Sebuah Lagu Pengantar Tidur

Standard

Dalam lagu Yiddish “Mayn Yingele” (“Si Kecilku”), seorang ayah menyanyikan lagu ini untuk mengantar anaknya tidur:

Kupunya seorang anak, anakku yang masih kecil,
Seorang anak lelaki yang baik.
Setiap kali aku melihatnya, tampak bagiku
Seluruh dunia ini serasa milikku.
Tetapi jarang, jarang sekali kulihat
Anakku sedang terjaga dan ceria.
Aku hanya melihatnya tatkala dia sedang tidur;
Karena aku hanya ada di rumah di waktu malam.

Hari masih pagi sekali saat kuberangkat kerja;
Ketika kupulang, hari sudah larut.
Tak kukenal darah dagingku sendiri,
Tak kukenal wajah anakku.
Saat kupulang dengan badan lelah
Ketika hari sudah gelap,
Istriku yang pucat berseru kepadaku:

“Mestinya kaulihat anak kita bermain.”

Kuberdiri di samping tempat tidurnya;
Kupandang dan kucoba mendengarnya.
Dalam mimpinya dia berbisik:
“Mengapa Ayah tak ada di sini?”

Lagu ini ditulis pada tahun 1887. Sekarang ayah dan ibu tidak lagi bekerja seperti budak di pabrik, namun kepiluan orang tua yang menusuk dirinya dengan pedang ambisi belum berubah. Hanya berganti alamat saja.

Dikutip dari buku “Everyday Greatness 63 Kisah + 500 Kata-kata Bijak Terbaik untuk Menemukan Makna Hidup”
Ditulis oleh Jefrey K. Salkin (Being God’s Partner)
Halaman 475-476

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s