Never Ever Give Up, oleh Jim Collins, Bagian Pertama

Standard

Jim Collins adalah penulis dari buku “Good to Great” dan “How the Mighty Fall”, serta penulis bersama buku “Built to Last”. Selain pengarang dari buku terlaris, Jim juga seorang pakar bisnis. Di dalam seminar “The Global Leadership Summit 2010”, beliau mengangkat tema “Never Ever Give Up” dan membagikan mengapa perusahaan-perusahaan besar dapat “tersandung dan jatuh.” Siapa saja bisa jatuh. Dari yang bertaraf “Hebat” menjadi “Baik”, dari “Rata-rata” menjadi “Buruk”, dan dari “Tidak Penting” menjadi “Hilang”. Ketika kita mempelajari pernyataan ini, kita akan menemukan bahwa yang “Kuat” dapat terjatuh melewati beberapa tingkat. Jim memberikan lima tahapan bagaimana perusahaan bertaraf besar dapat tersandung dan jatuh.

Tahap Pertama adalah Kesombongan yang Lahir dari Keberhasilan (Kesuksesan)

Bukan kesuksesan yang memimpin kepada kegagalan, tetapi ketika kita merasa tinggi hati dan sombong. Seperti yang digambarkan Profesor besar klasik J. Rufus Fears sebagai kepongahan, yang dalam kata-katanya, “Kesombongan yang terlalu, yang mengakibatkan penderitaan orang yang tidak bersalah.” Kesombongan yang terlalu untuk mengabaikan roda gaya utama kita, untuk mengabaikan panggilan hidup, dan gagal memperbaharui semangat setiap hari seperti ketika pertama kali kita memulai. Terlalu sombong untuk percaya bahwa kesuksesan, jika kita beruntung memilikinya, tidaklah dicapai dari keberuntungan atau pemberian, yang seluruhnya bukan dari usaha kita sendiri. Terlalu sombong untuk percaya bahwa hanya karena maksud dan tujuan kita mulia, bahwa, karena itu keputusan kita haruslah tetap baik. Keputusan buruk yang diambil dengan maksud baik tetaplah keputusan buruk.

Ada tiga tipe pemimpin yang tampak sangat berbeda di permukaan. Semuanya adalah pemimpin bisnis, mereka akan membantu tujuan kita untuk memahami. Nomer satu adalah seorang pria luar biasa yang bernama Darwin Smith, yang membawa Kimberly-Clark dari taraf “Baik” menjadi “Hebat”. Darwin Smith adalah orang yang tidak memiliki kharisma. Penampilannya eksentrik, introvert, dan kaku. Dia berkata setelah menjadi salah satu CEO terbesar sepanjang masa, setelah membuat salah satu keputusan paling berani yang pernah dibuat oleh CEO manapun. Menjual pabrik-pabrik (yang memiliki sejarah perusahaan beratus-ratus tahun), mengubahnya menjadi usaha yang baru, membangun bisnis konsumer, dan berkata, “Saya hanya berusaha memenuhi syarat untuk pekerjaan ini.”

Pemimpin nomer dua, Anne Mulcahy yang menyelamatkan Xerox dari tepi bencana total (menghadapi kehancuran total), dan beliau tidak pernah mengharapkan dirinya menjadi CEO. Dia sangat berbeda, dia “magnetik”, berpenampilan menarik, dan mendapatkan tempat sebagai salah satu CEO terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Anne Mulcahy berkata, “Saya adalah CEO secara kebetulan, tetapi tentu hasilnya bukanlah suatu kecelakaan.” Mereka muncul dengan kepekaan mendalam terhadap tanggung jawab untuk menyelamatkan perusahaan, tidak peduli apa pun harga dan kulturnya.

Pemimpin ketiga adalah Herb Kelleher, dari maskapai Southwest Airlines. Beliau memimpin maskapai tersebut sebagai perusahaan kewirausahaan yang telah menjadi salah satu kisah sukses terbesar dalam salah satu industri tersulit selama 50 tahun terakhir. Herb Kelleher adalah seseorang yang ketika berhadapan dengan perselisihan merk dagang tidak menyelesaikannya melalui pengadilan, walau dia sendiri adalah seorang pengacara. Dia menyewa stadium besar, lengkap dengan cheerleader yang bergembira dan melompat-lompat, datang dengan mengendarai sepeda motor, serta menyelesaikan perselisihan merk dagang itu dengan CEO lainnya melalui adu ponco. Hunter S. Thompson pernah mengatakan, “Ketika perjalanan menjadi aneh, yang aneh menjadi CEO.”

Kesamaan ketiga pemimpin ini adalah bukan tentang mereka (tidak menonjolkan diri) dan perjuangan mereka yang tidak akan pernah menyerah. Mereka melakukan sesuatu yang berguna bagi orang-orang yang mereka pimpin. Jim melakukan penelitian dan menghasilkan sebuah data bahwa pemimpin besar itu tanda khasnya adalah mereka memiliki kerendahan hati. Suatu semangat yang menyala-nyala untuk melakukan apa pun yang dibutuhkan, tidak peduli betapa menyakitkan pun, demi kepentingan sebuah tujuan (atau perusahaan, atau pekerjaan, atau nilai-nilai).

Tahap Kedua adalah Upaya Peningkatan yang Tidak Disiplin

Sering kita berpikir bahwa perusahaan alami mengalami masalah karena mereka menjadi puas terhadap diri sendiri, menolak untuk berubah, menolak untuk melakukan apapun yang baru (atau bersemangat, atau inovatif), dan mereka hanya memperlambat kinerja mereka serta terjebak di dalam kerutinan. Yang “Kuat” terjatuh karena: Bertindak melebihi batas, berjalan terlalu jauh, terlalu banyak pertumbuhan, terlalu banyak ekspansi, terlalu banyak petualangan, terlalu jauh di luar kemampuan Anda untuk melakukan dengan yang terbaik, upaya peningkatan yang tidak disiplin. Inilah yang menjatuhkan yang “Kuat”.

Bagaimana kita tahu kita telah melewati batas? Ada beberapa bagian potensial, bagian-bagian tertentu dari pertaruhan besar atau resiko yang mungkin akan Anda ambil, yang akan mengikis struktur modal Anda (atau mengekspos seluruh perusahaan, atau resiko-resiko merk). Tetapi tanda terbesar adalah melanggar apa yang saya sebut dengan “Hukum Packard”, yang menyatakan bahwa, “Jika Anda mengijinkan pertumbuhan melebihi kemampuan Anda untuk memiliki orang-orang tepat yang cukup (orang-orang yang “fantastis”) di tempat-tempat yang penting di perusahaan kita, Anda akan terjatuh. Langkah pertama adalah untuk selalu mengatur pertumbuhan dan mengatur pencapaian.”

Ingatlah pelajaran “Baik menjadi Hebat” (dari buku “Good to Great”), para pemimpin pertama kalinya bukan memantapkan visi dan kemudian memotivasi orang untuk sampai di sana. Mereka pertama kali menemukan orang yang tepat “di dalam bus” dan orang yang tepat “di tempat-tempat yang penting” dan kemudian memikirkan ke mana mereka akan mengendarai bus tersebut.

Bersambung ke “Never Ever Give Up, oleh Jim Collins, Bagian Kedua (Selesai)”

Disadur dari DVD “The Global Leadership Summit 2010”
Pembicara oleh Jim Collins

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s