Surat dari Seorang Sahabat

Standard

Pada suatu malam, ada seorang pemuda yang sedang bermimpi. Dalam mimpinya itu, dia mendapat surat dari seorang sahabatnya yang berada di neraka. Lalu dengan sangat ketakutan dia mulai membuka dan membaca surat tersebut..

“Halo sobat. Aku sekarang sedang berada di neraka. Panas apinya di sini berkali-kali lipat lebih panas dari yang ada di bumi dan setan-setan yang di sini jauh lebih menyeramkan dari yang pernah dilukiskan di bumi. Sengaja aku menulis surat ini kepadamu, karena menurutku keberadaanku di sini adalah sepenuhnya kesalahanmu. Karena saat kau tahu kebenaran tentang Tuhan Yesus adalah Juruselamat Pribadi, mengapa kau tidak memberitahuku? Kau diam saja tanpa memberitahuku kebenaran tentang adanya lautan api neraka ini (Wahyu 20:14-15), kau tidak memberitahuku kebenaran bahwa setiap upah dosa yang kita lakukan adalah maut (Roma 6:23).

Padahal kita dulu sering belajar bersama-sama. Kita juga sering berpergian bersama. Apakah ini yang dinamakan sahabat? Apakah seorang sahabat rela membiarkan sahabatnya disiksa di api neraka oleh setan-setan yang mengerikan, untuk selamanya? Aku kecewa sekali pernah punya sahabat sepertimu.”

Lalu pemuda ini terbangun. Dia menangis semalaman itu. Lalu dia berdoa dan berjanji pada Tuhan bahwa besok pagi dia akan pergi ke rumah sahabatnya itu untuk bercerita tentang Tuhan Yesus adalah Juruselamat bagi umat manusia, tentang upah dosa itu adalah maut, dan tentang neraka. Besok paginya, pemuda ini segera pergi ke rumah sahabatnya. Di depan rumah, pemuda ini dibukakan pintu oleh seorang pria yang merupakan ayah dari sahabatnya itu. Dengan raut wajah yang sedih, ayahnya berkata,

“Apakah kamu tidak tahu bahwa anak saya mengalami kecelakaan 3 hari yang lalu? Apa tidak ada yang memberi kabar ini kepadamu?”

Sang pemuda tersebut terlambat bercerita tentang Tuhan Yesus yang adalah satu-satunya Juruselamat kepada sahabatnya..

Mungkin saat ini kita mempunyai sahabat yang erat dengan kita. Kita sering berpergian bersama, kita sering bercerita banyak hal padanya. Tetapi sahabat kita belum tahu kebenaran tentang Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6). Sahabat kita belum tahu tentang kebenaran adanya api neraka, bahwa upah dosa adalah maut. Maukah kita menjadi saksi dan menceritakan tentang kebenaran Tuhan Yesus pada sahabat dan pada setiap orang yang kita kenal? Sebelum terlambat waktunya. Sebelum kita bermimpi mendapat surat dari seorang sahabat kita dari neraka..

“Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Wahyu 20:14-15).

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23).

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6).

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s