Tuhan Melihat Anda Sebagai Seorang Pemenang

Standard

Ketika malaikat Tuhan muncul dan berkata kepada Gideon betapa Tuhan menghendaki dia menyelamatkan umat Israel dari bangsa Midian, kata pertama yang terucap adalah, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (Hakim-hakim 6:12). Gideon menunjukkan pribadi yang sebenarnya ketika dia menjawab: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku” (ayat 15). Apakah perkataan ini terdengar lazim? Sering kali, kita merasa Tuhan berkata kepada kita bahwa Ia memiliki sesuatu yang besar untuk kita lakukan, namun karena citra diri yang kurang, kita berkata, “Tuhan, aku tidak dapat melakukan itu. Engkau harus mencari seseorang yang lebih cakap. Aku tidak mampu melakukannya.”

Citra diri Anda hampir sama dengan potret diri; citra diri adalah siapa dan apa yang Anda gambarkan tentang diri Anda, yang mungkin atau mungkin bukan merupakan refleksi akurat tentang siapa diri Anda sebenarnya. Bagaimana Anda merasa tentang diri sendiri akan berdampak luar biasa terhadap peranan Anda, karena mungkin Anda akan berkata, bertindak, dan bereaksi seperti pribadi yang Anda pikir adalah Anda sebenarnya. Kenyataannya, Anda tidak akan pernah naik melampaui citra diri yang Anda miliki mengenai diri sendiri di dalam pikiran Anda.

Yang perlu diperhatikan adalah perbedaan antara cara Gideon melihat dirinya sendiri dan cara Tuhan menghargai dia. Meskipun Gideon merasa tidak cakap, penuh ketakutan, dan kurang percaya diri, Tuhan memanggil dia sebagai pahlawan yang gagah berani. Gideon merasa lemah; Tuhan melihat dia sebagai pahlawan yang kuat dan cakap untuk memimpin umat-Nya ke dalam peperangan dan kemenangan.

Tuhan ingin kita memiliki citra diri yang sehat dan positif, untuk melihat diri kita sebagai pemenang. Anda mungkin merasa gagal, tetapi itu tidak mengubah gambaran Tuhan tentang diri Anda. Mungkin Anda merasa tidak memenuhi syarat, lemah, dan penuh ketakutan, tetapi Tuhan melihat Anda sebagai seorang pemenang! Ia menciptakan kita menurut gambar-Nya, dan Ia terus membentuk kita, menyelaraskan kita dengan karakter-Nya, menolong kita menjadi semakin menyerupai pribadi-Nya.

Sebagai akibatnya, kita harus belajar mengasihi diri kita sendiri, dan semua keberadaan kita, bukan karena menganggap diri kita lebih penting, tetapi karena itulah cara Bapa Surgawi mengasihi kita. Anda dapat berjalan dengan percaya diri dan menyadari bahwa Tuhan mengasihi Anda tanpa syarat. Kasih-Nya kepada Anda didasarkan pada siapa diri Anda, bukan karena apa yang Anda lakukan. Ia menciptakan Anda sebagai pribadi yang unik–tidak pernah ada seperti Anda, juga tidak akan pernah ada pribadi yang persis seperti Anda, dan Ia melihat Anda sebagai mahakarya-Nya yang istimewa!

Harga diri yang sejati hanya didasarkan pada apa yang Tuhan katakan tentang saya–bukan pada apa yang saya pikirkan atau rasakan tentang diri saya. Saya adalah pribadi seperti yang Tuhan katakan (sesuai dengan yang tertulis dalam firman-Nya di Alkitab, tambahan dari penulis).

Ditulis dari “Your Best Life Now for Moms”
Oleh Joel Osteen
Halaman 31-34
Dengan editan seperlunya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s