Kisah Sebuah Paku Kecil

Standard

Ada sebuah gedung gereja yang baru berdiri di sebuah kota terpencil, dan banyak orang dari berbagai wilayah datang untuk melihat dan mengagumi keindahannya. Tepat di atas atapnya, ada sebuah paku kecil yang mendengar setiap perkataan dari orang-orang yang memuji struktur bangunan yang indah dalam gedung gereja, kecuali paku kecil tersebut. Tidak ada yang tahu akan kehadirannya di sana. Paku kecil ini menjadi marah dan cemburu. “Jika memang peranan saya tidak penting, maka tidak akan ada seorang pun yang akan merasa kehilangan jika saya terlepas dari kayu ini!” Lalu paku kecil itu melepaskan cengkeramannya, meluncur turun dari atap, dan terjatuh ke dalam lumpur tanah.

Malam itu hujan turun dengan sangat deras. Tidak lama kemudian, bagian atap gedung yang tidak terpaku terbang terbawa oleh angin, dan membuat atap menjadi bocor. Karpet lantai dalam gereja akhirnya menjadi basah dan ternoda, Alkitab di atas mimbar pun juga rusak oleh karena banyaknya air yang masuk membasahinya. Semua ini berawal ketika sebuah paku kecil memutuskan untuk “berhenti dari tugasnya”, yang sekarang terpendam di dalam lumpur, dan tidak lama lagi keadaannya akan menjadi berkarat, serta sudah tidak memiliki kegunaan lagi.

Di antara Anda mungkin ada yang berkata, “Tetapi saya bukanlah siapa-siapa, jadi bukanlah sebuah masalah jika saya keluar dari sini (gereja).” Tetapi tahukah bahwa dengan ketidak-hadiran Anda, justru hal itu akan membawa “ketimpangan” dalam satu kesatuan Tubuh Kristus. Ingatlah bahwa posisi dari setiap Anda adalah sangat penting, berharga di mata-Nya, dan memiliki fungsi masing-masing di dalam Tubuh Kristus (gereja-Nya).

Jika Anda menanam kejujuran, Anda akan menuai kepercayaan. Jika Anda menanam kebaikan, Anda akan menuai teman. Jika Anda menanam kerendahan hati, Anda akan menuai penghargaan. Jika Anda menanam ketekunan, Anda akan menuai kepuasan. Jika Anda menanam pertimbangan, Anda akan menuai cara pandang. Jika Anda menanam kerja keras, Anda akan menuai kesuksesan. Jika Anda menanam pengampunan, Anda akan menuai pemulihan hubungan. Jika Anda menanam iman di dalam Kristus, Anda akan menuai buah-buah roh. Jadi perhatikan benih apa yang Anda tanam saat ini; apa yang Anda tanam saat ini akan menentukan apa yang akan Anda tuai nanti. “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7).

Anda akan menjadi apa yang Anda suka dan sering lakukan di keseharian hidup Anda. Jika Anda suka marah-marah, maka Anda akan selalu marah dan akhirnya menjadi pemarah. Jika Anda suka curiga, maka Anda akan selalu curiga, dan akhirnya menjadi pencuriga. Jika Anda suka gosip, Anda akan selalu bergosip, dan akhirnya menjadi penggosip. Jika Anda suka berbicara kasar, Anda akan selalu berbicara kasar, dan akhirnya menjadi orang yang kasar. Jika Anda suka mementingkan diri sendiri, Anda akan selalu mementingkan diri sendiri, akhirnya Anda menjadi orang yang egois. Jika Anda suka pada hal-hal yang memalukan, Anda akan selalu melakukannya, dan akhirnya menjadi orang yang tak punya harga diri.

Jika Anda suka melihat kejelekan orang, Anda akan selalu mencari kejelekan orang, dan akhirnya menjadi orang yang penuh dan selalu melihat hal-hal yang jelek dari orang lain. Jika Anda suka mengeluh, Anda akan selalu mengeluh, dan akhirnya menjadi pengeluh. Jika Anda “gila hormat”, Anda akan selalu mencari kehormatan, dan akhirnya menjadi orang terhina. Jika Anda suka omong kosong, Anda akan selalu berbicara omong kosong, dan akhirnya menjadi “tukang omong kosong” (penipu).

Ingatlah. Anda tidak dilahirkan menjadi “siapa”, melainkan kebiasaanlah yang membuat Anda menjadi siapa. Jangan dibiasakan untuk bertindak dan berpikir negatif, karena hanya akan menghasilkan sesuatu yang negatif. Bertindak dan berpikirlah positif, agar Anda juga menerima jauh yang lebih positif di dalam segala perkara.

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur tersebut akan berakhir. Tetapi, jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir. Hal-hal besar selalu dimulai dari proses di dalam hidup kita terlebih dahulu. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu bermekaran indah, dan mentari selalu bersinar. Tetapi Dia selalu memberikan pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa.

Disarikan dari berbagai sumber..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s