Berawal dari Satu

Standard

Jumlah satu itu sedikit atau banyak?

Tergantung satu apa. Kalau satu rupiah itu sedikit, satu juta rupiah banyak. Waktu satu menit sebentar, untuk satu hari lumayan. Satu tahun merupakan waktu yang lama, apalagi satu abad. Satu butir nasi apalah artinya, satu piring nasi barulah namanya makan. Bahkan satu bakul nasi dapat dimakan oleh empat atau lima orang. Sekali lagi, tergantung dari satu apa.

Pada masanya, satu talenta bukanlah jumlah yang sedikit. Bahkan sesungguhnya jumlahnya sangat besar. Talenta adalah satuan (berat) mata uang Yunani yang tertinggi nilainya. Dengan satu talenta saja, seseorang sudah dapat membeli dua ratus ekor lembu. Di dalam kitab Matius 25:14-28, masing-masing hamba memang diberikan jumlah talenta yang berbeda. Tetapi yang paling sedikit pun, tetaplah nilainya berjumlah besar. Jadi tidak ada alasan untuk memendamnya. Tidak ada alasan untuk berkata “tidak cukup”. Bagaimana kalau masih dipendam juga? Tidak ada penyebab lain lagi, selain kenyataan bahwa ia adalah hamba yang malas. Ia mengira jumlah satu itu sedikit dan tidak memiliki arti bila hanya memiliki satu talenta.

Kita pun sering merasa seperti itu. Mengira bahwa “satu” itu kecil dan apalah artinya. Padahal tidak. Satu senyuman memulai sebuah usaha persahabatan. Satu nyanyian ikut menciptakan suasana yang romantis. Satu tepukan hangat di pundak mampu untuk memompa semangat. Satu bintang di kegelapan malam dapat memandu jalan dari seorang pelaut. Satu hak suara sanggup untuk mengubah wajah satu bangsa. Satu langkah menjadi awal dari sebuah perjalanan panjang. Dan, satu kata dapat mengawali sebuah doa.

Satu orang diri Anda berharga di mata Tuhan. Satu orang beriman bisa mengantar sepuluh, seratus, bahkan seribu orang untuk mengenal Tuhan. Satu peran menjadikan sebuah pelayanan menjadi lengkap. Jadi, mengapa tidak memulai dari angka yang “satu” itu? Semua angka lain berawal dari satu. Semua mimpi besar dimulai dari satu tindakan kecil yang dilakukan dengan setia dan bertekun.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).

Tuhan memberkati..

Disarikan dari berbagai sumber..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s