2 Kisah Belajar Mensyukuri Karunia yang Ada

Standard

Kisah Pertama

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi juga membenci semua orang, kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu setia berada di sampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya ketika dia sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, gadis yang buta tersebut mendapat kabar bahwa ada seseorang yang mau untuk mendonorkan sepasang mata kepadanya, sehingga dia bisa melihat. Singkat cerita, operasi tersebut berhasil. Lalu kekasihnya bertanya, “Sekarang kamu sudah melihat indahnya dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat menerima kenyataan bahwa sebenarnya kekasihnya juga buta. Tentu saja dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan airmata mengalir deras, dan kemudian menulis surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga dan rawat baik-baik kedua bola mata saya.”

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia dapat berubah saat status hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa dia harus berterima-kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan. Hidup adalah anugerah. Tetaplah rendah hati, bersyukur, dan jangan pernah melupakan orang-orang yang sudah berbuat baik di dalam kehidupan kita.

Kisah Kedua

Ada kodok yang hidup di tepi kolam, dan sering tertidur dengan perut kelaparan karena seharian tidak ada serangga yang lewat. Ia begitu iri melihat kehidupan ikan yang berada di dalam kolam. Kerja mereka hanya santai, malas-malasan, dan hanya berenang-renang saja, tetapi pemilik kolam pasti memberi makan mereka setiap pagi dan sore harinya. Ia iri dengan kehidupan seperti itu. Hingga pada suatu siang, ia melihat pemilik kolam datang ke kolam tersebut. Bukan untuk memberi makan, tetapi membawa jaring untuk menangkap beberapa ekor ikan. “Malam ini kita akan pesta ikan panggang,” katanya. Mendengarnya si kodok tersadar, betapa beruntung dan bersyukur dirinya karena ia adalah seekor kodok.

Iri hati bisa timbul ketika kita kehilangan rasa syukur atas apa yang Tuhan berikan. Kita mulai membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kasih menjadi luntur, berganti dengan rasa tidak aman dan curiga. Jika Anda mulai mengalaminya, waspadalah. Di mana ada iri hati, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Naikkan “dosis” syukur dan kasih setiap hari, agar tak ada kesempatan iri tumbuh di dalam hati.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata yang kasar, ingatlah akan seseorang yang tidak dapat berbicara..

Sebelum engkau mengeluh tentang citarasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan..

Sebelum engkau mengeluh tentang keadaan suami atau istrimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup..

Sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke Surga..

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi sampai kini belum mendapatnya..

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan..

Syukuri apa yang ada, syukuri apa yang dimiliki,
Hidup adalah anugerah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s