Uang Masa Depan

Standard

Sejarawan Prancis, Alexis de Tocqueville pernah memprediksi tentang keadaan keuangan masyarakat Amerika. Ia menuliskan ini sekitar 100 tahun yang lalu, “Tidak ada negara lain, di mana cinta akan uang telah tumbuh di dalam hati setiap orang.” 

Sekitar dua tahun terakhir, Amerika mengalami krisis keuangan yang disebabkan oleh gaya hidup masyarakatnya yang suka memakai “uang masa depan”. Masyarakat Amerika hidup dengan kemudahan fasilitas kartu kredit, yang memacu orang untuk memakai penghasilan bulan depan untuk berbelanja. Gaya hidup memakai uang masa depan ini yang kemudian membuat banyak orang terlilit utang, bunga bank yang relatif tinggi membuat banyak orang bangkrut dan menjadi miskin. Masyarakat di kota-kota besar di Indonesia pun mulai tertular gaya hidup yang gemar memakai uang masa depan ini. 

Ada 3 langkah yang akan membantu Anda untuk keluar dari masalah lilitan utang: 

Pertama, berhenti membuat utang baru, apalagi dalam jumlah yang besar. Belajarlah mendisiplin diri untuk melihat dan mencatat uang tunai yang Anda miliki, bukan melihat pada usaha apa yang bisa Anda lakukan untuk mendapat pinjaman. Jangan berusaha membuat utang baru untuk memenuhi apa yang Anda inginkan, itu adalah jebakan yang akan membuat Anda terpuruk lebih dalam. Gunakan uang tunai yang ada untuk memenuhi kebutuhan, dan cukupkanlah diri dengan uang yang ada pada Anda “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”” (Ibrani 13:5).

Kedua, rencanakan masa depan. Seseorang mengamati perbedaan sikap dalam cara mengelola keuangan antara pihak yang kaya dan yang miskin. Mereka yang kaya menginvestasikan sebagian dari uang mereka dan memakai sisanya; sementara yang miskin berupaya menghabiskan uangnya dan menginvestasikan apa yang tersisa. Jika Anda benar-benar ingin keluar dari lilitan utang, rencanakan masa depan dengan mengelola keuangan secara benar. Jika Anda menginginkan satu barang dan tidak memiliki uang untuk membelinya, menabunglah terlebih dahulu. Setelah terkumpul barulah membelinya secara tunai. 

Ketiga, jangan mengharapkan mukjizat instan, jadilah penghasil uang yang baik. Untuk dapat menjadi pengatur uang yang baik, Anda harus memiliki uang untuk diatur. Bekerjalah secara maksimal untuk menghasilkan uang yang Anda butuhkan. Jangan mengharapkan “hujan uang”, karena Tuhan hanya akan memberkati orang yang bekerja keras dan cerdas.

Masalah keuangan menjadi penyebab orang kurang tidur atau tidak bisa tidur, menurunkan performa kerja, bahkan menjadi isu tertinggi yang menyebabkan perceraian. Ada banyak masalah yang timbul karena tidak bisa mengelola keuangan. Jadilah pengelola uang yang baik! Orang yang merdeka tidak mengikuti segala “keinginan daging” yang membuatnya terlilit utang. (Disarikan dari renungan Manna Sorgawi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s