Lesson from George McClellan

Standard

Pada tahun 1861-1865, terjadi perang saudara di Amerika. Sekelompok negara bagian di bagian selatan Amerika ingin memisahkan diri dan membentuk pemerintahan sendiri. Sebaliknya, pemerintahan yang berada di bagian utara Amerika ingin menjaga keutuhan Amerika. Pada masa itu Abraham Lincoln terpilih menjadi presiden dan bertindak sebagai pucuk pimpinan pasukan utara. Suatu ketika, kondisi peperangan memasuki masa kritis untuk pasukan utara. Sejumlah besar pasukan utara terpaksa mundur dan melarikan diri ke daerah negara Virginia. Para jenderal pasukan utara mulai khawatir dan putus asa melihat kondisi pasukan mereka yang lemah secara mental dan juga terlihat kelelahan akibat perang.

Di saat-saat seperti itu, Presiden Lincoln memanggil George McClellan, yaitu seorang jenderal yang bertugas melatih para tentara dan sangat dihormati oleh pasukan utara tetapi tidak terlalu terlibat pada peperangan di lapangan. Lincoln memanggil McClellan untuk memimpin pasukan utara yang sudah merosot mentalnya. Para penasihat Lincoln dan jenderal lain menentang keputusan ini, namun beruntunglah Lincoln tahu apa yang dia lakukan. Jenderal McClellan segera berangkat menuju Virginia.

Ketika sampai di Virginia, McClellan berpapasan dengan pasukan utara yang sedang mengundurkan diri dari peperangan. McClellan kemudian mengayunkan topi dan meneriakkan kata-kata motivasi kepada seluruh pasukan yang ia jumpai. Melihat jenderal yang melatih mereka dan sangat mereka hormati datang menyemangati, tiba-tiba semangat juang seluruh pasukan bangkit. Para ahli sejarah bahkan menilai bahwa saat McClellan kembali ke medan perang di Virginia sebenarnya merupakan titik balik bagi pasukan utara karena kehadiran McClellan bukanlah untuk memberikan strategi perang ataupun teknik perang yang canggih, melainkan menularkan semangat juang kepada pasukan yang sudah putus asa itu.

Anda harus sadar bahwa antusiasme bersifat menular. Jika sebagai pemimpin Anda tidak memiliki antusiasme dan mudah patah arang, bagaimana mungkin bawahan dan tim Anda bisa bersemangat? Salah satu CEO terbaik dari perusahaan SoundView pernah berkata bahwa saat krisis terjadi orang akan selalu berpaling pada pemimpin untuk mendapatkan dukungan emosional dan moral. Apakah Anda selalu menularkan semangat dan antusias pada tim Anda? Atau apakah malah aura pesimis, ketakutan, dan putus asa yang Anda bawa setiap hari?

Untuk melihat apakah seorang pemimpin memiliki semangat positif, bisa dilihat dari para bawahannya. Jika bawahannya mudah patah arang, mudah berpikiran negatif, dan tidak antusias, biasanya akan demikian pula pemimpin mereka. Mulai hari ini bawalah semangat dan antusiasme dalam diri Anda, dan tularkan kepada orang lain! Sebagai akhir dari bagian ini, marilah kita renungkan kata-kata Ralph Waldo Emerson, “Antusiasme adalah induk dari semua usaha, tidak ada hal besar yang bisa dicapai tanpa antusiasme!”

Hari ini tularkan semangat antusias Anda kepada minimal tiga orang. Anda bisa melakukannya dengan menepuk pundaknya sambil mengucapkan selamat, menyalaminya, memberinya senyum, mengirimkan sms motivasi, mengucapkan pujian, atau cara apa pun yang menurut Anda paling kreatif dan bisa menularkan semangat. Lakukanlah hal ini setiap hari maka Anda akan melihat bahwa orang-orang di sekeliling Anda akan semakin antusias.

Dikutip dari buku “Crazy! Leadership”
Oleh ‘Josua’ Iwan Wahyudi
Halaman 82-84

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s