Lesson from Adolf Hitler and Mother Teresa

Standard

Banyak sekali pemimpin yang merasa sangat bangga akan jabatan, otoritas, dan kekuasaan yang dimilikinya. Bahkan saya pernah berjumpa dengan beberapa pemimpin yang dengan sengaja menggunakan otoritas untuk mempertontonkan kekuasaannya. Istilah kerennya, mereka melakukan show off atau pamer kekuatan.

Mungkin kita tidak menyadari bahwa kehidupan ini seperti permainan catur. Apakah Anda seorang raja, menteri, pahlawan berkuda, benteng, atau hanya serdadu biasa, pada saatnya nanti semuanya akan kembali ke satu kotak yang sama, yaitu kotak berukuran 2 x 1 meter alias peti mati.

Pemimpin yang bijaksana mengetahui hal ini, itu sebabnya ia tidak bangga akan kekuasaannya. Ia menyadari bahwa semuanya hanya sementara. Pemimpin yang bijaksana sibuk memikirkan warisan apa yang bisa ia berikan sebagai pemimpin jika ia pergi nanti.

Bandingkanlah antara Hitler dan Bunda Teresa. Jika dilihat-lihat, Hitler sebenarnya punya kekuatan dan otoritas yang lebih besar daripada Bunda Teresa. Namun, ketika keduanya meninggal, apakah yang mereka wariskan? Hitler mewariskan ribuan trauma, kesedihan, dan penderitaan. Bahkan ketika Hitler meninggal, dunia menyambutnya dengan sorak-sorai. Sebaliknya, ketika Bunda Teresa meninggal, dunia berkabung selama tiga bulan! Bunda Teresa mewariskan ribuan kasih sayang dan penerimaan. Bahkan, sampai hari ini pun banyak orang yang mewarisi visi dan semangat Bunda Teresa.

Apakah warisan yang akan Anda tinggalkan untuk orang-orang yang Anda pimpin? Ketika Anda meninggalkan mereka, apakah semangat dan jiwa Anda masih tinggal di hati bawahan Anda?

Disadur dari buku Crazy! Leadership
Penulis oleh ‘Josua’ Iwan Wahyudi
Halaman 22-23

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s