Keledai yang Kelewat GR

Standard

Ada seekor keledai yang ditunggangi oleh Seseorang yang sedang berjalan dengan perlahan masuk ke dalam kota Yerusalem. Begitu tiba di depan pintu gerbang kota, alangkah terkejutnya si keledai dengan penyambutan meriah yang telah diberikan oleh penduduk di sana. Dengan sombongnya si keledai berkata dalam hatinya, “Ahaaa.. Baru tahu mereka betapa berharganya saya! Sampai mereka rela melepaskan pakaiannya untuk dijadikan alas, sehingga kakiku yang indah ini tidak kotor terkena debu di jalanan.”

“Hosana! Hosanaa!” Teriak penduduk menyambut..

Maka si keledai berjalan dengan membusungkan dadanya seraya bersikap penuh wibawa bagaikan seorang Kaisar yang lewat di antara kerumunan rakyatnya, “Terima kasih.. Terima kasih..” Begitu ujarnya berulang-ulang, sembari menoleh dan ke kanan dan ke kiri.

Kebingungannya pun bertambah tatkala ia mendengar penduduk yang berdiri di sekitarnya berseru,

“Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja!”

Mendengar kata-kata tersebut si keledai terkejut dan berkata di dalam hatinya, “Hah? Raja? Wah, jadi saya ini dianggap sebagai rajanya? Pantas saja saya disambut dengan luar biasa!”

Ketika kebanggaannya sudah memuncak, Sang Penunggang turun dari punggungnya, melangkahkan kakinya dan masuk menuju ke Bait Allah. Kerumunan orang yang tadinya mengerumuninya, segera mengikuti arah langkah kaki dari Sang Penunggang itu. Sehingga tinggallah si keledai sendirian, tanpa ada seorang pun yang berdiri di dekatnya. Barulah ia sadar bahwa sambutan yang meriah itu ternyata bukan untuknya, tetapi buat Sang Penunggang! Ah, betapa malunya si keledai yang kelewat GR ini..

Kita mungkin dapat tersenyum ketika membaca kisah ini. Tetapi tanpa disadari, kita sering bersikap GR seperti keledai itu. Kita sering lupa bahwa kita ini hanyalah “sebuah alat” yang sedang dipakai Tuhan. Dan, pujian yang diberikan di sekitar kita itu sebenarnya ditujukan kepada Tuhan yang sedang beracara di dalam hidup kita. Bila kita telah diberi kesempatan dan dipilih untuk menjadi alat-Nya, lewat apa pun profesi, setinggi apa pun posisi kita, itu semua hanya karena anugerah-Nya! Tetaplah rendah hati, mengucap syukur, dan kembalikan semuanya hanya bagi kemuliaan nama Tuhan..

Lirik lagu: Semua Kar’na Anugrah-Nya

Bukan kar’na kebaikanmu
Bukan kar’na fasih lidahmu
Bukan kar’na kekayaanmu
Kau dipilih kau dipanggil-Nya

Bukan kar’na kecakapanmu
Bukan kar’na baik rupamu
Bukan kar’na kelebihanmu
Kau dipanggil kau dipakai-Nya

Bila engkau dapat itu karunia-Nya
Bila engkau punya semua dari pada-Nya

Semua kar’na anug’rah-Nya
Dib’rikan kepada kita
Semua anug’rah-Nya bagi kita
Bila kita dipakai-Nya

–Disarikan dari BBM Bp. Yohanes Lauw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s