Berjalan-jalan dengan Seekor Siput

Standard

Sore itu Tuhan memberiku sebuah tugas, yakni: Membawa seekor siput untuk berjalan-jalan di taman. Aku tak dapat berjalan terlalu cepat karena siput tak dapat mengikuti jejak langkah kakiku–dia hanya beralih dengan sedikit. Aku mendesak, menghardik, dan begitu memarahinya. Siput hanya memandangku dengan tatapan tak berdaya, meminta maaf, seraya berkata, “Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga untuk mengikutimu.”

Aku melihat siput mengucurkan keringat dengan deras sembari bernapas tersengal. Sungguh suatu hal yang aneh. Mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor siput berjalan-jalan? Tidakkah Dia tahu seberapa besar rentang jarak langkah kami? Langit pun menjadi sunyi, membiarkan aku berkeluh kesah tentang hal itu. Aku membiarkan siput tersebut merayap di depanku, sembari aku memelankan langkah, dan mencoba untuk menenangkan hatiku.

Tiba-tiba aku mencium harumnya aroma bunga dan baru menyadari bahwa aku sedang berada di taman bunga. Aku merasa sejuknya udara yang berasal dari hembusan angin malam yang demikian lembut. Aku mendengar suara kicauan burung dan melihat langit penuh dengan bintang yang cemerlang. Oh? Mengapa dulu aku tak dapat merasakan semua ini? Barulah aku teringat. Mungkin maksud Tuhan untuk meminta siput menemaniku berjalan-jalan agar aku dapat mamahami dan merasa keindahan dari taman ini. Agar aku dapat belajar untuk mensyukuri setiap berkat-Nya, yang sering aku anggap lalu di dalam hidup ini. He’s here and with me for one reason.

Saat engkau bertemu dengan seorang yang mengasihimu, haruslah engkau berusaha untuk bersamanya, menjaga hubungan yang baik di sepanjang hidupmu. Karena ketika dia pergi meninggalkanmu, segalanya terasa terlambat.
Saat bertemu dengan teman yang dapat dipercaya, rukun-rukunlah untuk hidup bersama dengannya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tidaklah mudah untuk ditemukan.
Saat bertemu dengan penolongmu, ingatlah untuk bersyukur pada Tuhan atas kehadiran dirinya. Karena melalui hidupnya, Tuhan mengubah hidupmu menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

Saat bertemu dengan orang yang pernah kaucintai, ingatlah untuk tersenyum kepadanya sebagai ucapan terima kasih. Karena melalui hidupnya, kita dapat mengenal dan mengerti tentang apa arti kata dari “Cinta Kasih.”
Saat bertemu dengan orang yang pernah engkau benci, tegur dan sapalah dia dengan senyum hangatmu. Karena melalui hidupnya, kita dapat belajar untuk semakin teguh dan kuat dalam menghadapi hidup ini.
Saat bertemu dengan orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincang dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini kita tak dapat belajar memahami orang lain.

Saat bertemu dengan orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah engkau juga berharap hidupnya menjadi bahagia?
Saat bertemu dengan orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.
Saat bertemu dengan orang yang pernah bersalah-paham denganmu, gunakanlah saat tersebut untuk menjelaskannya. Karena mungkin engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk menjelaskan.
Dan, saat bertemu dengan orang yang sekarang ini menemanimu seumur hidup, berterima kasihlah pada Tuhan. Karena sepenuhnya ia mencintaimu, dan kalian mendapat kebahagiaan dan cinta sejati.

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s