Jangan Terkecoh!, Bagian Keempat

Standard

01. Di bawah ini sejumlah fakta tentang (maaf) kondom yang saya sodorkan malam itu..

1. Virus AIDS sangat kecil (0,1 mm) sehingga berpotensi untuk menembus kondom ukuran standar (Gregory B. Davis dan L.W. Schroeder, “Influence of Contact Angles on the Leakage of Latex Condoms,” Journal of Testing and Evaluation, 9/90, hal 356-57).
2. Kemungkinan kondom lepas atau koyak adalah 26 persen (Robert Knight, “Fact Sheet on Condom Effectiveness,” The Heritage Foundation, Washington, D.C., 11/11/91).
3. Lima puluh persen dari para wanita yang melakukan aborsi telah menggunakan kondom atau bentuk pembatasan kelahiran yang lain (William B. Versey, “Condom Failure,” HLI Reports, vol. 9, no. 7, 7/91, hal. 1-4).
4. 32 persen di antara pasangan-pasangan yang diuji selama 16 hari pernah mengalami kondom yang lepas atau sobek (James Trussel, David Lee Warner, dan Robert A. Hatcher, “Condom Slippage and Breakage Rates,” Family Planning Perspectives, 1-2/92, hal. 20-23).

02. Inilah unsur penentu yang tidak pernah mereka kemukakan dalam mata pelajaran kesehatan: Kondom 100 persen gagal..

Dalam melindungi kegadisan atau keperjakaan.
Dalam melindungi reputasi seorang gadis.
Dalam melindungi ingatan seorang pemuda yang terus-menerus diobsesi oleh seks.
Dalam melindungi persekutuan pribadi seorang gadis atau seorang pemuda dengan Kristus.
Dalam melindungi pasangan dari kehidupan yang tidak bersih dan dalam persahabatan yang berkembang.
Dalam melindungi respek seorang pemuda terhadap gadis dan sebaliknya.
Dalam melindungi citra diri seorang pemuda atau seorang gadis yang begitu rapuh.

Allah bermaksud membuat hubungan seks menjadi alamiah, tidak terganggu, tidak terhalangi, tidak dilakukan dengan rasa bersalah maupun takut, dan disahkan demi kelangsungan kehidupan melalui suatu hubungan suami istri yang heteroseksual dan monogami. Ia memang merancangnya untuk sebagai sesuatu yang terbaik dalam suatu kehidupan pernikahan.

03. Tahukah Anda bahwa:

1. Setiap tahun lebih banyak bayi yang digugurkan di Amerika Serikat daripada semua serdadu Amerika yang tewas dalam peperangan saat negara ini ikut terlibat sejak hari kemerdekaannya? (Historical Statistics of the United States, 93d Cong., 1st sess., House Doc. 93-78 [Bagian 2], hal. 1140; U.S. Department of Commerce and U.S. Bureau of the Census statistik; John Keegan dan Richard Holmes, Soldier New York: Viking, 1986, hal. 154).
2. Jari tangan dan jari kaki bayi dalam kandungan baru tumbuh setelah ia berusia enam minggu? (“Life Before Birth,” Life, 4/30/65, cetakan ulang hal. 9).
3. Bayi dalam kandungan memiliki jantungnya sendiri, darahnya sendiri, sistem sarafnya sendiri, dan sistem tulangnya sendiri? Tak ada satu pun yang menjadi satu dengan milik ibunya. Semuanya miliknya sendiri. Rahim ibunya dimaksudkan untuk melindungi dan memberinya makan.
4. Bayi dalam kandungan dilindungi hukum apabila dibunuh, tapi tidak bila digugurkan? (Kedengarannya sulit dipahami dan berlawanan bagi Anda?) Dalam surat kabar terbitan minggu lalu, seorang pria didakwa sebagai pembantai manusia karena telah menyebabkan kematian seorang bayi dalam kandungan, sementara itu klinik-klinik aborsi di Amerika Serikat membunuh 21 orang bayi dalam detik yang sama dan mendapat perlindungan hukum! (Branson Daily News, 12/95, hal. 1).
5. 42,6 persen dari ibu-ibu remaja yang melakukan pengguguran kandungan mengalami kerusakan pada organ reproduksi mereka; 74 persen menderita karena operasi yang tidak sempurna dan pengeluaran bagian-bagian tubuh bayi secara paksa? (M. Buffin, M.D., “A New Problem in Adolescent Gynecology,” Southern Medical Journal, vol. 72, no. 8, 8/79).
6. 61 persen orang Amerika percaya bahwa aborsi secara moral salah? (Margaret Carlson, “Abortion’s Hardest Cases,” Time, 7/9/90, hal. 26).
7. Merusak seekor burung rajawali atau embrio burung elang bisa didenda atau dipenjara, tetapi para dokter menjadi kaya karena merusak bayi yang masih dalam kandungan?

Kata apa yang cocok untuk menggambarkan perasaan Anda saat mendengar fakta-fakta tadi? Termangu-mangu? Terkejut? Marah? Bingung? Tidak percaya? Berduka? Sakit? Sedih? Acuh tak acuh? Istilah apa yang Anda gunakan untuk menggambarkan aborsi? Tindakan medis? Mengakhiri kehidupan janin? Pembunuhan? Mengakhiri kehamilan? Pembunuhan secara teratur terhadap golongan tertentu? Seandainya di tengah malam Anda dibunuh oleh seorang perampok bersenjata yang masuk dengan memecahkan kamar tidur Anda sebelum Anda mampu terjaga dan sanggup melindungi diri sendiri, istilah apa yang akan Anda pakai untuk menggambarkan peristiwa tersebut? Tindakan memasuki rumah orang lain? Gangguan di waktu tidur? Mengganggu tidur orang lain? Pembunuhan?

04. Percaya atau tidak, orang-orang yang pro-aborsi menggunakan alasan-alasan di bawah ini untuk membenarkan tindakannya (padahal ini tidak benar, tambahan Penulis)..

1. “Belum dapat disebut seorang anak karena ia belum memiliki nama.”
2. “Belum dapat disebut seorang anak karena ia belum menghirup udara.”
3. “Sebuah janin berkembang dalam kandungan dan berubah-ubah dulu dari ‘tahap ikan’, ‘tahap reptil’, dan ‘tahap kera’ sebelum benar-benar menjadi seorang bayi.”
4. “Bayi bukan suatu individu. Ia bukan sosoknya sendiri. Ia bukan kepunyaan Allah; ia adalah harta milik ibunya pribadi yang dapat diperlakukan sesuka hati ibunya.” (Bayangkan apa jadinya negara kita jika orang tua boleh membunuh anak-anaknya pada usia berapa saja dan kapan pun mereka menghendakinya).

Tidakkah Anda merasa beruntung bahwa ibu Anda dan ibu saya mendengarkan suara hati mereka, mendengarkan suara Allah, memenuhi panggilan mereka, dan tidak membunuh kita sebelum kita sanggup melakukan protes?

05. Hampir semua konselor Kristen yang kompeten sepakat bahwa (maaf) pria homoseksual dan perempuan lesbian mempunyai kebutuhan yang sah untuk mempunyai satu figur ayah yang kokoh dan persahabatan yang baik dengan teman-teman sebaya. Gaya hidup homoseksual tidak dibenarkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sah tersebut. Banyak pria homoseksual kini sedang mencari pertolongan dan kebebasan melalui iman pada Kristus agar mereka diampuni dan diberi petunjuk bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut dengan sah. Ingatlah bahwa Allah membenci dosa nafsu berahi dan perilaku homoseksual (1 Korintus 6:9-10; Roma 1:26-27; Kejadian 1:27), sama seperti Ia membenci semua dosa, namun Ia mengasihi pendosa yang mencari Dia dengan segenap hatinya (serta mau bertobat, dan tidak melakukan dosa yang sama, tambahan Penulis).

Bersambung ke “Jangan Terkecoh!, Bagian Kelima”

Disadur dari buku “Jangan Terkecoh! (Pure Excitement)”
Ditulis oleh: Joe White
Halaman 78-90

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s