Jika Impian Dapat Terbang, Bagian Kedua (Selesai)

Standard

Sebuah Impian

Jangan meremehkan kuasa dari sebuah impian tunggal!

Tidak seorang pun dapat menyangkali betapa sebuah impian telah mengubah daerah Amerika selamanya. Impian itu muncul di anak tangga Lincoln Memorial pada tanggal 28 Agustus 1963. Di bawah terik matahari siang, penerima Hadiah Nobel Perdamaian, Martin Luther King, Jr., berbicara di depan ribuan orang, hasratnya yang menggebu-gebu menyapu para pendengarnya yang haus berdiri di dalam pusat perbelanjaan nasional:

“Saya berkata kepada Anda hari ini, sahabat, bahwa walaupun pada saat sekarang terjadi kesulitan dan frustasi, saya masih memiliki sebuah impian.. Saya mempunyai sebuah impian bahwa suatu hari kelak bangsa ini akan bangkit dan hidup berdasarkan keyakinan sejati ini: ‘Kami mempercayai kebenaran ini sebagai sesuatu yang tidak perlu dibuktikan: bahwa semua orang diciptakan sederajat.’ .. Saya mempunyai sebuah impian bahwa keempat anak saya suatu hari kelak akan hidup di dalam sebuah bangsa di mana mereka tidak dinilai berdasarkan warna kulit mereka tetapi berdasarkan kadar karakter mereka. Saya memiliki sebuah impian hari ini!” (Martin Luther King, Jr., “I have a Dream,” Web66, Juli 2002. http://web66.coled.umn.edu/new/MLK/MLK.html [dibuka tanggal 31 Juli 2002]).

Dan impian itu bergema di seluruh Amerika. Tidak lama sesudah itu, 100.000 orang berbaris di Selma, Alabama. Yang lain melakukan aksi pemogokan di Birmingham. Penentang impian membakar rumah-rumah orang yang mogok dan menghancurkan mobil mereka, tetapi harapan mereka—berada di dalam cengkeraman visi satu orang yang melayang tinggi—tidak tergoyahkan. Seluruh bangsa diguncangkan di bawah kuasa dari impian satu orang!

Sekarang jika impian seseorang dapat melakukan hal seperti itu bagi bangsa Amerika, bayangkan apa yang dapat dilakukan sebuah impian bagi Gereja. Pikirkanlah mengenai kuasa mukjizat yang tersedia untuk mengubah para pria dan wanita muda menjadi pemimpin yang dapat dijadikan teladan. Bayangkan apa yang dapat dilakukan impian itu bagi pernikahan, keluarga dan komunitas. Bayangkanlah kemungkinan yang terletak di balik kuasa sebuah impian tunggal yang diberikan Tuhan.

Ketika benih potensi yang ditanamkan secara ilahi bertunas, dengan segera impian merontokkan kulit luar benih itu dan mulai bertumbuh mencapai tinggi yang sempurna. Tunas yang bertumbuh dapat memecahkan batu yang paling sulit diatasi atau membuka lebar batu karang. Tunas itu dapat mengangkat seorang Abraham Lincoln dari kemiskinan yang menyedihkan ke Ruang Oval. Tunas dapat membebaskan seorang Helen Keller yang tidak berpengharapan dari kegelapan, kebisuan seumur hidup dan mengubah dia menjadi penulis dunia yang terkenal dan menguasai enam bahasa. Tunas itu dapat mengajar Thomas Edison untuk meletakkan kawat pijar yang tipis di dalam sebuah ruang tabung hampa dan menerangi dunia. Tunas dapat membuat sepeda melayang dengan sayap angin di Kitty Hawk.

Salomo mengingatkan kita dalam Pengkhotbah 3:11 bahwa “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka” (penekanan ditambahkan). Tuhan memberikan masing-masing kita suatu kesadaran yang dibawa sejak lahir mengenai nilai kekekalan kita—perangkat penyisiran, sistem pelacak surgawi, impian kita—di mana, jika diperhatikan, akan memimpin kita ke dalam rencana-Nya bagi keberadaan kita. Dia menanamkan di dalam kita sebuah keingintahuan ilahi yang menarik kita pada kebaikan-Nya.

Marco Polo

Saya teringat sebuah permainan musim panas ketika masih kecil di pinggir kolam renang. “Marco!” Teriak saya. Segera, dengan hiruk pikuk para pemain melesat memasuki tempat yang lebih dalam sementara yang lain berenang dengan gaya anjing menuju sudut daerah pertempuran. Suara mereka akan diikuti dengan kata, “Polo!” Reaksi mereka yang gembira berlaku sebagai penuntun saya dari dalam, mirip seperti pemantau sinyal pesawat terbang yang memunculkan titik-titik sinar pada layar radar. Saya terus mencari mangsa saya: “Marco!” Karena permainan itu mewajibkan saya menutup mata, suara teman-teman saya menyampaikan sinyal yang dibutuhkan untuk melacak dan mengalahkan sasaran saya. “Polo!”

Keberhasilan kita dalam mengejar impian kita, dalam arti luas, akan menentukan kesuksesan kita dalam mencapai tujuan kita. Tanpa kerelaan untuk mengejar impian hingga pada akhir, kita dapat tersesat, walaupun mempunyai peta di dalam tangan kita. Impian ini memegang kunci bagi pertumbuhan, kepribadian dan tugas ilahi kita. Dengan meraih tujuan ilahi yang dimaksudkan, kita dapat mengubah hidup, gereja dan memberikan semangat baru pada keberadaan yang lama dan berdebu. Itulah sebabnya mengapa impian ini akan menantang, mendorong dan membayangi Anda hingga Anda menyerah pada panggilan tersebut. Di dalam penyerahan, Anda akan menemukan kemenangan yang lebih indah daripada apa saja yang ada.

Kuasa untuk Berubah

Bayangkan jika semua impian Anda dapat terbang! Bayangkan jika semua potensi dalam gereja kita dibebaskan. Dapatkah Anda melukiskan betapa hal itu akan mengubah dunia kita?

Tetapi impian sungguh dapat terbang, dan tidak ada impian yang lebih berkuasa daripada impian yang telah ditempatkan Tuhan dalam hati Anda. Apakah Anda ingat mengenai apa yang dilakukan Yesus terhadap 12 rakyat jelata yang kasar dari Galilea? Nelayan yang sederhana, biasa dan bersahaja—tetapi setelah tiga setengah tahun, mereka dapat mengubah dunia. Yesus melihat sesuatu di dalam para pemula ini yang mereka sendiri tak dapat lihat. Segera impian ilahi yang ditanamkan di dalam mereka bangkit dan seluruh dunia mengarahkan perhatian kepada mereka.

Selesai.

Dikutip dari “Pembebas Impian”
Ditulis oleh Wayne Cordeiro
Halaman 28-31

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s