Kisah Sylvester “Rocky” Stallone

Standard

Sebuah kisah tentang sikap tetap berjuang dan pantang menyerah..

Pada tahun 1974 Sylvester Stallone adalah aktor figuran yang bokek alias tidak punya uang. Ketika menonton suatu pertandingan tinju, dia terinspirasi oleh seorang petinju yang belum punya nama yang saat itu bertanding begitu gigih melawan sang juara sejati “Mohammad Ali”. Buru-buru dia pulang dan segera menulis sebuah cerita film. Setelah bekerja siang dan malam selama tiga hari tanpa berhenti, dia menghasilkan draft naskah pertama sebuah cerita berjudul “Rocky”.

Stallone kemudian mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun, tidak ada seorang pun produsen yang memberi tanggapan serius atas cerita tersebut. Saat itu dia ditemani anjing kesayangannya yang bernama Timmy. Dia berusaha keras selama dua bulan, tetapi masih belum menampakkan hasil. Sampai suatu hari dia sama sekali tidak punya uang. Dengan sangat sedih dia menjual anjingnya dengan hanya dihargai 25 dolar AS untuk bisa menyambung hidup. Sejauh ini dia sudah menawarkan naskah ceritanya tidak kurang dari 600 kali.

Sampai suatu saat ada sebuah studio menawar naskahnya untuk difilmkan seharga 20.000 dolar AS dengan tokoh utama Ryan O’Neal dan Burt Reynolds. Stallone kegirangan mendapat penawaran tersebut. Namun, dia ingin membintangi filmnya tersebut. Lalu, dia menawarkan diri untuk bermain cuma-cuma. Dia ditolak oleh sang sutradara. Stallone pun menolak penawaran tersebut, walaupun sesungguhnya dia sangat membutuhkan uangnya.

Mereka kemudian menawar 80.000 dolar AS dengan syarat bukan dia yang membintangi tokoh utamanya. Kembali dia menolak. Mereka memberitahu bahwa Robert Redford tertarik dan bersedia membayar Stallone 200.000 dolar. Sekali lagi, Stallone menolak. Mereka menaikkan penawaran menjadi 300.000 dolar. Stallone memberitahu mereka bahwa dia tidak mau jika tidak dilibatkan. Mereka menawar 330.000 dolar, tetapi Stallone bersikeras tidak akan mau melihat filmnya dibuat kalau tidak boleh membintangi tokoh utamanya.

Akhirnya mereka setuju Stallone menjadi tokoh utamanya, tetapi dia hanya dibayar 20.000 dolar untuk naskah ceritanya, ditambah 340 dolar per minggu sesuai dengan upah minimum seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, dia hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar 6.000 dolar. Bukan 330.000 dolar AS.

Begitu mendapat uang, dia mencari orang yang membeli anjingnya tersebut di sebuah klub malam. Namun, sang pembeli tidak mau melepaskan Timmy begitu saja. Stallone lalu memberi tawaran dua kali lipat, tetapi si pembeli tetap tidak mau. Dia menaikkan tawaran menjadi 100, bahkan 200 dolar. Tetap saja pembeli itu menolak. Penawaran terus berlanjut. Stallone tidak menyerah karena Timmy sudah dianggap seperti sahabatnya dan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Akhirnya, dia harus mengeluarkan 3.000 dolar, ditambah syarat melibatkan sang pembeli sebagai pemeran tambahan dalam filmnya tersebut.

Apa yang terjadi selanjutnya? Dua tahun kemudian, pada tahun 1976 Stallone dinominasikan meraih Academy Award sebagai aktor terbaik. Film Rocky tersebut memenangi tiga Oscar, yakni untuk kategori film terbaik, sutradara terbaik, dan skenario film terbaik. Serial Rocky (Rocky 1-5) setelahnya meraih hampir 1 miliar dolar AS, menjadikan Stallone seorang bintang film internasional. Karenanya, ikutilah firasat dan intuisi Anda dan tetap fokus terhadap keinginan Anda!

–Disadur dari tulisan Markus Tan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s