Kekudusan, Bagian Ketiga (Selesai)

Standard

Hal itu bukan berarti ibu adalah seorang tukang masak yang baik. Ibu tidaklah demikian. Dia tidak suka memasak. Sekarang saya ingat ketika dia duduk di beranda kursi depannya. Makan malam hampir tiba dan tiba-tiba ayah terlihat sedang berjalan pulang ke rumah. Maka ibu akan berpaling kepada saya dan berkata, “Cepat! Cepat! Cepat, Kathryn! Pasang taplak mejanya dan taruh poci kopi ayah di atas kompor! Ayah sudah pulang!” Selama ayah melihat taplak putih terpasang di meja dan poci kopi di atas kompor, dia tidak mengetahui apapun kecuali bahwa ibu telah bekerja keras sepanjang hari untuk menyiapkan makan malam hari itu.

Sebuah rumah tangga bahagia jauh lebih dalam daripada makan malam yang ada di atas meja. Ibu telah membuat rumah kami menjadi sebuah rumah yang membahagiakan. Ada suasana kasih di sana, dan kami lebih suka berada di rumah, duduk di meja makan untuk makan malam daripada di tempat lain di dunia ini. Ayah lebih suka makan roti panggang ibu yang hangus untuk sarapan paginya, saya lebih suka kue buatan ibu daripada kue bikinan tetangga atau makanan di rumah Tante Belle!

Allah telah memberikan kita sebuah keadaan fisik yang membutuhkan makanan, dan bekerja juga merupakan bagian dari rencana besar-Nya untuk manusia. Allah tidak pernah mengharapkan kita berbahagia tanpa bekerja dan Dia telah merancang manusia sehingga dia akan sangat bahagia ketika dia bekerja. Bekerja bukanlah sesuatu yang memalukan. Bekerja adalah bagian dari rencana Allah untuk kehidupan manusia yang sehat.

Allah menciptakan kita untuk bekerja, Dia telah menciptakan makanan bagi kita, Dia telah menjadikan kita untuk berolahraga, Dia juga telah menjadikan kita untuk bersantai. Dia ingin agar kita menikmati makanan kita. Dia ingin kita untuk menikmati pekerjaan kita. Dia ingin kita untuk menikmati liburan kita. Dia telah mendandani alam semesta–

“Segala sesuatu bersinar dan indah,
Semua ciptaan besar dan kecil.
Segala sesuatu bijak dan indah,
Allah telah menciptakan semuanya itu!”

Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu untuk kesenangan kita demikian juga dengan kemuliaan-Nya. Allah mengharapkan anak-anak-Nya untuk berhati-hati dengan pakaian dan sikap mereka. Tentu saja Dia ingin agar kita menjadi orang Kristen yang menarik. Saya ingat betapa giatnya ibu saya bekerja untuk membuatkan baju yang bagus untuk saya. Dia akan menjahit selama beberapa jam setiap malam, bahkan setelah ayah tidur. Mengapa dia melakukan hal tersebut? Karena dia senang dengan saya. Saya adalah anaknya. Dia ingin saya kelihatan manis. Dia sangat bangga dengan saya.

Dan saya benar-benar yakin kalau Bapa Surgawi kita ingin supaya Anda dan saya berpakaian dan terlihat manis juga bersikap baik sehingga Dia bisa merasa bangga akan kita, cukup bangga untuk berkata, “Itulah anak perempuan saya! Itulah anak lelaki saya!” Dia menginginkan hal itu bagi Anda dan saya juga!

Selesai.

Disadur dari buku “Menang karena Yesus”
Oleh Kathryn Kuhlman
Halaman 68-70

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s