera, tetapi saat tengah malam, mereka menyanyikan puji-pujian bagi Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Chara tidak tergantung situasi dan kondisi. Sekalipun rasul Paulus dan Silas harus menderita kesakitan di badannya karena berkali-kali didera, tapi mereka berdua memiliki Chara di dalam hidupnya. Mereka tetap bisa bersukacita memuji-muji Allah, karena mereka memiliki landasan yang kuat bahwa ada hadirat Allah yang menyertai kehidupan mereka.

Buah Roh yang ketiga adalah Damai Sejahtera. Kita akan menemukan bahwa Damai Sejatera di dalam bahasa Yunaninya berasal dari kata Eirene ( ε ί ρ η ν η ). Eirene berbicara tentang ketenangan hati yang dilandaskan pada hubungan yang beres antara kita dengan Allah. Wujud aplikasinya adalah adakah dosa-dosa tersembunyi, dosa-dosa “manusia lama” di dalam hidup kita yang masih belum dibereskan di hadapan Tuhan.

Dosa di dalam bahasa Yunaninya berasal dari kata Hamartia ( ά μ α ρ τ ι α ) yang memiliki arti ketidak-tepatan hidup kita dengan Tuhan. Hal ini diumpamakan seperti anak panah yang dilepaskan dari busur yang di mana hanya meleset satu inchi saja. Hamartia juga memiliki arti keluar dari sasaran, tidak tepat sasaran, tidak sesuai dengan kehendak Allah, salah, dan mengakibatkan dosa. Memiliki lawan kata yaitu: Davar (bahasa Ibrani) yang memiliki arti tepat pada sasaran.

Buah Roh yang keempat adalah Kesabaran. Kita menemukan kata Kesabaran dalam bahasa Yunani berasal dari kata Makrothumia ( μ α к ρ ο τ ù μ ι α ) yang memiliki arti ketabahan. Wujud aplikasinya muncul ketika kita mengalami penganiayaan karena nama Kristus. Ketika kita mengalami aniaya, buah Rohnya keluar yaitu Ketabahan. Di terjemahan Alkitab lainnya muncul kata “Passion” dan “Long Suffering”. Diperlukan waktu yang panjang untuk membangkitkan emosi atau kemarahan.

Buah Roh yang kelima adalah Kemurahan. Di dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, kata Kemurahan berasal dari kata Chrestotes ( χ ρ ε σ τ ο τ ε ς ). Memiliki arti goodness, kindness, dan gentleness. Tidak mau menyakiti orang lain atau yang menyebabkan penderitaan. Wujud aplikasinya ketika hati kita disakiti, punyailah kemurahan di dalam hidup kita. Ampunilah orang yang telah menyakiti hati kita. Semuanya membutuhkan proses hidup. Kita menjalani hidup baru yang sesuai dengan Firman. Kita memberikan diri totalitas kepada Tuhan.

Buah Roh yang keenam adalah Kebaikan. Berasal dari bahasa Yunani yang berasal dari kata Agathousune ( α γ α τ ύ ς υ ν ε ). Memiliki arti bergairah terhadap kebenaran, keadilan dan membenci kejahatan. Suatu sikap/sifat yang melawan segala sesuatu yang jahat (melakukan sesuatu yang benar dengan motivasi yang tepat). Wujud aplikasinya yaitu perbuatan baik, menegur saudara atau sahabat kita yang sedang “jatuh” (walaupun memiliki resiko tinggi kita dibenci dan kehilangan sebagai teman) dan memperbaiki kejahatan dengan apa yang sesuai tertulis di dalam Firman Tuhan.

Buah Roh yang ketujuh adalah Kesetiaan. Berasal dari bahasa Yunani yang berasal dari kata Phistis ( π ι σ τ ι ς ). Memiliki arti faithfullness, tidak melanggar komitmen. Wujud aplikasinya adalah teguh, kokoh terhadap janji dan layak dipercaya.

Buah Roh yang kedelapan adalah Kelemahlembutan. Kata Kelemahlembutan ini berasal dari bahasa Yunani yang berasal dari kata Phraotes ( π ρ α ο τ ε ς ). Disebut juga dengan “Phraus” yang memiliki makna satwa yang telah dilatih dan dijinakkan sehingga mereka mampu melakukan perintah. Jadi, orang yang lemah lembut adalah orang yang mau tunduk kepada otoritas Tuhan dan mau menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam rencana Tuhan dalam segala aspek kehidupan, apakah itu dalam pikiran, perbuatan, perasaan dan perkataan dan menyerahkan sepenuhnya dalam tuntunan Roh Kudus.

Berbicara juga tentang bisa marah saat diperlukan tapi juga bisa rendah hati saat dibutuhkan. Satu sisi memiliki sisi kekuatan, tetapi di sisi lain juga memiliki sisi kesabaran. Wujud aplikasinya ada pada Tuhan Yesus. Di satu sisi, Dia dapat marah besar saat Bait Allah dijadikan tempat berdagang dan sarang penyamun, tetapi di sisi lain, Dia memiliki sifat yang rendah hati dan lemah lembut saat membasuh kaki para murid-Nya. Dia juga mengampuni mereka yang menganiaya saat proses penyaliban diri-Nya.

Buah Roh yang kesembilan adalah Penguasaan Diri. Kata Penguasaan Diri berasal dari kata bahasa Yunani yang berasal dari kata Egkrateia ( ε γ к ρ α τ ε ι α ). Berasal dari kata En Kratos. En berarti di dalam dan Kratos berarti kekuatan atau kuasa. Jadi penguasaan diri adalah kekuatan yang dimiliki di dalam diri seseorang. Juga memiliki arti menguasai keinginan dan hawa nafsu kita.

Wujud aplikasinya adalah kita harus memiliki dan menguasai nafsu/keinginan yang baik misal dalam pekerjaan. Kita harus memiliki keinginan untuk selalu bekerja dan memberi yang terbaik dan yang memuliakan nama Allah. Dalam studi kita juga harus memiliki keinginan yang baik untuk terus belajar dan memberi nilai yang terbaik yang juga memuliakan nama Tuhan. Dan dalam bidang lainnya Egkrateia ini memiliki wujud aplikasi di dalam kekudusan dan janji pernikahan.

[Pernah dimuat dalam Buletin Phos Februari 2012]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s