Menjadi Sahabat Allah yang Baik, Bagian Keempat (Selesai)

Standard

Kelima, memilih untuk menghargai apa yang Allah hargai

Semakin Anda akrab sebagai sahabat Allah, akan semakin Anda bisa peduli terhadap hal-hal yang Allah peduli, bersedih atas hal-hal yang membuat Allah bersedih, dan bersukacita atas hal-hal yang mendatangkan kesenangan bagi Dia. Paulus merupakan teladan terbaik dalam hal ini. Program Allah merupakan programnya, dan keinginan Allah merupakan keinginannya: “Hal yang membuatku begitu terganggu adalah karena aku begitu mempedulikan kamu, inilah kerinduan Allah yang membakar hatiku!” (2 Korintus 11:2 Msg). Daud merasakan hal yang sama: “Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku” (Mazmur 69:9 AITB).

Apa yang paling Allah pedulikan? Penebusan umat-Nya. Dia ingin agar semua anak-Nya yang terhilang ditemukan! Itulah satu-satunya alasan mengapa Yesus datang ke dunia. Hal yang paling berharga bagi Allah adalah kematian anak-Nya. Hal kedua yang paling berharga adalah ketika anak-anak-Nya memberitakan kabar tersebut kepada orang lain. Untuk menjadi sahabat Allah, Anda harus mempedulikan semua orang di sekeliling Anda yang Allah pedulikan. Sahabat-sahabat Allah memberi tahu teman-teman mereka mengenai Allah.

Keenam, merindukan persahabatan dengan Allah lebih dari segala yang lain

Kitab Mazmur dipenuhi dengan contoh-contoh tentang kerinduan ini. Daud sungguh-sungguh ingin mengenal Allah lebih dari segala yang lain; dia menggunakan kata-kata seperti “rindu, ingin, haus, lapar”. Daud mendambakan Allah. Daud berkata, “Satu hal yang kuinginkan dari Allah, yang sungguh-sunguh menjadi kerinduanku, ialah berbakti di dalam rumah-Nya, hidup di hadirat-Nya sepanjang umurku dan bersukacita atas kesempurnaan dan kemuliaan-Nya yang tiada taranya” (Mazmur 27:4 FAYH). Dalam Mazmur yang lain dia berkata, “Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup” (Mazmur 63:3 AITB).

Kerinduan Yakub untuk memperoleh berkat Allah atas kehidupannya begitu besar sehingga dia bergumul dengan Allah sepanjang malam, dan berkata, “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (Kejadian 32:26 AITB). Bagian yang paling mengagumkan dari cerita tersebut adalah bahwa Allah, yang Mahakuasa, membiarkan Yakub menang! Allah tidak tersinggung bila kita “bergumul” dengan-Nya, karena bergumul memerlukan hubungan pribadi dan membawa kita dekat kepada-Nya! Bergumul juga merupakan kegiatan yang sungguh-sungguh, dan Allah senang bila kita bersungguh-sungguh dengan-Nya.

Paulus adalah contoh lain dari orang yang sangat menginginkan persahabatan dengan Allah. Tidak ada hal yang lebih penting; persahabatan dengan Allah merupakan prioritas utama, fokus mutlak, dan tujuan akhir hidupnya. Inilah sebabnya Allah memakai Paulus secara demikian hebat. Alkitab versi Amplified menunjukkan kekuatan penuh dari kerinduan Paulus: “Tujuan utamaku ialah agar aku dapat mengenal Dia, agar aku secara bertahap bisa bergaul semakin dalam dan akrab dengan Dia, merasakan dan mengenali serta memahami keajaiban Pribadi-Nya dengan lebih kuat dan lebih jelas” (Filipi 3:10 AMP).

Kebenarannya adalah, kedekatan Anda dengan Allah bergantung pada pilihan Anda. Persahabatan yang akrab dengan Allah adalah suatu pilihan, bukan kebetulan. Anda harus dengan sadar mengupayakannya. Apakah Anda benar-benar menginginkannya, lebih dari apapun? Seberapa berharganya persahabatan dengan Allah itu bagi Anda? Apakah untuk persahabatan itu Anda bersedia “melepaskan” hal-hal lain? Apakah untuk itu Anda mau berusaha mengembangkan kebiasaan dan ketrampilan yang diisyaratkan?

Anda bisa saja memiliki kerinduan akan Allah pada masa lalu, tetapi Anda telah kehilangan kerinduan tersebut. Inilah masalah orang-orang Kristen di Efesus, yakni mereka telah kehilangan kasih yang mula-mula. Mereka melakukan semua hal yang benar, tetapi karena kewajiban, bukan karena kasih. Jika Anda baru merasakan kegerakan rohani, jangan terkejut bila Allah mengizinkan penderitaan di dalam kehidupan Anda. Penderitaan merupakan bahan bakar kerinduan, penderitaan mendorong kita dengan kuat untuk berubah.

C.S. Lewis berkata, “Penderitaan adalah megafon Allah.” Penderitaan merupakan cara Allah membangunkan kita dari kebekuan rohani. Masalah-masalah Anda bukanlah hukuman; masalah-masalah tersebut merupakan panggilan dari Allah yang penuh kasih untuk membangunkan Anda. Allah tidak marah pada Anda; Dia sangat cinta pada Anda, dan Dia akan melakukan apapun yang perlu untuk membawa Anda kembali pada persekutuan dengan-Nya. Tetapi ada satu cara yang lebih mudah untuk mengobarkan kembali kerinduan Anda pada Allah: Mulai dengan meminta agar Allah memberikan kerinduan itu kepada Anda, dan tetaplah meminta sampai Anda memperolehnya. Panjatkan doa ini sepanjang hari Anda: “Yesus yang kekasih, lebih dari apapun, aku ingin mengenal Engkau lebih dalam.” Allah memberi tahu para tawanan di Babel, “Apabila kamu sungguh-sungguh ingin menemukan-Ku dan merindukannya lebih dari apapun, Aku menjamin bahwa kamu tidak akan kecewa” (Yeremia 29:13 Msg).

Tidak ada apapun, benar-benar tidak ada, yang lebih penting daripada mengembangkan suatu persahabatan dengan Allah. Inilah hubungan yang akan berlangsung selamanya. Paulus mengatakan kepada Timotius, “Beberapa di antara orang-orang ini telah kehilangan yang terpenting dalam hidup mereka–mereka tidak mengenal Allah” (1 Timotius 6:21a FAYH). Apakah Anda telah kehilangan hal yang terpenting di dalam kehidupan? Anda bisa melakukan sesuatu mengenai hal itu mulai sekarang. Ingat, hal tersebut adalah pilihan Anda. Kedekatan Anda dengan Allah bergantung pada pilihan Anda.

Selesai.

Disadur dari “The Purpose Driven Life–Hidup yang Digerakkan oleh Tujuan”
Oleh Rick Warren
Halaman 101-103

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s