Seekor Singa di Tengah Kawanan Domba, Bagian Kedua (Selesai)

Standard

20110929-050039.jpg

Ia Merasakan Emosi Kuat yang Tidak Pernah Ia Rasakan Sebelumnya

Saat ketakutan mencekam singa muda itu, ia memutuskan untuk mencoba menuruti binatang buas tersebut dan mengeluarkan suara yang sama. Namun, satu-satunya suara yang keluar dari mulutnya yang menganga adalah suara seekor domba. Binatang buas tersebut menanggapi dengan auman yang bahkan lebih keras seolah-olah mengatakan, “Cobalah lagi.” Sesudah tujuh atau delapan kali berusaha, singa muda itu tiba-tiba mendengar dirinya sendiri mengeluarkan suara yang sama dengan binatang buas di depannya. Ia juga merasakan emosi yang kuat dalam dirinya dan perasaan-perasaan yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Rasanya seolah-olah ia sedang mengalami perubahan total dalam pikiran, tubuh, dan roh.

Tiba-tiba, di sana di dalam air berdirilah dua ekor binatang buas yang mengaum satu sama lain. Kemudian, gembala itu melihat sesuatu yang tidak akan pernah ia lupakan. Sementara suara-suara binatang buas itu memenuhi hutan sampai bermil-mil jauhnya, binatang buas yang besar itu melompat, berbalik meninggalkan singa muda itu, dan mulai melangkah menuju hutan. Lalu, ia berhenti dan menoleh ke arah singa muda itu sekali lagi dan menggeram, seolah-olah mengatakan, “Kamu mau ikut?” Singa muda itu tahu apa arti isyarat itu dan tiba-tiba sadar bahwa saatnya untuk mengambil keputusan sudah tiba–saat ia harus memilih apakah terus menjalani hidup sebagai seekor domba atau menjadi dirinya yang baru saja ia temukan.

Ia tahu bahwa, untuk menjadi dirinya yang sejati, ia harus melepaskan kehidupan yang aman, nyaman, dapat diramalkan, dan sederhana di tanah pertanian dan memasuki kehidupan yang menakutkan, liar, buas, tidak terduga, dan berbahaya di hutan. Itulah hari untuk menjadi dirinya sendiri dan meninggalkan gambaran palsu suatu kehidupan yang lain. Itu adalah undangan untuk seekor “domba” menjadi raja hutan. Yang paling penting, itu adalah undangan bagi tubuh seekor singa untuk memiliki roh seekor singa.

Sesudah memandang bolak-balik ke tanah pertanian dan ke hutan sampai beberapa kali, singa muda itu berbalik meninggalkan tanah pertanian dan domba-domba yang selama bertahun-tahun hidup bersamanya, dan ia mengikuti binatang buas tersebut ke dalam hutan untuk menjadi dirinya selama ini–seekor raja singa.

Keputusan yang Mempengaruhi Masa Depan

Sama seperti raungan sejati singa muda tersebut menyingkapkan kekuatan bawaan dalam dirinya, Anda pun dapat melepaskan kekuatan kepemimpinan bawaan yang ada dalam diri Anda saat Anda mulai mengerti diri Anda yang sebenarnya.

Sama seperti singa muda itu..

– Menyaksikan binatang buas tersebut berjalan menjauh dan mengetahui bahwa ia harus mengambil keputusan tentang masa depannya, Anda pun mempunyai pilihan yang harus Anda ambil untuk masa depan Anda.
– Memandang ke belakang ke arah pertanian tempat domba-domba itu berada dan kemudian memandang ke depan ke arah hutan yang sedang dituju singa tesebut, Anda pun harus mengevaluasi masa lalu dan potensi Anda serta melangkah ke arah yang satu atau yang lain.
– Tahu bahwa, untuk menjadi dirinya yang sebenarnya, ia harus melepaskan kehidupan yang aman, nyaman, dapat diramalkan, dan sederhana di tanah pertanian dan memasuki kehidupan yang menakutkan, liar, buas, tidak terduga, dan berbahaya di hutan, Anda pun harus meninggalkan batas-batas yang aman sebagai pengikut jika Anda mau menjadi seorang pemimpin.

Kekuatan Sikap

Tidak ada yang sama berkuasanya dengan sikap. Sikap mendiktekan tanggapan Anda terhadap masa sekarang dan menentukan kualitas masa depan Anda. Anda adalah sikap Anda, dan sikap Anda adalah Anda. Jika Anda tidak mengendalikan sikap Anda, sikap Anda akan mengendalikan Anda.

Sikap menciptakan dunia Anda dan merancang takdir Anda. Sikap menentukan keberhasilan atau kegagalan Anda dalam usaha apa pun dalam kehidupan. Lebih banyak kesempatan hilang, tertahan, dan lenyap karena sikap dibanding karena penyebab lain mana pun. Sikap adalah pembeda yang lebih berkuasa dalam kehidupan dibanding kecantikan, kekuasaan, gelar atau status sosial. Sikap lebih penting daripada kekayaan–dan sikap dapat membuat seseorang tetap miskin.

Sikap adalah hamba yang dapat membuka pintu-pintu kehidupan atau menutup gerbang-gerbang kemungkinan. Sikap dapat membuat kecantikan menjadi jelek dan keburukan menjadi menarik. Faktor pembeda antara seorang pemenang dan seorang pecundang adalah sikap. Perbedaan antara seorang pemimpin dan seorang pengikut adalah sikap.

Selesai.

Ditulis dari buku “The Spirit of Leadership”
Oleh Dr. Myles Munroe
Halaman 29-32

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s