Mengapa Tidak Ada Pengganti bagi Orang Tua, Bagian Ketiga (Selesai)

Standard

Dengan pemahaman ini, apa yang seharusnya kita harapkan ketika absennya ayah menjadi suatu norma? Hasilnya, anak-anak nakal adalah segmen yang paling berkembang dari populasi kriminal di Amerika Serikat. Antara tahun 1982 dan 1991, tingkatan di mana anak-anak ditahan karena pembunuhan meningkat 93%, karena penganiayaan karena sakit hati 72%, karena pemerkosaan 24%, dan pencurian mobil 97%. Walaupun tingkat bunuh diri di rumah telah meningkat untuk segala tingkat usia, kasus untuk para remaja meningkat lebih cepat daripada orang dewasa.

Populasi remaja diperkirakan akan meningkat sampai 20% sepuluh tahun mendatang, dan ini adalah generasi yang paling mungkin dibesarkan tanpa para ayah. Prospek ini telah menuntun banyak sosiolog, kriminolog, dan lembaga-lembaga bantuan hukum untuk menyimpulkan bahwa segera setelah abad ke-21 dimulai, kita akan melihat suatu gelombang kejahatan anak remaja yang tidak pernah kita lihat sebelumnya di AS. Jika hal itu belum cukup, kita tahu bahwa setiap hari:

7.700 anak menjadi aktif secara seksual
1.100 anak menjalankan aborsi
2.500 anak dilahirkan di luar ikatan pernikahan
600 anak menderita penyakit sifilis atau genore; dan
6 anak melakukan bunuh diri

Absennya para ayah bukanlah satu-satunya penyebab tragedi ini, tetapi tentunya merupakan penyebab terbesar. Memang, semua bukti yang ada menunjukkan bahwa memperbaiki keberadaan anak-anak–dan pada akhirnya bangsa–bergantung bagaimana mencari cara untuk membawa kembali para ayah ke rumah. Pertanyaannya adalah: Bagaimana caranya?

Solusi Peran Ayah

Pertama, budaya kita perlu mengubah pemikiran tentang ayah yang tak berguna dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran penting yang dimainkan oleh ayah dalam kehidupan anak-anak mereka, bukan sekadar sebagai “pemberi nafkah”, tetapi sebagai pendisiplin, pengajar, dan penuntun moral. Dan para ayah harus secara fisik ada di rumah. Mereka tidak bisa hanya datang pada setiap akhir minggu atau dengan cara mengatur “waktu berkualitas”. Anak-anak perlu tahu bahwa ayah mereka sungguh-sungguh ada untuk mereka.

Kedua, kita perlu menyampaikan pentingnya dan kudusnya pernikahan. Mereka harus diajar bahwa pernikahan harus terjadi lebih dulu dan ini bukanlah perjanjian percobaan yang dapat diabaikan ketika konflik muncul. Di sinilah pengajaran agama dan moral dapat menimbulkan perbedaan besar, karena anak-anak perlu tahu bahwa pernikahan adalah jauh lebih dari suatu kontrak antara dua pihak yang disetujui oleh negara, atau sekadar mengisi formulir pajak penghasilan.

Yang ketiga, kita harus memulihkan hak-hak dan tanggung jawab para orang tua sebagai prioritas nasional. Selama abad yang lalu, pengasuhan anak telah dipandang sebagai masalah publik dan bukan pribadi. Dalam dunia nyata, anak-anak perlu dibesarkan oleh dua orang tua. Dan para orang tua membutuhkan kebebasan untuk memutuskan apa yang terbaik bagi anak-anak mereka.

Apa yang dapat Anda lakukan saat ini di rumah Anda sendiri dan di komunitas Anda? Anda dapat memulai dengan berjanji, “Saya akan menjadi seorang istri dan ibu yang baik,” atau “Saya akan menjadi suami dan ayah yang baik.” Ini adalah janji yang sederhana. Tetapi ini adalah janji yang di atasnya, masyarakat yang baik dan adil bergantung.

Dikutip dengan ijin dari IMPRIMIS, jurnal bulanan Hillsdale College.

Dr. Wade F. Horn adalah Asisten Sekretaris untuk Bidang Anak-anak dan Keluarga, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat. Ia memberikan bimbingan kepemimpinan strategis bagi Administration for Children and Families (ACF), mengawasi anggaran sebesar $ 47 miliar dan 65 program yang melayani anak-anak, kaum muda, dan keluarga-keluarga yang rentan. Sebelum mendapat tugas dari pemerintah, Dr. Horn adalah direktur National Fatherhood Initiative.

Selesai.

Disadur dari artikel “Mengapa Tidak Ada Pengganti bagi Orang Tua”
Ditulis oleh Dr. Wade F. Horn, Ph.D.
Dari buku Kiat Orang-Orang Sukses
Halaman 199-202

2 responses »

  1. Benar2 cerita yg menyentuh.. Orangtua di dunia adalah perwakilan langsung dari Allah, sudah selayaknya memiliki hati dan cinta kasih Allah Bapa..

    By. R

    • Aminn.. Smoga artikel ini dapat menginspirasi setiap kita & para orang tua di mana pun untuk selalu memberi yg terbaik dlm hidup mereka serta menjadi teladan yang baik bagi anak2 mereka serta orang2 di sekitar mereka :)) tengkiuuuuu :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s