Salah Satu Episode Donal Bebek

Standard

Suatu ketika, pada hari sebelum Donal Bebek merayakan hari ulang tahunnya, dia menyempatkan untuk berpikir ulang tentang dirinya dan akan apa yang sudah dia lakukan selama ini dalam hidupnya. Dia berpikir betapa tidak berguna dirinya kepada orang-orang yang dikasihinya, karena dia selalu berbuat kesalahan, mengalami dan membawa kesialan, di mana pun dia berada. Setelah memikirkan agak lama, dia mengambil keputusan bahwa keadaan di dunia ini mungkin dapat menjadi lebih baik tanpa ada kehadiran dirinya.

Kemudian datanglah seorang malaikat dan bertanya kepadanya, “Apakah kamu ingin melihat bagaimana keadaan dunia tanpa adanya dirimu?” Lalu Donal Bebek pun mengangguk, mengiyakan tanda setuju.

Kemudian mereka berdua pergi ke sebuah dunia, di mana seekor Donal Bebek tidak pernah dilahirkan. Apa yang dilihat sangatlah tidak terbayangkan. Semuanya terlihat sangat kacau dan berantakan. Keponakannya Kwak, Kwik, dan Kwek menjadi preman yang suka mencuri dan merampok bank. Paman Gober menjadi gelandangan di pinggir jalan. Desi Bebek menjadi sangat gendut, hidupnya pun berantakan. Dan, lingkungan kota Bebek pun menjadi kacau balau. Lalu Donal Bebek bertanya kepada malaikat yang besertanya, “Apa gerangan yang terjadi? Mengapa dunia menjadi berantakan seperti ini? Aku kan hanya seekor bebek biasa yang tidak berguna dan selalu membawa kesialan?”

Lalu malaikat pun bercerita, “Karena tidak ada kamu, yang bertugas menjaga koin keberuntungan Paman Gober adalah Agus Angsa yang pemalas dan ceroboh. Dia dengan mudahnya menukar koin keberuntungan milik Paman Gober hanya dengan sepotong pie ayam. Kwak, Kwik, dan Kwek tidak ada yang mengawasi dan membina, sehingga mereka menjadi anak-anak berandal. Kemudian tentang Desi Bebek. Karena si Untung tidak punya saingan untuk memperebutkannya, maka ia mempermainkan dan meninggalkan hidupnya begitu saja. Desi Bebek menjadi stres dan pola hidup serta makannya menjadi kacau. Biar pun kamu merasa hanya menjadi seekor bebek yang selalu membawa kesialan bagi orang-orang di sekitarmu atau memiliki kehidupan yang biasa-biasa saja, kamu juga termasuk bagian penting dalam dunia ini, dan bagi kehidupan orang-orang di sekitarmu.”

Sekecil apa pun peran kita di hadapan orang lain, kita tetaplah berharga dan dibutuhkan bagi orang-orang di sekitar kita. Mungkin kita tidak dapat melakukan apa yang orang lain kerjakan, tetapi belum tentu orang lain juga dapat mengerjakan apa yang kita lakukan. Janganlah kita menjadi tidak percaya diri dengan apa yang kita alami dan kerjakan sekarang. Ingatlah bahwa setiap kita diciptakan berharga di mata-Nya dan Dia sangat mengasihi kita. Tetaplah bekerja dan berkarya memberikan yang terbaik. Tuhan memberkati setiap kita.

Disadur dari berbagai sumber..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s