Jebakan Tikus

Standard

Pada suatu hari ada seekor tikus yang menemukan “Jebakan Tikus” yang baru saja dipasang di rumah pak petani. Karena ketakutan, dia langsung berlari menuju kandang sahabatnya, yaitu ayam. Sesampainya di sana, tikus pun berkata pada sahabatnya ini, “Wah, di rumah pak petani sekarang dipasang jebakan tikus. Hati-hati loh sobat, kamu jangan sampai kena jebakannya”. Mendengar hal itu, ayam pun tersenyum geli dan berkata kepada sahabatnya ini, “Jebakan tikus ya untuk tikus, bukan untuk aku lagi! Bagaimana kalau kita hang-out di mal aja yuk, ngga usah meributkan hal itu? Hehehe.”

Mendengar hal itu, tikus tak menggubris ajakan sahabatnya dan dengan tak patah semangat lalu dia mendatangi rumah om babi dengan semangat juang 45. “Eh, om, barusan saya melihat ada jebakan tikus yang baru dipasang di rumah pak petani. Hati-hati loh om, jauh-jauh deh dari rumah pak petani.” Om babi yang saat itu habis dimassage dan difacial biar wajahnya mulus dan kencang pun berkata, “Pliss deh.. Lalu apa hubungannya denganku? Capee deh,” seru om babi sambil kaki kanannya diletakkan di dahi kepalanya.

Karena kecewa ngga ada yang mempercayainya, sang tikus datang ke rumah encik sapi yang saat itu terlihat sedang santai menguyah rumput sambil membaca hasil pertandingan Piala Dunia di koran. Ketika selesai mendengar cerita tikus, encik sapi tertawa terbahak-bahak, “Haiyaa.. You itu kurang kerjaan, laa.. Kenapa harus memberitahu owe? Kamu yang harus hati-hati, bukan owe,” sembari membenarkan kacamata bacanya yang melorot ke bawah akibat tertawa terbahak-bahak. Tikus pun berlalu dengan sedih, dan dia pun pulang ke lubang rumahnya yang mungil di pojok dalam rumah.

Malam harinya, tiba-tiba terjadi keributan besar di rumah pak petani karena ada seekor ular yang ekornya masuk terkena jebakan itu dan berusaha meloloskan diri. Istri pak petani terbangun karena terkejut dan langsung berlari ke dapur untuk melihat apa yang terjadi. Tetapi karena tidak waspada, dan si ular terkejut karena istri pak petani datang tiba-tiba, maka si ular menggigit kakinya istri pak petani. Pak petani pun segera membawa istrinya untuk diobati.

Keesokan harinya istri pak petani mengalami demam tinggi, lalu pak petani mengambil dan memotong ayam untuk membuat sop, dengan harapan supaya panas karena demam tingginya menurun. Karena lukanya semakin parah, banyak tetangga yang bersimpati datang, dan kemudian pak petani pun memotong babi untuk memberi suguhan kepada para tetangganya yang hadir menjenguk istri pak petani ini.

Beberapa hari kemudian istri pak petani pun meninggal dan lebih banyak orang lagi yang datang melayat di rumah pak petani tersebut. Untuk menjamu para tamu yang datang dan jumlahnya lebih banyak, pak petani pun akhirnya menyembelih sapinya. Di balik lubang rumahnya, sang tikus hanya bisa melihat dari jauh dan meratapi nasib teman-temannya yang disembelih untuk para tamu yang datang di rumah pak petani tersebut..

Be wise! Jadilah bijak! Jangan meremehkan peringatan sekecil apapun. Mungkin bagi kita, hal itu tampak sepele dan kesannya mungkin ngga masuk diakal saat itu. Tetapi banyak cara yang bisa dipakai Tuhan untuk memperingati kita. Bukankah ada tertulis, “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:13). Tuhan tahu apa rancangan yang terbaik bagi kita (Yeremia 29:11). Betapa sayangnya Dia kepada kita! Betapa berharganya kita bagi Dia, yang di mana kita diperlakukan seperti biji mata-Nya sendiri (Ulangan 32:10; Zakharia 2:8). Baca dan renungkan firman-Nya di Alkitab. Dengar apa yang Dia rindu sampaikan di dalam jam doa-doa Anda.

Be helpful! Jadilah orang yang suka menolong! Jangan menutup mata akan masalah orang lain, bila Anda dapat membantunya. Ada ayat di firman Tuhan yang tertulis, “Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.” (Amsal 28:27). “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” (Amsal 19:17).

Lakukan apa yang bisa kita lakukan, dengan meminta hikmat Tuhan tentunya. Kalau Tuhan Yesus sudah melakukan segala-galanya, bahkan memberikan nyawa-Nya sendiri bagi kita, mengapa kita tidak belajar meniru teladan-Nya? Masih ingatkah kita tentang kisah orang Samaria yang baik hati di Lukas 10:25-37? Bagaimana orang Samaria yang seharusnya menjadi musuh bagi orang Israel, malah justru lebih berhati baik dan mulia daripada orang Israel, daripada imam dan suku Lewi (ayat 31, 32).

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16).

Jadilah terang Kristus di manapun Anda berada dan ditempatkan. Lakukan tugas Anda dengan setia, dan biar Allah yang melakukan tugas-Nya. Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s