Kedaulatan Tuhan

Standard

Banyak orang mudah untuk berkata “Tuhan itu baik”, saat hidup mereka diberkati dan dalam keadaan yang sehat-sehat saja. Tetapi kita perlu belajar untuk tetap berkata bahwa “Tuhan itu baik” di segala keadaan, termasuk yang tidak baik sekali pun. Dalam kehidupan ini, kita sering diperhadapkan dengan berbagai macam masalah yang bagi kita tampak mustahil untuk mendapat jalan keluarnya. Masalah yang satu belum selesai, muncul lagi masalah berikutnya. Hal-hal seperti ini diijinkan Tuhan terjadi, bahkan pada saat kita sedang hidup dekat dengan-Nya.

Kita perlu untuk belajar bahwa Tuhan sering menyatakan diri-Nya dalam keadaan seperti itu. Keadaan sulit yang kita alami bagaikan melewati lembah kekelaman dalam hidup, yang di mana melaluinya Tuhan dapat menyatakan penghiburan-Nya, serta menunjukkan bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Setiap orang yang hidup dalam Kristus, tidak akan luput dari proses ini, yang merupakan cara Tuhan yang ajaib untuk membentuk hidup kita menjadi semakin serupa dengan-Nya. Kita pasti dapat melewati proses ini dengan percaya, dan selalu menaruh harapan hanya kepada Tuhan.

Pada hari-hari ini, Tuhan rindu mengajarkan pada kita untuk selalu berkata “Tuhan itu baik”, di saat keadaan yang kurang baik sekali pun. Terkadang Tuhan membawa kita ke padang yang berumput hijau, tetapi Tuhan juga membawa kita melalui lembah kekelaman. Mengapa Tuhan mengijinkan hal ini terjadi? Satu hal yang perlu kita pelajari yaitu mengenal dan menghormati kedaulatan Tuhan. Lembah kekelaman yang kita lalui bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhir tetap pada yang berumput hijau. Tetapi lembah kekelaman adalah suatu tahap yang Tuhan ijinkan untuk melihat kesetiaan kita, sampai sejauh mana kita tetap mengikut Dia.

Dalam kitab Yohanes 11:1-6, Tuhan mengajar kedaulatan-Nya pada kita melalui kisah Marta, Maria dan Lazarus. Mereka adalah gambaran orang-orang yang berusaha dengan segenap hati untuk menyenangkan hati Tuhan. Marta adalah gambaran orang yang suka memberi. Yesus mengasihi Marta, demikian juga dengan Maria. Tuhan mengasihi Maria karena selalu memberikan waktunya pada Tuhan. Ayat ini mengajar pada kita bahwa sekali pun kita mungkin sudah melakukan pekerjaan terbaik dan menyenangkan hati-Nya, hal tersebut tidak menjamin bahwa dalam hidup kita tidak akan mengalami masalah.

Pada waktu Tuhan Yesus mendengar Lazarus sakit, Dia malah dengan sengaja menunda kedatangan-Nya. Padahal waktu itu, Dia tinggal berada tidak jauh dari tempat Maria dan Marta. Melalui kisah ini, kita dapat belajar perihal kedaulatan Tuhan. Dari “tahap kesengajaan” ini, Tuhan mau mengajar agar kita menghormati dan mempercayai bahwa Dia akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita, menurut waktu-Nya.

Saya adalah seorang yang sedang mengalami tahap kesengajaan Tuhan. Tuhan mengijinkan saya tidak memiliki air mata, dan sampai saat ini Tuhan belum menyembuhkan mata saya. Saya mempunyai alasan yang kuat untuk mengeluh di hadapan Tuhan. Tetapi saya mau belajar untuk tetap setia mengiring Tuhan, apa pun yang saya alami. Sekali pun Tuhan belum menyembuhkan, saya tetap menghormati kedaulatan Tuhan bahwa Dia adalah Tuhan yang tetap baik dalam hidup saya.

Kesetiaan kita diuji pada saat Tuhan membawa kita ke dalam tahap kesengajaan-Nya. Dalam kitab Yohanes 11:15 dikatakan, “tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” Terkadang Tuhan tampak “sengaja” agar kita dapat belajar untuk tetap mempercayai-Nya. Tuhan mau agar kita tetap belajar untuk menyenangkan hati-Nya.

Ada satu “kelemahan” Tuhan perihal menjawab doa. Dalam Yohanes 11:32-35, Maria menyembah Tuhan Yesus dan tersungkur di kaki-Nya. Rupanya Tuhan tidak dapat menahan hati-Nya melihat orang yang selalu menyembah Dia. Itulah yang selalu saya lakukan sampai hari ini. Jangan sampai berkat yang sudah dipercayakan dalam hidup kita, membuat kita lupa diri untuk memiliki kehidupan menyembah-Nya. Ketika kita menyembah Tuhan, maka Dia akan memberi kekuatan dan jawaban bagi kita, untuk dapat melewati proses di dalam kehidupan ini. Marilah kita belajar untuk melewati segala permasalahan dalam hidup ini dengan cara Tuhan, sesuai dengan firman, dan menyenangkan hati-Nya. Tuhan Yesus memberkati. 

(Disarikan dari khotbah Pdt. Samuel Irwan (Bontang), di kebaktian kedua GMS Barat, pada tanggal 9 Oktober 2011)
(Pernah dimuat dalam Buletin Phos Oktober 2011)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s