Pembuat Sabun dan pak Pendeta

Standard

Tuan X adalah seorang dari pemilik pabrik sabun mandi yang terkenal. Pada suatu hari ia bertemu dengan Pendeta John dalam sebuah acara di Balai Kota. Keduanya berbincang-bincang sejenak, namun pembicaraan akhirnya menjadi agak tegang sebab tuan X berkata, “Berita Injil yang kau khotbahkan itu sama sekali tidak memiliki kegunaan. Buktinya sudah berapa lama engkau berkhotbah, di kota kita ini masih saja banyak orang yang berbuat jahat.”

Pendeta John terdiam sejenak dan berdoa dalam hatinya memohon hikmat dari Tuhan untuk memberikan jawaban yang tepat kepada tuan X. Ketika ia sedang berdoa, ada seorang anak kecil yang lewat untuk mengambil bolanya di dekat kaki Pendeta John. Rupanya anak itu sedang asyik bermain sepak bola dengan teman-temannya di lapangan yang becek dan berlumpur karena baru saja turun hujan. Pakaian dan tubuh anak itu kotor penuh dengan lumpur.

Melihat itu semua, timbullah hikmat untuk memberikan jawaban kepada tuan X. Ia berkata, “Saya juga melihat walaupun Anda sudah menghasilkan ribuan sabun di pabrik Anda, semua sabun itu tidak memiliki manfaat! Buktinya masih ada saja anak yang badannya kotor dan penuh lumpur.” Tuan X begitu tersinggung mendengar jawaban pak Pendeta, dan ia menjawab, “Engkau tentunya tahu bahwa sabun hanya akan berfungsi dengan baik apabila dipakai untuk membersihkan badan pada waktu mandi?”

Pak Pendeta tersenyum bijak sambil berkata, “Demikian pula halnya dengan berita Injil yang aku khotbahkan. Injil itu hanya akan bekerja secara efektif apabila orang yang mendengar mau untuk membuka hati dan menerimanya dengan sukacita!” Pemilik pabrik sabun yang congkak itu lalu terdiam seribu bahasa, ia tidak memiliki kata-kata lagi untuk mempermalukan pak Pendeta.

Disadur dari buku Lentera Surgawi
Oleh Pdt. Ishak Sugianto
Halaman 93-94
[Dengan editan seperlunya..]

“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”” (Roma 1:16-17).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s