Bunuh Diri karena Kartu Kredit

Standard

Guo Wei Min adalah seorang gadis cantik berusia 26 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan jasa pengiriman barang di kota Hongkong. Sehari-hari ia adalah seorang karyawati yang baik dan rajin bekerja. Hanya ada satu kelemahan gadis ini, ia ingin tampak seperti orang kaya yang dapat hidup menghambur-hamburkan uang dan tidak dapat menahan keinginannya untuk membeli barang-barang mewah yang sebetulnya tidak ia perlukan. Semua barang yang mahal itu dibeli Wei Min dengan memakai kartu kredit yang dimilikinya dari beberapa Bank di Hongkong yang berjumlah 13 buah.

Demikian banyak utang yang menumpuk dari pembelian barang-barang dengan memakai kartu kredit tersebut sehingga Wei Min betul-betul bingung sebab ia tidak tahu bagaimana cara melunasi semua tagihan itu.

Akhirnya, Wei Min memilih jalan pintas. Pada hari Selasa dini hari tanggal 6 Agustus 1996, saat para petugas polisi sedang sibuk memasang peralatan radar foto di jembatan layang di jalan Shing Jing Shue Wan. Sengaja pekerjaan ini dilaksanakan pada dini hari karena jalanan masih sepi. Tiba-tiba mereka yang sedang bekerja dikejutkan oleh suara benda jatuh diiringi teriakan yang melengking. Segera mereka melihat benda apakah yang jatuh itu, ternyata tubuh seorang wanita muda yang cantik, yang sudah menjadi mayat dengan mata terbelalak. Kepalanya pecah dan tulang-tulangnya patah karena jatuh dari ketinggian yang sama dengan gedung lantai lima belas! Dari saku celana jeans yang dikenakan gadis itu, polisi mengetahui bahwa yang mati bunuh diri itu adalah Guo Wei Min.

Di saku celana gadis itu juga diketemukan tiga pucuk surat. Dalam suratnya yang pertama dituliskan jumlah semua utang yang tidak bisa ia bayar, semuanya berjumlah 7 juta yen. Pada surat kedua Wei Min menulis bahwa tindakan bunuh diri ini sudah ia pikirkan baik-baik. Lalu pada surat yang ketiga ia menulis kepada teman-temannya meminta maaf karena ia tidak dapat membayar utang-utangnya kepada mereka.

Ini adalah sebuah contoh yang sangat tragis dari seorang wanita yang berpikir bahwa hidup manusia itu akan penuh arti jika dapat memiliki banyak barang mewah yang mahal harganya. Rasul Paulus dengan tegas mengajarkan kepada kita untuk senantiasa hidup penuh dengan ucapan syukur dan belajar untuk menyesuaikan diri dengan segala keadaan yang ada di sekitar kita.

“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:11-13).

Disadur dari Lentera Surgawi
Oleh Pdt. Ishak Sugianto
Halaman 63-64

Pesan Moral:

Pertama. Bunuh diri adalah jalan terburuk untuk menyelesaikan sebuah masalah, karena tujuan terakhir dari orang-orang yang bunuh diri adalah neraka. Sesampainya di neraka, siksaan yang mengerikan dari setan pun menunggu, karena setan sangat membenci orang-orang yang tidak dapat menghargai hidupnya, padahal hidup mereka sangat mahal harganya: Tuhan Yesus mau mati menebus dosa hidup manusia dan bangkit dari alam maut pada hari ketiga demi menunjukkan betapa seriusnya Dia sangat mengasihi setiap kita.

Kedua. Dalam jangka berkelanjutan, kartu kredit bukanlah jalan terbaik sebagai alat transaksi pembayaran. Sebab penggunaan kartu kredit sama dengan memakai penghasilan bulan depan terlebih dahulu untuk berbelanja. Gaya hidup memakai uang masa depan ini yang kemudian membuat banyak orang terlilit utang, bunga bank yang relatif tinggi membuat banyak orang bangkrut dan menjadi miskin. Sebisa mungkin gunakanlah uang tunai sebagai alat transaksi pembayaran.

Ketiga. Cukupkanlah diri kita dengan apa adanya. Berhikmat dan bijaksana dalam mengelola berkat yang sudah dipercayakan Tuhan di dalam hidup kita. Tuhan memberkati..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s