Renungan Singkat: Berbakti Demi Roti

Standard

“Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yohanes 6:26).

Calvin pernah mengatakan bahwa banyak orang mau menerima kabar sukacita dalam hidupnya mengenai Tuhan Yesus, kalau saja hidup mereka dapat terbebas dari “kepahitan salib” dan kalau yang mereka terima hanyalah membawa kepada “kesenangan daging” semata.

Bukankah sekarang ini banyak orang yang datang berdesakan di tempat ibadah hanya karena mereka mendengar banyak mujizat terjadi, karena adanya berkat jasmani yang disediakan, dan bukan lagi karena mereka haus akan kebenaran firman Tuhan? Banyak juga yang terkagum-kagum akan figur seorang hamba Tuhan yang hebat, mujizat-mujizat yang terjadi, penampakan seperti Kristus; tetapi sayangnya mereka tidak pernah memahami apa yang menjadi kehendak Allah yang sesungguhnya bagi kehidupan mereka. Dan dapat ditebak, ketika ada “badai kehidupan” diijinkan menerpa kehidupan, mereka tidak mampu bertahan melaluinya.

Melalui ayat di atas (Yohanes 6:26), Tuhan Yesus menegur orang-orang yang mencari-Nya dengan motivasi yang salah. Mencari Dia hanya karena ingin sakitnya disembuhkan, masalahnya diselesaikan, bebannya diangkat dan hidupnya diberkati. Padahal hidup tidak sekedar berbicara tentang mujizat, tetapi ada proses yang kita dapat belajar darinya.

Dalam buku “Menjadi Manusia Sempurna” orang-orang yang seperti di atas disebut sebagai orang-orang yang: “Berbakti demi roti” dan memiliki banyak penggemar. Mereka bahkan rela mengantri berlama-lama. Ibadah yang ada sekarang ini hanya diukur dari kuantitas jemaat dan perasaan puas. Sedangkan kualitas pertumbuhan rohani sudah diabaikan dan pengujian di dalam kehidupan tidak lagi dipedulikan.

Semakin hari ajaran Kristus semakin dimanipulasi dengan angka-angka kuantitas dan pencapaian emosi umat menjadi sasaran empuk. Tragis, namun dalam kenyataannya banyak yang tidak pernah mau untuk belajar firman Tuhan dengan benar, semua terjebak dalam “berbakti demi roti,” tidak ada lagi kerinduan untuk menggali kebenaran firman Tuhan secara utuh dan benar.

Ingatlah bahwa Alkitab berkata:

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Roma 14:17).

“Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”” (Matius 4:4).

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).

–Disarikan dari BBM pak Gembala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s