Never Ever Give Up, oleh Jim Collins, Bagian Kedua (Selesai)

Standard

Tahap Ketiga adalah Penyangkalan Resiko dan Bahaya

Kesombongan yang lahir dari keberhasilan mengarahkan pada upaya peningkatan yang tidak disiplin, dan Anda berhenti dari petualangan yang besar ini. Tapi di tahap itu mulai muncul tanda peringatan, mulai muncul elemen dan informasi yang mengatakan kepada Anda bahwa semuanya tidak baik dan mungkin ada hal-hal yang harus diberi perhatian. Kita kehilangan anggota, dan beberapa angka kita mengalami penurunan, atau kita juga mendapatkan umpan balik yang tidak kita sukai. Tapi, hal yang terpenting adalah kita menyangkalnya. Dari luar Anda dapat terlihat hebat, dan hal itu membuat menjadi mudah dan masuk akal untuk menyangkal.

Untuk mengetahui apakah perusahaan Anda sedang naik atau turun, kita dapat melihat dari apa yang tim Anda lakukan. “Tim yang Menanjak” versus “Tim yang Menurun”. Kita dapat melihat di sisi manakah kita. Apakah kita terlihat seperti tim yang sedang menanjak atau seperti tim yang sedang menurun. Karena jika tim Anda sedang menanjak, Anda akan menjauhi budaya penyangkalan tersebut. Jika tim Anda sedang menurun, Anda akan melihat elemen-elemen dari budaya penyangkalan itu.

Ada pelajaran yang bagus tentang “Stockdale Paradox”, yang diajarkan oleh Admiral Jim Stockdale, yang merupakan perwira militer dengan ranking tertinggi di Hanoi Hilton. Dia ditembak pada tahun 1967, dan masih hidup sampai tahun 1974, serta disiksa lebih dari 20 kali. Di dalam bukunya, “In Love and War,” di mana dia menulis bersama istrinya tentang tahun-tahunnya selama masih menjadi tahanan perang. Pihak musuh bisa menarik dia kapan saja dari selnya dan menyiksanya. Dia tidak tahu apakah dia akan keluar dan memikul beban komando, dia tidak tahu apakah dia akan melihat istri dan anak-anaknya lagi. Tetapi Admiral Jim tidak pernah menjadi depresi dalam hidupnya karena dia tidak pernah guncang dalam imannya. Tidak hanya karena Admiral Jim akan keluar, tetapi sebagai saat yang menentukan dalam hidupnya, dan dalam mengenang kembali masa lalunya, dia tidak akan pernah mau menukarnya. Ketika Admiral Jim ditanya bahwa siapa yang tidak sekuat dia, beliau menjawab yaitu orang yang optimis.

Orang yang optimis adalah orang yang selalu berkata bahwa kita akan keluar saat hari Natal yang datang dan lewat begitu saja. Anda jangan pernah bingung tentang perlunya iman yang tidak terguncangkan, yang Anda bisa dan Anda akan bertahan pada akhirnya. Jangan pernah menyerah. Tetap beriman kepada Tuhan, dan jangan pernah menyerah, serta jangan lupakan untuk tetap melihat fakta yang ada dari perusahaan kita.

Tahap Keempat adalah Mencari Keselamatan.

Permainan dimulai. Resiko yang Anda sangkal, bahaya yang Anda sangkal, akan melempar Anda ke ujung, dan Anda sedang jatuh. Dan, banyak dari kita yang memiliki kecenderungan untuk mencari “usaha penyelamatan” dari luar. Mencari merger-merger, mencari pemimpin yang berkharisma, yang akan menyelamatkan kita. Lebih dari 90% perusahaan dari tahap “Baik menjadi Hebat” mendapatkan CEO mereka dari dalam. 2/3 perusahaan pembanding mencari penyelamat dari luar dan gagal untuk menjadi “Hebat”. Kejayaan tidak pernah merupakan kejadian tunggal, tidak pernah merupakan satu senjata pamungkas, tidak pernah merupakan satu terobosan tunggal.

Itu merupakan proses kumulatif. Sebuah proses ke arah yang benar dan konsisten. Orang yang disiplin terlibat dalam pemikiran yang disiplin, dan mengambil tindakan disiplin konsisten dengan hal apa yang mereka sukai, dengan nilai-nilai mereka, apa yang mereka bisa menjadi yang terbaik dan di mana mereka memiliki mesin sumber daya.

Tahap Kelima adalah Kapitulasi (Pengakuan Kalah Perang)

Kita masuk di akhir tahap keempat dan masih dapat kembali sebagai perusahaan yang “Hebat”. Tetapi di tingkat kelima ini adalah akhir dari apa yang kita usahakan dan kita menyerah. Kita telah menghabiskan semua modal finansial kita, menghabiskan modal reputasi Anda. Kita kehabisan pilihan dan opsi. Kesempatan sudah tertutup dan permainan berakhir.

Kontradiksi Total dari Tahap Kelima

Jim Collins dan Jerry Porras pada tahun 1989 memilih perusahaan-perusahaan untuk sebuah buku berjudul “Built to Last”. Mereka memilih 18 perusahaan dengan bantuan satu kelompok besar terdiri dari para CEO, apa yang disebut sebagai perusahaan visioner dan perusahaan yang bertahan. Tahun 2009, semua 18 perusahaan itu masih merupakan perusahaan yang berdiri sendiri dan independen sampai pada hari ini. Kebanyakan yang masih kuat seperti Johnson & Johnson, Proctor & Gamble, 3M, dan Disney.

Mengapa mereka tetap berdiri dan kuat? Karena mereka memiliki alasan untuk bertahan dalam perjuangan itu. Jika alasannya hanya sekadar “Kesuksesan dan Uang”, maka itu tidaklah cukup. Jika Anda mengukur kesuksesan Anda dengan uang, Anda akan selalu kalah. Mereka memiliki jawaban atas pertanyaan apa yang akan hilang jika mereka lenyap. Apakah mereka akan meninggalkan lubang yang tidak bisa diisi dengan mudah oleh institusi lain? Kita harus berjuang, kita harus bertahan. Perusahaan yang bertahan didorong oleh tujuan di luar uang dan kesuksesan. Mereka memiliki nilai-nilai inti yang tidak akan mereka kompromikan. Ketika P&G di bawah tekanan pada tahun 1930 karena masa depresi, mereka tidak mau mengkompromikan kualitas produk. Mereka memiliki kekuatan atas nilai-nilai dan tujuan.

10 daftar tindakan spesifik:

Pertama. Lakukan diagnosa pribadi.

Kedua. Hitung berkat Anda sungguh-sungguh, hitung dalam kertas kerja. Hitung semua hal baik yang terjadi pada kita, dan yang bukan karena kita.

Ketiga. Latihan menghitung lainnya. Berapa rasio pertanyaan terhadap pernyataan Anda? Dapatkah Anda melipat-gandakannya pada tahun depan? Pemimpin terbaik yang pernah dipelajari adalah pemimpin yang mempertahankan kerendahan hatinya, bukan karena mereka tahu jawabannya, tetapi karena mereka tahu bahwa mereka tidak tahu jawabannya. Mereka menanyakan pertanyaan yang tepat.

Keempat. Berapa banyak “kursi kunci” yang Anda miliki dalam “bus” Anda? Berapa persentase “kursi kunci” Anda dipenuhi dengan orang yang tepat? Dan, apakah rencana Anda untuk mencapai 100% dengan orang yang “fantastis”?

Kelima. Lakukan diagnosa “Tim yang Menanjak” dan “Tim yang Menurun” dalam catatan Anda.

Keenam. Bersama tim yang terdiri dari orang-orang yang tepat, berkumpullah dalam pertemuan Anda berikutnya, dan ciptakan apakah “fakta-fakta brutal” yang kita hadapi.

Ketujuh. Ciptakan daftar “Berhenti-Lakukan”. Budaya disiplin, dari orang yang disiplin, pemikiran yang disiplin, tindakan yang disiplin, dimulai bukan dengan apa yang kita lakukan. Tetapi dengan apa yang kita berdisiplin untuk berhenti melakukannya.

Kedelapan. Tentukan hasilnya.

Kesembilan. Gandakan penjangkauan Anda pada orang-orang muda dengan mengubah praktek Anda, tanpa mengubah nilai-nilai utama Anda.

Kesepuluh. Tetapkan tujuan yang besar dan berani. Berakar dalam tujuan Anda untuk menekankan kembali ide bahwa pekerjaan Anda tidak pernah selesai. Jadilah berguna.

Jika Anda benar-benar berketetapan untuk berguna, Anda tidak akan pernah bisa menyerah. Jangan pernah menyerah sampai kapan pun. Jalan keluar dari kegelapan dimulai dengan orang yang sangat-sangat gigih, yang secara sah dan meyakinkan tidak bisa untuk menyerah. Adalah satu hal untuk menderita kekalahan yang mengejutkan, yang mungkin terjadi terhadap setiap bisnis yang bertahan, setiap perusahaan sosial dan setiap orang. Benar-benar hal yang berbeda, untuk menyerah terhadap nilai-nilai, aspirasi yang membuat perjuangan panjang layak untuk dilakukan. Milikilah kemauan untuk mengubah taktik, tetapi jangan pernah menyerah terhadap tujuan utama Anda.

Milikilah kemauan untuk membunuh “ide yang gagal”, bahkan untuk menutup “operasi besar” yang telah Anda lakukan dalam jangka waktu yang panjang. Milikilah kemauan untuk menerima “kehancuran yang tidak terhindarkan” dari kreativitas, tetapi jangan pernah menyerah terhadap disiplin untuk menciptakan masa depan Anda sendiri. Milikilah kemauan untuk menerima kekalahan dan mengalami kesakitan. Untuk sementara kita akan merasa kehilangan kebebasan, tetapi jangan pernah menyerah dalam iman dan kemampuan untuk bertahan. Jangan pernah menyerah terhadap nilai utama Anda.

Selesai

Disadur dari DVD “The Global Leadership Summit 2010”
Pembicara oleh Jim Collins

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s