Siapa Bos Anda Sebenarnya

Standard

“dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.” (Efesus 6:7).

Seandainya Anda mengadakan survei acak terhadap orang-orang yang bekerja, mungkin Anda akan menemukan lebih dari separuh orang itu tidak betul-betul menyukai jabatan mereka. Bahkan, mungkin banyak yang mengatakan bahwa mereka benci dengan pekerjaan mereka. Mungkin itulah sebabnya, ide “bekerja demi akhir pekan” itu demikian populer dalam kebudayaan Amerika. Orang mau menghindar dari tempat kerja sesegera mungkin.

Sayangnya, sikap seperti itu bisa menggerogoti kemampuan seseorang untuk berprestasi di tempat kerjanya. Karyawan yang bersikap “aku tidak mau berada di sini”, akan sering memilih bekerja secukupnya atau berupaya secukupnya. Mungkin Anda pun pernah merasa demikian dari waktu ke waktu. Tetapi menurut Alkitab, bekerja secukupnya itu tidaklah cukup baik. Paulus membahas persoalan ini dengan pernyataan yang tegas terhadap jemaat di Efesus, di mana ia mendorong umat Kristiani untuk mengerjakan segalanya seolah-olah bekerja bagi Allah.

Evaluasikanlah kebiasaan kerja Anda. Apakah Anda muncul tepat pada waktunya di tempat kerja dan bekerja sesuai jam kerja Anda? Apakah Anda menggunakan waktu Anda dengan efisien? Apakah Anda terfokus kepada tugas yang ada di depan mata? Apakah Anda mengantisipasi masalah dan berupaya menghindarinya bila memungkinkan? Kalau Anda sudah melakukan semuanya itu, carilah cara-cara untuk melakukannya lebih baik lagi.

Mulailah berbicara positif tentang jabatan Anda. Kalau Anda sudah menyukai pekerjaan Anda, Anda sudah di jalur yang benar. Tetapi, apabila Anda kurang senang dengan jabatan Anda, mungkin sudah waktunya Anda mencari hal-hal yang positif. Jabatan tetap mana pun itu baik, sebab setidaknya itu membantu Anda untuk mendapatkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Hal baik apa lagi yang bisa Anda katakan tentang pekerjaan Anda? Temukanlah sebanyak mungkin. Lalu fokuslah kepada yang positif daripada yang negatif.

Renungkanlah maksud yang lebih besar dari jabatan Anda. Apakah perusahaan itu menghasilkan sesuatu yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan orang lain? Sejauh produknya cocok dengan nilai-nilai Anda, bersemangatlah. Pandanglah gambaran yang lebih besar. Pandanglah peran Anda sebagai karyawan. Teladan Anda dalam bekerja bisa berbicara banyak kepada pemberi kerja Anda maupun sesama karyawan lainnya. Mungkin salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat perbedaan adalah dengan menjadi teladan bagi orang lain.

Bekerja seolah-olah bagi Allah mungkin tampaknya berat, tetapi sangat besar upahnya. Siapa tahu, Anda mungkin dipilih untuk dipromosikan karena sikap kerja Anda yang baik. Pokoknya, jangan lupa siapa bos Anda sebenarnya–Allah.

Aplikasi: Saya akan…

a. Merenungkan apa artinya bekerja seolah-olah bagi Allah (ya/tidak),
b. Mengevaluasi sikap saya yang sekarang terhadap pekerjaan (ya/tidak),
c. Fokus kepada aspek-aspek positif dari jabatan saya (ya/tidak),
d. Mencari cara-cara untuk menjadi teladan yang baik di tempat kerja (ya/tidak),
e. Menelaah gambaran yang lebih besar, yang berhubungan dengan jabatan saya dan bagaimana itu memengaruhi orang lain (ya/tidak),
f. Mengejar kesempurnaan dalam segala hal yang saya kerjakan (ya/tidak), dan
g. Belajar menyukai pekerjaan saya (ya/tidak).

Hal-hal yang harus dikerjakan:

a. Menciptakan pengingat yang mengatakan Allah itulah bos Anda dan memajangnya di rumah/tempat kerja untuk mengingatkan Anda, bagi siapa Anda sesungguhnya bekerja.
b. Membaca buku tentang kesempurnaan. Bandingkan wawasan yang Anda peroleh dari buku tersebut dengan pemahaman Anda akan perspektif Allah tentang kesempurnaan.
c. Berbicara dengan atasan dan menanyakan bagaimana Anda bisa lebih baik sebagai karyawan.
d. Membuat daftar sepuluh hal yang baik tentang jabatan Anda.
e. Menelepon seorang rekan sekerja dan meminta opininya tentang sikap umum Anda di tempat kerja.
f. Mendaftarkan diri dalam suatu kursus atau mencari sumber daya yang spesifik untuk meningkatkan keterampilan kerja Anda.

Hal-hal yang perlu diingat:

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16).
“Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.” (2 Tesalonika 3:10-11).

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17).
“Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.” (1 Tesalonika 4:11-12).

Disadur dari buku: “Checklist for Life”
Disarikan kembali oleh Ps. Audy Efraim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s