Nasihat dari Ayah Pengantin Pria

Standard

Kata-kata punya pengaruh yang menakjubkan. Kesan yang ditimbulkan oleh suara seorang ayah bisa menggerakkan seluruh kehidupan -Gordon MacDonald

Tugasku adalah tugas yang paling tak ada gunanya di dunia. Ayah pengantin pria. Putra kami, Stephen, akan menikah akhir pekan ini dan, sebagai ayah pengantin pria, aku diharapkan untuk tidak berbuat apa-apa. Ya, aku harus hadir. Tapi, hanya itu. Aku tak punya tugas apa-apa. Aku tidak harus menyewa kuartet pemain musik string, atau memesan bunga, atau memilih anggur yang enak tapi murah, atau berjalan menuju altar. Aku bisa duduk terkantuk-kantuk dan orang takkan peduli. Atau memperhatikan. Hmm, peran pasif seperti itu tak cocok untukku; aku ingin berperan aktif. Karena itu, sebagai kontribusiku pada peresmian pernikahan itu, aku menawarkan kepada Stephen dan pengantinnya, Rhea, nasihat perkawinan ini.

• Jangan lupa sarapan yang bergizi. Perkawinan yang baik menuntut banyak energi. Jangan mengawali hari dengan perut kosong.
• Selalu dahulukan kepentingan pasanganmu.
• Jangan tinggalkan rumah tanpa mencium dia. Itu menyenangkan. Kalau kau bisa menambahkan tepukan sayang di pipi atau di bahu, itu lebih baik.
• Bersenang-senanglah. Jika kau tak dapat membuat pasanganmu tertawa, pasti ada yang tidak beres.
• Sejak awal, sadarilah bahwa ada hal-hal yang tak mungkin kau sepakati–suhu kamar yang tepat, mobil yang akan dibeli, makanan, atau acara tivi. Itu normal. Jangan panik.

• Jangan mencoba memenangkan setiap pertengkaran. Ambil sikap kompromi dengan penuh harga diri. Dan jangan bersenang di balik kekalahan pasanganmu.
• Hiduplah sesuai dengan penghasilan kalian. Manajemen keuangan jauh lebih penting daripada yang kalian kira. Jangan takut hidup miskin. Bukan benda-benda duniawi yang bisa membuat kalian rukun. Kelak, jika kalian mengenang masa lalu, bukan benda-benda itu yang akan kalian ingat.
• Kejutan. Kalian butuh banyak kejutan. Kemarin pagi kutemukan sebuah puisi di bawah piring sarapanku. Sekarang kalian tahu mengapa aku bersyukur punya teman hidup yang terbaik di galaksi ini.

• Jangan mengomel, mengeluh, atau meninggalkan sesuatu di kantong pakaian yang akan dimasukkan ke mesin cuci.
• Jangan simpan senyum terbaikmu untuk orang yang tak kaukenal, orang-orang di kantor atau klien-klienmu. Tentukan prioritasmu.
• Usahakan untuk bisa mengobrol dengan santai. Menurutku ini penting.

• Sediakan ranjang yang besar dan nyaman, tempat kalian bisa memulai atau mengakhiri hari dengan berpelukan. Jika kau terlalu sibuk untuk berpelukan di tempat tidur, mungkin kau menderita sindrom parah penyakit “merasa diri penting”–sesuatu yang bisa berakibat fatal dalam perkawinan.
• Kalian harus tetap saling menghargai, walaupun sudah merayakan perkawinan emas.
• Selalu jujur.

• Jangan menganggap saat-saat romantis sudah lewat setelah kalian menikah. Saat itu justru baru mulai, kalau kalian bisa menikmatinya dengan benar.
• Nikmati makan malam bersama sambil mengobrolkan berbagai kejadian hari itu. Jangan menyetel televisi. Jangan membaca koran. Jangan hanya mengeluh. Itulah saatnya untuk bersantai dan melupakan beban kerja.
• Sesekali hidangkan makanan istimewa. Masakan yang istimewa membuat orang senang.
• Sedikit kemewahan takkan merusak perkawinan.

• Usahakan untuk punya anak. Dan jika sudah punya anak, rawatlah mereka, cintailah mereka, nikmatilah keberadaan mereka, sisihkan waktu untuk bersama mereka, katakan tidak kepada mereka, bermainlah dengan mereka, peluklah mereka. Anak adalah sumbangan paling penting yang bisa kalian berikan kepada dunia. Karena itu, jangan perlakukan mereka seperti sekadar hobi, jangan berikan mereka kepada orang lain untuk diasuh.

• Bangunlah beranda segera setelah kalian mampu. Sediakan dua kursi yang nyaman. Duduklah santai di beranda pada malam-malam musim panas dan nikmatilah pemandangan matahari terbenam. Kalian tidak harus bepergian ke mana-mana untuk bisa menikmati hidup.
• Pastikan dirimu ada di samping pasanganmu di saat-saat yang menyenangkan, juga di saat-saat sulit.
• Dengarkan, dengarkan, dengarkan. Kau akan heran mengetahui apa yang kaupelajari.

• Jangan pernah menerapkan standar ganda.
• Pagi-pagi sekali, ketika kau masih setengah bangun, ulurkan tanganmu dan sentuhlah pasanganmu untuk memastikan bahwa dia tidur di sampingmu, dan bahwa semua beres. Kelembutan tetap sah menurut hukum.
• Dan akhirnya: Undanglah ayah pengantin pria untuk makan malam di rumahmu jika kau masak meatloaf atau Swiss steak. Dia berjanji tidak akan memberi nasihat lagi kepada kalian.

–Gary Lautens

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.” (Amsal 1:8-9).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s