Satu Pemenang dari 300 juta Pesaing

Standard

Sebuah artikel menyebutkan bahwa ada sekitar 300 juta sel sperma sekali keluar, dan ini adalah jumlah yang luar biasa banyaknya. Tetapi untuk membuahi, hanya diperlukan satu sel sperma untuk bertemu dengan sel telur. Bayangkan betapa ketatnya kompetisi yang terjadi: 300 juta yang bersaing, hanya ada satu yang dapat membuahi sel telur. Dan hasilnya adalah Anda dan saya. Selain itu, jika dibanding antara sel sperma yang sangat kecil, untuk dapat mencapai sel telur yang hanya berjarak sekitar 10 cm ke dalam tentu sudah merupakan jarak tempuh yang sangat jauh.

Jika dibuat perbandingan dengan ukuran tubuh manusia secara rata-rata, ternyata sel sperma harus menempuh jarak setara dengan 150 km jarak yang ditempuh manusia untuk dapat meraih sel telur. Belum lagi dalam menempuh jarak sejauh itu, ratusan juta sel sperma ini harus melewati tingkat keasaman tertentu untuk dapat mencapai sel telur dengan selamat. Sebagian besar yang tidak tahan akan mati dalam perjalanan. Perjuangan yang luar biasa, namun hanya satu sel sperma pemenang yang akhirnya berhasil mencapai sel telur, membuahinya, dan lahirlah Anda dan saya. Satu sel juara itulah yang akhirnya menjadi diri kita.

Sering kali kita “mundur”, ketika menghadapi persaingan berat. Kita kerap merasa kalah sebelum bertanding, karena mental kita tidak cukup tegar dan berani untuk berjuang. Tetapi, sadarkah bahwa Anda pun sesungguhnya terlahir sebagai pemenang? Anda adalah pemenang bukan dari 10 atau 100 pesaing, tetapi dari kemenangan menghadapi 300 juta pesaing. Fakta ini membuktikan bahwa Anda dan saya adalah yang terbaik dari antara 300 juta pesaing itu. Jika ada orang yang berpikir bahwa ia terlahir sebagai pecundang, itu artinya ia tidak memahami apa-apa tentang proses terbentuknya dirinya dalam kandungan ibunya.

Ia tidak menyadari bahwa sesungguhnya ia terlahir bukan sebagai pecundang, tetapi merupakan hasil kemenangan dari persaingan yang luar biasa ketatnya. Anda dan saya lahir hari ini, di muka bumi, sebagai hasil dari sebuah kemenangan yang begitu luar biasa dahsyat dan ajaib. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya bersaing dengan ratusan juta kompetitor sekaligus? Rata-rata orang tidak akan sanggup, walau pun hanya dengan membayangkan saja. Tetapi fakta mengatakan bahwa sebelum kita tahu apa-apa mengenai persaingan, kita ternyata sudah terlahir sebagai pemenang.

Pemazmur memahami dan mengerti betul ketika menyadari eksistensi atau keberadaan dirinya dan manusia-manusia lainnya di muka bumi ini. “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” (Mazmur 139:4). Ini adalah sebuah ucapan yang saya yakin lahir dari sebuah perenungan yang mendalam.

Fakta yang tidak bisa dibantah bahwa kita lahir sebagai yang terbaik dari 300 juta pesaing. Jika demikian mengapa kita harus lemah, putus asa, dan cepat menyerah saat berhadapan dengan tantangan atau kompetisi yang ketat dalam hidup ini, padahal kita memiliki benih pemenang? Ratusan juta sudah kita kalahkan, bahkan sebelum kita menyadari apa-apa. Seperti itulah hakikatnya kita diciptakan Tuhan, “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun..” (Ulangan 28:13). Ini adalah bukti nyata bahwa kita terlahir tidak sebagai pecundang melainkan sebagai pemenang, yang berasal dari benih pemenang pula.

Beranikah Anda bermimpi untuk menang menghadapi ratusan, ribuan bahkan jutaan pesaing? Jika tadinya tidak, sekarang dengan menyadari proses terbentuknya kita dari benih pemenang ini, seharusnya Anda bisa yakin, minimal lebih dari sebelumnya. Tuhan sudah menciptakan Anda sebagai juara sejak awal, Tuhan telah menciptakan Anda dengan potensi yang luar biasa, untuk dapat terus menang dalam berbagai tantangan atau persaingan yang ketat.

Firman Tuhan berkata “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37). Seperti itulah direncanakan Tuhan, dan Dia sudah memberikan semua kelengkapan yang dibutuhkan agar sanggup mencapainya. Kita terlahir untuk menuai keberhasilan demi keberhasilan, malah untuk lebih dari sekadar pemenang. Itu janji Tuhan yang bisa kita peroleh apabila kita taat kepada-Nya, mau merenungkan firman-Nya, dan melakukan tepat seperti apa yang Dia kehendaki.

Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif, “mental yang lemah”, dosa, kemalasan, atau hal-hal apapun merintangi apa yang sudah direncanakan Tuhan bagi kita semua sejak semula. Berdirilah tegak, yakinlah dengan segala kemampuan yang sudah diberikan Tuhan kepada Anda, keluarlah dan jadilah pemenang. Kita sekarang ada di dunia ini sebagai buah dari kemenangan yang dahsyat dan ajaib. Tuhan Yesus memberkati.

–Disadur dari Email

[ Pernah dimuat di dalam Buletin Phos edisi November 2011 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s