Suara Ayam atau Bebek?

Standard

20111002-032012.jpg

Ada sepasang pengantin yang baru beberapa bulan menikah, berjalan bergandengan tangan di tengah sebuah hutan. Mereka memutuskan untuk berjalan sedikit menjauh dari teman-temannya, yang di mana mereka sama-sama sedang ber-kamping menikmati liburan di akhir minggu. Seusai makan malam, mereka berdua sedang menikmati kebersamaan di tengah pancaran cahaya rembulan yang menakjubkan. Tiba-tiba mereka mendengar suara, “Kwek! Kwek!” pada malam itu.

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti adalah suara ayam yang berbunyi kepada kita.” “Bukan, sayangku. Itu adalah suara dari bebek,” kata si suami. “Tidak, aku yakin sekali itu pasti suara ayam,” balas si istri yang tidak mau kalah. “Astaga! Mustahil istriku! Suara ayam itu berbunyi: ‘Kukuruyuk!’ sedangkan suara bebek itu berbunyi: ‘Kwek! Kwek!’ Itu adalah suara dari bebek, sayang..”

“Kwek! Kwek!” Terdengar lagi suara tersebut.

“Nah! Itu pasti suara dari bebek,” kata si suami. “Bukan, sayang.. Itu adalah suara ayam! Aku yakin betul kalau itu adalah suara ayam!” tandas si istri. “Dengar ya! Itu a.. da.. lah.. su.. a.. ra.. be.. bek, B-E-B-E-K, Bebek! Tahu?!” “Tapi itu adalah suara dari ayam!” kata si istri. “Itu jelas-jelas suara bue.. bek! Kamu ini bagaimana sih! Masa tidak dapat membedakan suara ayam dan suara bebek?!”

Terdengar lagi suara, “Kwek! Kwek!”

Sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tidak dikatakannya, si istri terlihat sudah hampir menangis, “Tetapi itu adalah suara ayam, sayangku..” Si suami melihat air mata yang mulai mengambang di pelupuk mata istrinya dan akhirnya si suami menyadari bahwa emosinya sudah berada di luar kendali.

Wajahnya melembut dan berkata dengan mesra, “Maafkan aku, sayang.. Kurasa kamu benar, itu memang suara ayam.” “Terima kasih sayang,” kata si istri sambil menggenggam erat tangan dan memeluk hangat suaminya. “Kwek! Kwek!” Terdengar lagi suara itu di hutan, sambil mengiringi mereka berjalan bersama di dalam cinta.

Si suami akhirnya menyadari, siapa sih yang peduli itu adalah suara ayam atau bebek? Bukankah yang terpenting adalah tetap menjaga keharmonisan di antara hubungan suami dan istri, yang di mana hal itu dapat membuat mereka tetap menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu?

Berapa banyak pernikahan dalam hidup kitamenjadi kurang harmonis hanya gara-gara persoalan sepele, karena perihal “suara ayam/bebek”? Ketika memahami cerita ini, kita akan mengingat kembali apa yang menjadi prioritas di dalam kehidupan pernikahan kita. Prioritas utamanya adalah tetap berusaha untuk menjaga keharmonisan dengan pasangan kita, yang di mana hal itu jauh lebih penting daripada hanya sekadar mencari siapa yang benar maupun siapa yang salah.

Seorang yang bijak akan berusaha “mengecilkan” masalah yang besar, tetapi dia sendiri tidak akan meremehkan masalah yang kecil.

Disadur dari berbagai sumber..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s