Membunuh Iri Hati dan Rumah Seribu Cermin

Standard

“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.” (Amsal 14:30).

Di sebuah kota, hiduplah dua orang pedagang yang saling bertetangga. Namun sayang sekali, kedua pedagang tersebut saling membenci dan selalu bersaing untuk dapat mengalahkan toko tetangganya. Pada suatu hari, seseorang di antara mereka bertobat dan pedagang yang bertobat ini datang kepada D.L. Moody, seorang hamba TUHAN yang diurapi. Pedagang itu berkata, “Pak, sekarang saya sudah bertobat, tetapi mengapa saya masih saja ada rasa iri hati dengan tetangga di sebelah saya itu. Saya ingin sekali menghilangkan rasa iri hati ini, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya.”

Dengan tenang D.L. Moody berkata, “Begini, bila seseorang datang ke tokomu hendak membeli sebuah barang dan barang tersebut ternyata tidak kau miliki, suruhlah ia untuk mencari di toko tetanggamu itu.” Dengan terkejut, pedagang ini berkata, “Wah, bagaimana mungkin Pak? Dia saja selama ini menjelek-jelekkan barang dagangan saya. Masa saya sekarang malah membantu dia?” Dengan bijaksana, D.L. Moody menjawab, “Begini pak, sebenarnya kalau Bapak mau melakukannya, Bapak sedang “membunuh” rasa iri hati itu.”

Akhirnya pedagang ini mulai melakukan apa yang disarankan oleh D.L. Moody. Dan setelah melakukannya, tetangganya juga melakukan hal yang sama. Bila barang yang dicari di tokonya tidak ada, ia juga akan menginformasikan untuk mencari di toko tetangga di sebelahnya. Dan tak lama kemudian akhirnya keduanya berbaikan dan menjadi sahabat kembali.

Sahabat, tahukah Anda bagaimana cara untuk membunuh iri hati? Salah satunya adalah dengan: Berbuat kebaikan terhadap orang yang Anda benci/tidak senangi. Menyatakan kasih Anda kepada mereka dengan memulai dari hal-hal yang kecil dan tampak sepele, maka tak lama kemudian semua rasa iri hati pasti akan lenyap. Karena orang yang menabur kebaikan pasti akan menuai kebaikan, serta orang yang menabur kebencian pasti juga akan menuai kebencian dalam hidup mereka.

Dikisahkan juga di dalam dongeng rakyat Jepang ada sebuah rumah yang di dalamnya terdapat seribu cermin. Pada suatu hari ada seekor anjing kecil yang periang dan selalu berbahagia melewati rumah itu. Dengan berlari gembira dia memutuskan untuk masuk ke dalamnya. Saat anjing periang itu masuk, ia terkejut karena mendapati di dalam rumah itu banyak sekali “anjing” yang mirip dengannya. “Anjing” tersebut menyambut kedatangan dirinya dengan ekor bergoyang-goyang dan daun telinga yang terangkat pula sama seperti dirinya.

Anjing kecil tersebut tersenyum gembira dan sekali lagi ia melihat semua “teman barunya” juga membalas senyumannya dengan senyum yang sama bersahabatnya. Saat anjing kecil itu meninggalkan rumah seribu cermin tersebut, dalam hati ia berkata, “Ini adalah tempat yang sangat menyenangkan. Ada banyak teman baru yang baik dan ramah. Aku pasti akan sering bermain ke sana.”

Lalu pada suatu waktu, ada seekor anjing lain yang memiliki watak pemarah dan tidak seriang anjing yang pertama. Anjing itu juga memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Dia masuk dengan perlahan dan tampak waspada, berjalan menuju ruangan di dalam rumah tersebut. Saat anjing itu masuk ke dalamnya, ia terkejut karena mendapati rumah tersebut ada banyak “anjing” yang tidak bersahabat. Lalu anjing itu mencoba untuk menggertaknya dengan mengeluarkan taring dan geraman kecil. Namun ia dikejutkan bahwa semua “anjing” di ruangan itu melakukan hal yang sama.

Dengan ketakutan anjing yang memiliki watak pemarah itu berlari keluar dari rumah cermin dan berkata dalam hatinya, “Rumah ini adalah tempat yang sangat menakutkan. Aku tidak akan pernah mau masuk lagi ke dalamnya.”

Apa yang kita lakukan terhadap orang-orang di lingkungan sekitar akan berdampak kembali kepada kita, sebagaimana yang kita berikan pada mereka. Bersikaplah positif, selalu ceria dan bahagia, agar sikap positif kita dapat mendatangkan hal-hal yang baik juga di dalam kehidupan kita.

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s