Jutawan dan Perempuan Pembersih Gedung

Standard

Ada seorang jutawan yang berkantor di lantai dua First National Bank Building. Setiap kali naik ke kantornya ia menggunakan lift, tetapi pulangnya berjalan kaki. Jutawan itu seorang yang angkuh. Dulu ia miskin, tapi kini terkenal. Ia berhasil karena kerja keras, dan kini menjadi pemuja uang. Ia membayar sewa kantornya secara teratur pada tanggal satu setiap bulan. Ia menganggap tak ada orang yang menjalankan lift, tak ada orang yang membersihkan jendela, dan tak ada orang yang menyekop batubara ke dalam perapian di bawah ketel uap. Demikian pula saat Natal, ia tidak mengingat satu pun dari antara mereka, dan tidak memberi mereka hadiah apa pun.

Di gedung itu ada seorang perempuan miskin yang pekerjaannya membersihkan anak tangga dan aula. Jutawan itu sering melewati perempuan itu, tapi tak pernah memperhatikannya. Ia selalu memandang ke atas dan memikirkan cara untuk mendapatkan uang dan uang.

Suatu hari saat akan pulang, jutawan itu mulai melangkahkan kaki menuruni anak tangga. Perempuan pembersih gedung itu sudah berada di lantai tengah. Ia telah membersihkan ruangan atas dan sekarang mulai membersihkan anak tangga lantai tengah. Pada anak tangga teratas, di tempat yang basah dan licin, tergeletak sabun batangan besar. Dan jutawan itu menginjak sabun tersebut. Kaki yang menginjak sabun itu meluncur ke arah timur, tempat terbitnya matahari. Sedangkan kaki sebelahnya lagi meluncur ke arah tenggelamnya matahari. Jutawan itu jatuh terduduk pada anak tangga teratas, namun ia segera berdiri. Ia terus menuruni tangga, namun cara jalannya tidak seperti biasanya. Perempuan pembersih gedung itu menepi dengan sikap sopan dan membiarkan jutawan itu lewat.

Sesampainya di anak tangga paling bawah, jutawan itu berpikir-pikir apakah sebaiknya ia ke kantor yang menyewakan gedung itu dan menuntut agar perempuan itu dipecat. Namun setelah dipertimbangkan, ia berpikir para penghuni gedung itu pasti akan menertawakannya bila ia mengatakan alasan pemecatan tersebut. Karena itu, ia memilih untuk diam. Namun sejak itu ia menaruh perhatian pada perempuan itu dan melewatinya dengan hati-hati.

Tak ada orang yang karena begitu terhormatnya atau hebatnya sampai dapat mengabaikan sesamanya. Bahkan seorang perempuan pembersih gedung yang sederhana dengan sabun batangannya dapat mengalihkan pikiran pengusaha terkenal dari masalah-masalah bisnisnya. Karena itu perhatikan kisah di atas, dan jangan menganggap diri paling hebat. Hal itu akan menjaga Anda agar tidak sombong.

–William E. Barton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s