Memulai Tradisi Memberi

Standard

Sebenarnya apa sih perayaan Thanksgiving itu? Mungkin ini sesuatu yang masih asing bagi kita orang Indonesia. Supaya pembaca tidak penasaran, berikut saya ceritakan sedikit tentang asal mula perayaan Thanksgiving di Amerika.

Hari Pengucapan Syukur (Thanksgiving Day) adalah hari libur di Amerika Utara untuk mengucapkan terima kasih dan bersyukur pada akhir musim panen. Thanksgiving Day ini adalah hari libur resmi di Amerika Serikat yang jatuh pada hari Kamis keempat setiap bulan November. Sementara itu, Kanada, Thanksgiving Day jatuh pada hari Senin kedua bulan Oktober.

Di Amerika Serikat terdapat tradisi menikmati makan malam Thanksgiving bersama keluarga, teman, dan kerabat. Kalkun merupakan hidangan utama. Kalkun biasanya dimakan bersama saus kranberi dan hidangan lain, seperti kentang, jagung rebus, labu, dan berbagai macam sayur-sayuran musim gugur lainnya. Saat menikmati Thanksgiving, orang biasanya saling bercerita mengenai hal-hal baik yang telah mereka alami.

Pada usia 13 tahun, kehidupan keluarga Anthony Robbins (AR), speaker termahal dan mahaguru para motivator dunia, saat itu sederhana dengan sedikit uang. Orangtuanya bekerja sangat keras untuk membesarkan AR dan adik-adiknya. Dengan berbagai sebab AR mengalami keadaan keuangan yang sangat sulit.

Saat hari raya Thanksgiving, mereka sangat merindukan bisa merayakannya bersama keluarga, tetapi mereka tidak punya uang. Semuanya terlihat suram dan perayaan tahun ini bakal terlewatkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sampai seseorang muncul di pintu depan rumahnya membawa satu kardus penuh makanan, minuman kaleng, dan seekor kalkun. Orang yang membawanya mengatakan, “Bingkisan ini dari seseorang yang mencintai keluarga Anda dan menginginkan Anda bisa ikut bersuka-ria juga.” AR tidak pernah melupakan hari itu. Dia merasakan bantuan yang amat besar saat itu. AR berjanji pada dirinya sendiri, suatu saat jika menjadi orang sukses, dia akan membantu orang lain pada hari raya Thanksgiving.

Saat AR memiliki uang dan hidupnya mulai membaik, dia ingat janjinya pada hari Thanksgiving untuk memberi bingkisan kepada orang yang tidak punya. Maka, setiap hari Thanksgiving tiba, AR melakukan sesuatu seperti yang telah dilakukan seseorang yang telah memberinya bingkisan ketika dia masih kecil. AR pergi ke luar dan membeli makanan yang cukup banyak untuk satu bulan dan memberikannya kepada keluarga yang membutuhkan. AR mengirimkan makanan sebagai pengerja atau pembawa kiriman. AR tidak pernah menunjukkan identitasnya sebagai orang yang sebenarnya mengirim hadiah itu.

Dia selalu melampirkan pesan yang berbunyi,

“Ini berasal dari seseorang yang memerhatikan Anda dan berharap suatu hari Anda akan cukup memiliki perhatian, sehingga Anda dapat mengembalikan kebaikan ini kepada orang lain yang membutuhkan.”

Hal ini menjadi acara utama setiap tahun sejak itu.

Kiriman ke Harlem

Suatu saat AR ingin memberikan bingkisan dan kalkun di Harlem, tetapi dia tidak mempunyai kendaraan untuk mengangkut, bahkan semua mobil sewaan tutup. Pegawainya berkata,

“Lewatkan saja tahun ini.”

AR menjawab,
“Tidak, saya tetap akan melakukannya.”

“Lalu, bagaimana melakukannya, sementara tidak ada mobil yang mengangkut?” Tanya pegawainya.

AR mengatakan bahwa ada banyak kendaraan di jalan, hanya perlu satu yang mau membawa makanan. AR mulai menawar pada para pengemudi mobil yang mau membantunya. Hal seperti ini bukan sesuatu yang bagus untuk dilakukan di New York. Banyak pengemudi mengira mereka tidak harus bertugas karena hari itu adalah Thanksgiving.

Maka, rombongan AR pergi ke perempatan jalan dan mulai mengetuk kaca-kaca mobil di lampu merah, mengatakan bahwa mereka akan memberi 100 dolar jika ada yang mau membawanya ke Harlem. Ketika hal itu tidak berjalan dengan baik, AR mengubah pesannya sedikit. Dia mengatakan ingin mengambil waktu mereka selama satu setengah jam untuk membawa makanan kepada orang-orang yang membutuhkannya di “daerah terbelakang” dari kota ini.

AR terus mencari kendaraan yang cukup besar dan panjang untuk membawa semuanya. Mobil yang kemudian lewat cukup cantik berwarna cokelat gelap, cukup panjang dengan tambahan di belakangnya. Satu dari pegawai AR berlari menyeberangi jalan dan menyetopnya di lampu merah, mengetuk kacanya, dan menawarkan 100 dolar jika bersedia membawa makanan. Sang pengemudi berkata,

“Dengar, Anda tidak perlu membayar saya, saya akan membawa Anda dengan sukarela.”

Ini adalah mobil ke sepuluh yang mereka minta. Lalu, sopir itu mendekat, mengambil topi dan memakainya. Ternyata mobilnya bertuliskan Salvation Army (Bala Keselamatan). Pengemudi itu memperkenalkan diri sebagai Kapten John Rondon dan dia ingin memastikan bahwa AR benar-benar membawa makanan bagi yang membutuhkan. Maka, selain mengirim makanan ke Harlem, AR juga mengirimkan ke Bronx Selatan yang merupakan satu daerah paling kumuh di Amerika. Sang sopir membawa mobil kosong ke toko pengecer di Bronx Selatan, tempat AR bisa membeli makanan dan memberikannya kepada para buruh, kaum berpindah, orang jalanan, dan keluarga-keluarga yang harus bergulat untuk hidup.

Alhasil, peristiwa tersebut menjadi satu pengalaman yang berkesan bagi AR dan mereka yang beruntung memperoleh bingkisan Thanksgiving. Melalui yayasan Anthony Robbins Foundation, yang didirikan pada tahun 1991, telah memberi bingkisan kepada lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia selama Thanksgiving, Paskah, dan hari libur Desember. Inspirasi, pendidikan, dan pelatihan juga disampaikan kepada orang-orang secara luas. Melalui beberapa program yang ada, yayasan AR telah membantu lebih dari 2.000 sekolah, 700 penjara, serta membantu logistik dan kesehatan bagi 100.000 orang.

Anthony Robbins berkata, “Saya tidak melakukannya karena saya orang yang sombong. Saya melakukannya karena saya berutang pada hal ini. Dan bukankah menyenangkan mengetahui bahwa kalau Anda berutang sesuatu, Anda dapat mengembalikannya? Itulah alasan sebenarnya memiliki uang. Kita semua memiliki utang yang positif. Alasan terbaik memiliki uang adalah untuk mengembalikannya.”

–Disarikan dari tulisan Markus Tan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s