Bersikap Jujur

Standard

“Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan, dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.” (Yesaya 33:15-16).

Dunia mengatakan “Mencari uang dengan tidak jujur saja sangat sulit, apalagi dengan kejujuran..” Tetapi Tuhan berkata sebaliknya. Justru orang jujur akan diberkati dan kebutuhannya terpenuhi. Kini, siapa yang lebih Anda percaya? Dunia atau Tuhan?

Dalam sebuah buku biografi, seorang pemimpin perusahaan besar di Indonesia mengatakan, “Sangat mudah mencari orang pintar. Orang pintar sangat banyak di dunia. Tapi jarang ada orang yang jujur. Saya lebih baik bekerja dengan orang yang jujur daripada dengan orang pintar. Orang jujur bisa dilatih menjadi pintar. Tapi sulit melatih orang pintar menjadi jujur.” Ironis, banyak orang memiliki potensi besar dalam hidupnya, tapi rusak karena bersikap tidak jujur.

Tuhan membenci orang yang tidak jujur. “Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.” (Amsal 11:1). Ayat ini menunjuk kepada orang yang suka menipu orang lain dalam dunia usaha. Beberapa orang mengatur timbangan sedemikian rupa sehingga bisa untung lebih banyak. Meski keuntungan yang diambil hanya beberapa rupiah, tapi Tuhan membenci perilaku seperti ini. Sebaliknya, orang jujur melakukan sesuatu untuk membuat segala sesuatu menjadi benar. Meski hal itu bisa membuat mereka mengorbankan harta miliknya.

Kejujuran kita akan selalu diuji oleh Tuhan. Kita diuji ketika sedang membuat laporan kerja, laporan pajak, dan laporan penjualan. Kiranya kita selalu sadar bahwa Tuhan tidak pernah menutup mata. Ia adalah Allah yang adil dan selalu menuntut tanggung jawab atas setiap perbuatan kita. Dan kita harus selalu mengingat bahwa kita dipanggil untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini, salah satunya adalah dengan bersikap jujur dalam segala hal.

Disadur dari tulisan mas Agung
Pernah dimuat di Warta GMS Pusat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s