Precious Moments

Standard

Suatu hari yang terik ketika saya berada di dalam mobil, terjebak di dalam kemacetan lalu lintas Jakarta yang padat, saya melihat sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan situasi saat itu. Di atas trotoar, berjalan seorang ibu dengan pakaiannya yang sangat sederhana sambil menggandeng putrinya yang menggendong sebuah boneka yang sudah usang. Mereka berjalan sambil tertawa ceria dan sesekali bertatapan. Sepertinya mereka tidak terganggu dengan teriknya matahari dan polusi dari asap kendaraan bermotor di sekitar mereka.

Saya tidak pernah dapat melupakan pemandangan tersebut. Moment yang indah bersama orang yang kita kasihi dapat tercipta kapan saja dan di mana saja, tanpa tergantung oleh kondisi dan situasi. Ibu dan anak yang saya lihat di trotoar siang itu misalnya, kebahagiaan mereka tidak terusik dengan kondisi mereka yang begitu sederhana, bahkan mereka dapat tertawa bersama di siang panas yang terik.

Kita bisa begitu fokus kepada materi tanpa menyadari bahwa yang paling penting adalah hubungan (relationship) dengan kekasih hati kita. Ketika sedang berada di dalam mobil misalnya, kita sering sibuk dengan cellphone atau PDA sementara anak-anak juga sibuk dengan mainan elektronik mereka sendiri. Tidak ada percakapan apalagi canda. Setiap waktu yang berlalu dapat terbuang begitu saja jika kita tidak menikmati moment-moment tersebut. Saya pikir, moment adalah seperti foto candid yang diabadikan. Kita tidak dapat menciptakan moment yang persis sama untuk sebuah candid photo.

Kita dapat memberi nilai kepada kegiatan-kegiatan seperti sarapan pagi bersama, atau menolong mereka mengerjakan pekerjaan rumah sebagai rutinitas semata atau moment yang berharga. Benar bahwa setiap pagi kita akan duduk di meja makan yang sama, pada jam yang sama, bahkan mungkin dengan menu sarapan yang sama, tetapi moment yang tercipta tidak akan mungkin sama. Renungkan bahwa di dalam sejarah hanya akan ada satu kali saja tanggal 9 Agustus 2000 pukul 09:08:01. Moment itu tidak akan pernah terulang, karena moment yang telah berlalu tidak akan datang lagi.

Saya harus mengakui bahwa dengan padatnya aktivitas dan rutinitas, seringkali saya melewatkan moment-moment yang berharga. Biasanya setelah berlalu, saya sering menyesal mengapa saya tidak pause (berhenti, tambahan Penulis) sejenak dari aktivitas saya untuk mengatakan apa yang seharusnya saya katakan atau melakukan apa yang harus saya lakukan. And most of the time, it’s just too late (dan sering kali, hal itu sering terlambat.. Tambahan Penulis). Sebesar apapun penyesalan saya dan sekuat apapun tekad saya untuk melakukannya, saya tidak dapat mengembalikan waktu yang telah berlalu. Hari pasti akan berlalu, berganti dengan hari yang baru. Oleh karena itu mari kita meneladani firman Tuhan ini, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).

Salah satu moment berharga yang paling saya nikmati adalah ketika menyisiri rambut panjang putri saya sebelum ia tidur. Ia mengenakan pakaian tidurnya, dan rambutnya yang panjang tergerai dengan indah. Ia akan duduk di pangkuan saya dan kemudian saya akan mulai menyisiri rambutnya dengan lembut. Kami akan bercakap-cakap mengenai banyak hal. Setiap kali saya selesai, ia akan selalu membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepada saya. Saya tidak dapat mengingat apa saja yang pernah kami perbincangkan. Tetapi setiap kali saya membayangkan moment tersebut, ada rasa hangat mengalir memenuhi hati saya.

Digest:

The most precious moment is
when we look into our dearest one eyes.
When we hold their hands.
When we run our fingers through their hair.
Pause…

Take a moment to look,
take a moment to feel,
take a moment to cherish; with your heart.

–Hanna Carol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s