Sebuah Hubungan yang Dipulihkan

Standard

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Seberapa penting makna dari sebuah hubungan bagi kita? Beberapa orang menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang penting. Namun, sebagian lagi menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa saja atau sama sekali tidak penting selama hubungan itu tidaklah memberi keuntungan apa-apa baginya. Ada sebagian orang yang mengorbankan sebuah hubungan demi mendapat apa yang diinginkannya. Demi uang, keluarga bisa bermusuhan. Demi uang, ada orangtua yang rela menjual anaknya atau bahkan memanfaatkan anaknya. Demi sebuah kepentingan, persahabatan bisa hancur.

Hal inilah yang membedakan antara manusia dengan Tuhan soal hubungan. Manusia mengorbankan hubungan demi apa yang disukainya, sedang Tuhan mengorbankan apa yang Dia cintai demi sebuah hubungan yang dipulihkan. Tuhan rela menyerahkan Anak-Nya yang tunggal dan menjadikan-Nya sebagai “korban pendamaian” untuk memulihkan hubungan Tuhan dengan manusia.

Pada Desember 2000 di Battleship Missouri Memorial, Komite Persaudaraan Amerika-Jepang melakukan rekonsiliasi untuk memulihkan hubungan antara korban perang Pearl Harbour dengan 3 orang pilot Jepang yang dahulu pernah membombardir Pearl Harbour. Ketika para korban perang tersebut bersedia mengampuni dan memeluk para tentara Jepang, suasana menjadi sangat haru karena telah terjadi sebuah hubungan yang telah dipulihkan. Hal yang sama juga Tuhan dapat lakukan untuk memulihkan hubungan antara diri-Nya dengan manusia. Dia mau mengampuni dosa-dosa kita dan mau menerima kita apa adanya.

Di bulan Desember seperti ini banyak dari antara kita yang disibukkan untuk mempersiapkan Natal. Jangan sampai kita terlalu sibuk mempersiapkan Natal namun lupa akan makna Natal yang sebenarnya. Kelahiran Tuhan Yesus di dunia adalah sebuah inisiatif Tuhan untuk menjangkau dan memulihkan hubungan-Nya dengan manusia. Itulah kasih sejati, bersedia berkorban demi memulihkan sebuah hubungan. Tuhan Yesus memberkati..

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9).

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s