Segala Sesuatu Terjadi Seijin Tuhan

Standard

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).

Di balik awan yang paling kelabu sekalipun, pasti ada matahari yang bersinar terang. Dengan melihat lingkaran halo di sekeliling awan, kita seharusnya percaya bahwa Tuhan ada dalam setiap suka dan duka di hidup kita (Xavier Quentin Pranata).

Alkisah di sebuah kerajaan ada seorang raja yang memiliki kegemaran berburu. Pada suatu hari, dengan ditemani oleh sang penasihat dan pengawalnya, raja pergi untuk berburu di hutan. Karena kurang berhati-hati terjadilah kecelakaan kecil. Jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam. Raja sangat bersedih dan meminta pendapat dari penasihatnya. Sang penasihat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tetapi raja tetap bersedih karena kehilangan kelingkingnya.
Karena tidak tahu lagi apa yang harus diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasihat itu berkata, “Baginda, apa pun yang terjadi patut untuk kita syukuri.” Mendengar ucapan dari penasihatnya, raja langsung marah besar. “Kurang ajar! Kena musibah seperti ini bukannya dihibur, tetapi malah disuruh bersyukur!” Lalu raja segera memerintahkan para pengawalnya untuk menghukum penasihat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara. Hari demi hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikan hobinya untuk berburu. Hingga pada suatu hari, ketika sang raja bersama penasihatnya yang baru dan rombongan berburu ke hutan yang jauh dari istana, tanpa diduga sang raja dan penasihatnya tersesat dan terpisah dari rombongan.

Tidak lama setelah terpisah, mereka dihadang dan dicegat oleh suku primitif, dan lalu ditangkap serta diarak untuk dijadikan korban persembahan pada para dewa. Sebelum dijadikan persembahan, raja dan penasihatnya dimandikan. Saat giliran raja dimandikan, suku primitif tersebut menemukan bahwa salah satu jari kelingking raja terpotong. Mereka menganggap bahwa tubuhnya cacat sehingga tidak layak untuk dijadikan persembahan. Sang raja dibebaskan begitu saja oleh suku primitif tersebut. Penasihat yang baru dijadikan persembahan pada para dewa. Dengan susah payah akhirnya raja berhasil keluar dari hutan. Setibanya di istana, dia langsung memerintahkan supaya penasihat yang lamanya dibebaskan dari penjara.

“Penasihatku, aku berterimakasih kepadamu, nasihatmu ternyata benar, apapun yang terjadi kita patut untuk selalu bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong pada waktu itu, hari ini aku dapat pulang dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.” Kemudian sang raja menceritakan kisah perburuannya pada waktu itu secara lengkap.. Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru si penasihat berlutut, sembari berkata “Terimakasih baginda, saya juga bersyukur bahwa baginda telah memenjarakan saya pada waktu itu. Karena jika tidak, mungkin sekarang ini sayalah yang menjadi korban untuk dipersembahkan kepada dewa oleh suku primitif tersebut.

Pernahkah Anda melihat kain sulaman? Cobalah untuk melihat di balik sulaman yang indah itu. Anda akan menemukan bahwa benang yang dijahit tampak berantakan dan tidak teratur. Hidup pun sering kali juga demikian. Di balik sesuatu yang kelabu sering tampak pelangi yang indah. Di balik setiap permasalahan yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam kehidupan kita, selalu ada rencana indah yang Tuhan sudah sediakan. Nikmati dan syukuri setiap ujian yang sudah Tuhan ijinkan datang, karena Dia memberi yang terbaik sesuai pada waktu-Nya..

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s