Jangan Terkecoh!, Bagian Kelima

Standard

01. Sebelum Anda bergaul lebih jauh dengan seseorang atau tertarik untuk mendengarkan gagasan-gagasannya, sebaiknya Anda menempatkan sebuah “filter” di hati Anda untuk menguji karakternya..

1. Apakah ia pengikut Kristus dan menerapkan firman-Nya?
2. Apakah ia benar-benar berminat pada saya?
3. Apakah ia mempunyai hikmat dan pengertian? Apakah ia mengerti mana yang benar dan mana yang salah?
4. Apakah ia mungkin mengkhianati saya?
5. Apakah ia mencoba memanfaatkan saya untuk memperoleh status untuk kepentingannya sendiri?
6. Apakah orang tua saya setuju saya bergaul dengan dia? (Yang ini lebih penting daripada yang Anda bayangkan).

02. Inilah “10 Ungkapan Persahabatan yang Paling Top” yang sebenarnya omong kosong belaka. Semua ini saya kumpulkan dari para pemuda dan pemudi-pemudi yang saya kenal—sebelum dan sesudah mereka melakukan hubungan seks.

10. “Aku tidak akan mengatakannya kepada siapa pun.”
9. “Biar kuceritakan tentang pemuda yang ingin mengajakmu berkencan, ya.”
8. “Coba dia deh. Ia gadis yang panaaasssss sekali!”
7. “Kamu ini penakut atau apa?”
6. “Kamu sudah tidak gadis lagi, kan?”
5. “Hei, yang begitu sudah tidak ada lagi sejak Zaman Kegelapan.”
4. (Yang klasik) “Nih, setiap orang melakukannya.”
3. “Kalau kamu cinta, tentu aku boleh melakukannya.”
2. “Sebelum membeli sepatu kamu coba dulu. Sama seperti seks. Coba saja. Kalau pas, pakailah.”
1. “Cuma sekali ini saja!”

Anda harus menaruhkan sebuah alat pendeteksi omong kosong di tempat yang lebih tinggi daripada ketinggian sebuah layang-layang, bukan? Anda seolah-olah sedang berada di dalam kapal selam yang berada di teritori musuh, dan periskop Anda selalu menghadap ke atas, mengawasi kapal-kapal musuh. Tatkala Anda memata-matai sebuah kapal, pasti kapal Anda sendiri tidak dimunculkan ke permukaan air dan kemudian Anda berteriak, “Hei, mari kita sama-sama berlayar.” Tidak, Anda tidak boleh demikian. Anda akan menekan tombol torpedo dan melarikan kapal secepatnya seperti orang gila. Inilah pesan Paulus kepada Timotius (juga kepada Anda dan saya) ketika dikatakannya, “..Jauhilah nafsu orang muda..” (2 Timotius 2:22). Secara harfiah berarti saat Anda melihat musuh, Anda harus lari (menjauh, tambahan Penulis) agar tetap hidup—terutama apabila ia menyebut dirinya sebagai teman Anda.

03. Visi adalah suatu kekuatan ajaib yang membuat impian tetap kuat. Visi memberi harapan kepada semua ‘ya’ yang Anda ucapkan pada diri sendiri tatkala Anda merasa putus asa. Visi memberi rasa setia kawan kepada semua ‘tidak’ yang Anda ucapkan kepada para pencuri visi. Visi membuat Anda bangun tidur pada Senin pagi dengan tersenyum dan mendorong Anda untuk tetap bersemangat. Visi membuat Anda berani untuk terus menuju hingga garis akhir. Perbedaan antara visi dan cerita dongeng atau angan-angan terletak pada keyakinan untuk mengubah visi menjadi sasaran yang dapat diwujudkan dengan nyata. Sasaran dapat diwujudkan menjadi rencana untuk bertindak, dan rencana menjadi kenang-kenangan yang memenuhi buku harian.. Kenang-kenangan yang tidak dapat direnggut oleh seorang pun.

04. Reputasi artinya bagaimana sebenarnya Anda terlihat bagaimana Anda berpakaian sehari-harinya—bukan dengan mengenakan pakaian katun, sutra, atau nilon, melainkan gaya hidup yang menarik “hati” para pria maupun wanita (bukan hanya menarik mata mereka). Tiga isu utama yang mempengaruhi reputasi Anda sebagai anak muda adalah alkohol, obat-obatan terlarang, dan seks.

05. Inilah sejumlah hal yang dapat menolong Anda untuk mengenakan “baju reputasi”.

1. Tulis standar yang Anda telah tentukan. Jika sasaran Anda rendah, Anda akan sering-sering terantuk. Jika sasaran Anda tinggi, Anda akan berjalan bersama “pemakai baju” terbaik di negeri ini.

2. Beritahukan standar Anda kepada seseorang yang benar-benar mempunyai perhatian pada Anda, dan minta tolong kepadanya untuk membuat Anda senantiasa bertanggung jawab dalam mencapai sasaran Anda.

3. Pilih orang-orang yang baik saja sebagai teman bergaul. Anda akan menjadi serupa dengan teman sepergaulan. “..Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33).

4. Jauhkan diri Anda dari obat-obatan terlarang dan alkohol. Seorang remaja berusia 15 tahun berkata demikian, “Alkohol dan obat-obatan terlarang mengendalikan kita. Kekuatannya sampai ke atas kepala dan membuat kita melakukan apa saja yang tadinya mustahil kita lakukan.”

5. Berhati-hatilah dengan musik, TV, dan film. Kalau Anda menontonnya atau memikirkannya, pada saatnya, apa yang Anda lihat akan merasuk ke dalam pikiran Anda.

6. Jangan pergi sendirian ke rumah lawan jenis Anda. Perkosaan saat berkencan, jebakan, dan sekadar gosip membuat reputasi orang menjadi buruk dan yang seperti ini tidak terhitung banyaknya setiap hari.

7. Jadilah seorang pakar yang ahli untuk mengatakan tidak. Ketika ada orang minta Anda untuk minum, katakan bahwa Anda tidak akan terlihat menarik dalam suasana remang-remang (lalu tersenyumlah). Apabila ada orang yang mencoba melakukan aktivitas seks terhadap Anda, katakan kepadanya bahwa ayah Anda seorang anggota “Green Beret” (tentara pilihan Amerika) dan mata pencahariannya adalah melatih anjing-anjing Doberman.

8. Bentuk suatu persahabatan, bukan kemitraan untuk melakukan hubungan seksual. Jika ada orang yang tertarik pada Anda karena penampilan fisik Anda, bukan cinta Anda yang didambakannya melainkan sekadar hubungan seks. Anda tidak layak mempertaruhkan reputasi untuk orang-orang semacam ini.

9. Kalau ada orang yang menggosipkan orang lain kepada Anda, ia akan menggosipkan Anda kepada orang lain juga. Bertindaklah bijaksana dalam memilih topik pembicaraan.

10. Siapa yang ada di sekeliling Anda, itu pula yang akan mendekati Anda. Lindungi reputasi teman kencan Anda, maka kemungkinannya lebih besar bahwa ia akan melindungi reputasi Anda. Dan siapa tahu—Anda memulai suatu kecenderungan yang positif di sekolah Anda! (Atau di mana pun Anda berada, tambahan Penulis).

Bersambung ke “Jangan Terkecoh!, Bagian Keenam”

Disadur dari buku “Jangan Terkecoh! (Pure Excitement)”
Ditulis oleh: Joe White
Halaman 110-129

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s