The Hand that Rocks the Cradle is the Hand that Rocks the World

Standard

Judul di atas merupakan sebuah pepatah yang cukup terkenal. Tangan yang mengayun buaian bayi adalah tangan yang mengguncangkan dunia. Tangan ibu yang lembut mengayun dilakukan dalam gerakan yang persisten (melakukan suatu gerakan yang sama dengan berulang-ulang, terus menerus, dalam suatu jangka waktu tertentu) dan konsisten (melakukan suatu gerakan yang sama, dengan prinsip, kekuatan dan kecepatan yang sama, dalam suatu jangka waktu tertentu). Jika persisten berbicara tentang endurance (ketahanan), maka konsisten berbicara tentang pattern atau pola yang sama (bertaat asas).

Kekuatan yang dimiliki seorang ibu adalah untuk mengasihi anak-anaknya dengan kasih yang tidak berubah dan tidak berkesudahan. Tangan ibu adalah tangan yang penuh kelembutan dan kehangatan. Tangan yang mengandung kekuatan yang sangat besar sehingga seorang anak tidak hanya merasa aman dalam dekapan ibunya tetapi juga akan menemukan kekuatan yang mereka butuhkan untuk mengalahkan dunia. Dalam buaian tangan ibu, seorang bayi memulai perjalanannya untuk menjadi seorang manusia yang dewasa dan mandiri.

Dekapan seorang ibu mengimpartasikan kekuatan dan kepercayaan diri yang besar, yang mengatakan banyak hal: “You’ll make it!“, “Everything will be okay“, “You are my hero“, “I’m so proud of you.” Kekuatan kita berasal dari kasih yang kita miliki bagi anak-anak kita. Kasih yang memampukan kita berjalan lebih jauh dan mendaki lebih tinggi. Kasih yang memampukan kita untuk tetap bertahan dan tidak pernah menyerah.

Setiap kali seorang anak datang kepada ibunya, ia tidak harus menduga-duga apakah hari ini ia dikasihi lebih atau kurang dari sebelumnya; apakah hari ini ibunya masih tetap mengasihi dirinya. Setiap kali seorang anak lari ke dalam dekapan ibunya, ia akan menemukan kasih yang sama tersedia berlimpah baginya. Kasih yang: Sabar, lemah lembut, murah hati, memaafkan, tidak mementingkan diri sendiri, penuh dengan kebenaran, penuh dengan pengharapan, percaya akan semua yang terbaik bagi anaknya, menanggung segala sesuatu dan yang tidak berkesudahan.

Jika dunia dapat mengakui kekuatan yang dimiliki di dalam kelembutan tangan seorang ibu, bukankah terlebih lagi kita dapat menghargai kekuatan tersebut dan mempergunakannya dengan bijaksana? Di dalam dekapan tangan kita yang penuh kasih, seorang pribadi sedang dikuatkan dan dibangun untuk menjadi pemenang di dalam kehidupannya.

–Hanna Carol

Sebuah dedikasi untuk seorang Ibu dan seluruh perempuan yang berperan,
Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2011..

[ Pernah dimuat dalam Buletin Phos, 25 Desember 2011 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s