Identitas Kita dalam Kristus

Standard

Identitas kita dapat berganti beberapa kali sehari, tergantung apa yang kita lakukan, atau siapa teman kita. Tanpa memahami bahwa kita adalah anak Allah yang dibeli dengan mahal (1 Petrus 1:18-19), menemukan identitas kita akan menjadi tugas yang sulit. Dalam “Citizens vs. Strangers”, Jeremy Carr membagi kesaksian bagaimana ia dapat memahami identitasnya..

“Pada musim panas 2002, saya bepergian dengan bus dari Budapest, Hongaria ke Rumania. Ketika kami berhenti di perbatasan, petugas keamanan memeriksa paspor kami. Meskipun saya telah melewati rute ini puluhan kali, saat itu berbeda. Rupanya, penampilan saya waktu itu tidak seperti foto dalam paspor. Saya diantar keluar dari bus ke kantor oleh beberapa petugas Hongaria. Ruangan itu penuh dengan orang-orang yang berbicara dalam bahasa Inggris, Rumania, dan Hongaria sehingga terdengar kacau. Setelah beberapa panggilan telepon dan 20 menit berkeringat, kewarganegaraan Amerika saya dikonfirmasikan, dan saya dengan ramah diizinkan melewati perbatasan. Sebagai orang asing di negara lain, saya mengalami beberapa perbedaan kebudayaan dan bahasa. Namun, saya menyadari bahwa kewarganegaraan saya membawa pengharapan tertentu yang diasumsikan dalam identitas saya..”

Dalam film “The Dark Knight”, Batman mengatakan, “Bukan siapa saya, melainkan apa yang saya lakukan yang menegaskan identitas saya.” Namun, sebagai orang percaya, kita tidak ditentukan oleh siapa kita dan apa yang kita lakukan. Kita ditentukan oleh siapa Kristus dan apa yang telah Dia lakukan. Pentingnya berada dalam identitas ini akan membentuk pemahaman bersama tentang diri kita sebagai komunitas orang percaya, yaitu gereja. Yesus Kristus telah memberi Anda identitas. Apakah Anda hidup sebagai anak Allah?

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19).

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” (1 Yohanes 3:1).

Disarikan dari Renungan Living Life November 2010..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s