Senyum yang Menular

Standard

Wow! Satu kata yang ingin saya katakan adalah, “Senyum itu Menular” kepada orang-orang yang berada di sekitar kita..

Hari ini ketika sedang mengirim barang, saya membawanya dengan mengendarai sepeda motor. Tampak saya lihat dari kejauhan, ada pemeriksaan kendaraan bermotor. Oh oke. Saya tidak takut. Surat-surat saya lengkap, saya sangat siap menghadapi pemeriksaan tersebut. Tampak saya lihat beberapa kendaraan bermotor di sekitar, beberapa ada yang belok ke arah lainnya, ada juga yang berhenti, hanya untuk menghindari pemeriksaan tersebut.

Mendekati tempat itu, saya sempat melihat ada satu bapak polisi yang berwajah agak “kurang enak”, ah mungkin dia memiliki beberapa permasalahan, entah dengan keluarga atau dengan rekan sejawatnya, demikian pikiran saya. Saya buka helm saya, memberikan STNK+SIM C, sambil tersenyum seraya mengucapkan, “Selamat siang, pak.” Bapak polisi yang menerimanya sempat terdiam, menatap saya sebentar, lalu dia tersenyum. Wow! Dari wajah yang cemberut, dia memberikan senyumnya. Bagi saya itu adalah suatu ekspresi yang seperti menyiram air sejuk di tengah cuaca yang panas di sekitar saya.

“Selamat siang juga,” demikian balas pak polisi tersebut. “Kirim barang pakai sepeda motor nih dik, kok tidak memakai mobil?” Lalu saya jawab, “Iya pak, memakai sepeda motor enak, bisa menghemat bensin,” sambil memberikan senyum terbaik saya. Setelah melihat STNK+SIM C saya, lalu pak polisi tersebut berkata, “Oo.. Oke deh. Hati-hati di jalan ya, dik,” sambil mempersilahkan saya jalan kembali. Saya menerima STNK+SIM C, sambil tak lupa mengucapkan “Terima kasih, pak.” Saya sempat menatap wajahnya yang sekarang memiliki ekspresi tersenyum sumringah.

Terkadang kita menjalani hidup ini berdasarkan rutinitas belaka, berjalan dengan apa yang ada, tanpa mempedulikan orang-orang di sekitar kita. Mungkin tidak sedikit di antara kita yang memiliki argumen, “Jangankan mau peduli kepada orang lain. Hidup saya saja sudah susah, siapa yang mau peduli pada saya? Ngapain juga saya harus repot-repot untuk mengurusi hidup orang lain?” Tanpa disadari, kita terfokus pada hidup yang berputar kepada diri kita sendiri. Semuanya tentang kita, semuanya berawal dan berakhir pada kita. Padahal hidup tidaklah sekadar tentang “aku”, hidup terlalu sayang untuk dilewatkan tanpa memberi dampak yang positif bagi lingkungan sekitar.

Kita tetap memiliki pilihan. Alih-alih kita terfokus pada kehidupan “aku”, cobalah berhenti sejenak, dan renungkan apa yang dapat kita berikan pada lingkungan sekitar. Tidak perlu berpikir hal muluk terlalu besar, mulailah dari hal terkecil. Mungkin bagi kita hal tersebut tidaklah berarti, tapi tidak bagi lainnya. Senyum yang tulus dapat mengubah satu wajah bapak polisi, dan saya percaya hal itu akan memberikan semangat dan membawa perubahan tidak hanya kepada bapak polisi, tetapi juga kepada lingkungan di sekitar beliau.

Ada satu artikel yang saya dapat dari pembacaan sebuah buku (versi lengkapnya tunggu beberapa hari lagi) tentang bagaimana hidup kita harus memberikan dampak yang positif, meninggalkan suatu “warisan sejarah” yang baik bagi lingkungan di sekitar kita. Hidup tidak sekadar diisi dengan hal-hal “kosong”, sekadar melewati hari, dan selesai. Bangun di pagi hari, sekolah/kuliah/kerja, pulang, istirahat, main dengan teman/keluarga, makan malam, lalu me-review pelajaran/bahan kerja, dan tak lama kemudian kita tidur dan berlanjut mengulangi hal yang sama untuk keesokan harinya.

Jangan sia-siakan hidup kita dengan menjalani hal rutinitas belaka. Jangan biarkan kuburan kita nantinya akan mencengkeram erat setiap impian dan harapan yang belum sempat kita kerjakan selama kita hidup di dunia ini. Selama kita masih hidup, diberi kesempatan untuk hidup sehat (lebih tepatnya), berkaryalah. Maksimalkan hidup Anda untuk berbuat hal-hal kebaikan dan yang akan membawa manfaat positif bagi orang lain.

Tuhan memberkati setiap kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s