Alkitab vs. Gadget

Standard

Kira-kira apa yang bakal terjadi kalau kita memperlakukan Alkitab seperti Gadget kita?

Bisa ngga kita membawa Alkitab kita ke mana pun kita pergi?
Mau ngga kita membukanya beberapa kali sehari?
Apakah kita mau mengulang bagian ayat yang kita lupa?
Apakah kita sudah merenungkannya,
setelah membaca pesan yang tertulis dalam Alkitab?
Mungkin ngga ya kalau kita ngga bisa hidup tanpa Alkitab?

Bisa ngga kalau kita memberi Alkitab ke anak kita sebagai hadiah?
Masihkah kita menggunakannya saat kondisi darurat?
Apakah bakal membuat kita berkata..
“Hm.. Alkitabku mana ya?”

Tidak seperti Gadget, kita ngga usah khawatir Alkitab bakal tidak aktif karena kehabisan pulsa. Mengapa? Karena Tuhan sudah memberikan “abonemen gratis seumur hidup” kepada kita. Membuat kita diam dan berpikir sejenak, “Prioritasku apa dulu ya? Alkitab atau Gadget dulu?” Dan jangan khawatir juga: ngga akan ada pemutusan hubungan, ngga memerlukan lepas baterai, ngga perlu di-charge, ngga perlu download, dan ngga perlu tambahan aplikasi.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17).

Tuhan memberkati..

Disarikan dari berbagai sumber..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s