Menggunakan Waktu dengan Bijaksana

Standard

Kisah Pertama

“Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.” (Ratapan 3:40)

Caron Butler adalah pemain basket profesional yang bermain untuk tim Washington Wizards di Amerika Serikat. Saat ini ia dikenal sebagai pemain yang bukan saja hebat, tetapi juga mengabdi pada masyarakat. Padahal semasa kecilnya, ia dikenal sebagai anak yang bermasalah dan pernah dipenjara. Namun ternyata justru di dalam penjara itulah, ia mengevaluasi hidupnya dan menyadari kesalahan-kesalahan yang telah ia perbuat. Maka ia pun berubah, sehingga dapat menjadi Caron Butler seperti yang dikenal sekarang.

Kesusahan yang kita alami kerap kali menjadi waktu yang tepat untuk kita berdiam diri dan mengevaluasi hidup. Inilah yang dilakukan oleh sang penulis ratapan ketika bersusah hati di tengah kondisi bangsanya yang porak-poranda. Ia bisa saja hanya mengasihani diri. Namun, bukan itu yang dilakukannya. Jika saat ini kita sedang berada dalam kesusahan, jangan hanya meratap dan mengasihani diri sendiri. Pikirkan dengan jujur apakah situasi ini disebabkan oleh kesalahan kita sendiri. Memang tidak selalu demikian. Namun, ambillah kesempatan untuk benar- benar menilai hidup kita. Waktu evaluasi akan menolong kita untuk memperbaiki kesalahan dan mengambil langkah yang baru.

Pertobatan = Evaluasi Diri + Tindakan Pemulihan

Kisah Kedua

“Guru, saya ingin bertanya perihal bagaimana caranya untuk mendapatkan pasangan hidup yang sempurna bagi saya? Bisakah Guru membantu?”

Mendengar pertanyaan tersebut, sang Guru terdiam beberapa saat, dan kemudian menjawab, “Itu pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk Guru jawab!”

Pemuda itu pun dibuat bingung oleh jawaban gurunya.

“Begini. Coba kamu lihat ke depan. Bukankah di sana terlihat banyak sekali rumput hijau? Coba kamu berjalan ke sana, tetapi jangan berjalan mundur, tetaplah berjalan lurus maju ke depan. Ketika berjalan, cobalah kamu temukan sehelai rumput yang paling indah dan kemudian berikan kepada Guru. Ingat! Hanya sehelai rumput saja.”

Lalu pemuda itu berjalan menyusuri padang rumput yang luas. Dalam perjalanan itu, dia menemukan banyak helai rumput yang indah namun tidak diambilnya. Karena dia berpikir akan menemukan helai rumput yang jauh lebih indah. Tanpa disadarinya, ia telah sampai di akhir dari padang rumput. Pada akhirnya dia mengambil sehelai rumput yang paling indah yang seadanya ia temukan. Dan kemudian kembali ke gurunya.

“Ini Guru, sehelai rumput yang terindah.”
“Guru tidak melihat ada yang spesial pada rumput yang ada di tanganmu?”
“Dalam perjalanan saya menyusuri padang rumput tadi, saya menemukan beberapa helai rumput yang indah. Namun saya berpikir, saya akan menemukan helai rumput lain yang lebih indah dalam perjalanan. Tetapi tanpa disadari, saya telah berada di akhir dari padang rumput dan kemudian saya mengambil sehelai rumput seadanya saja.”

Sang guru menjawab dengan tersenyum

“Itulah yang terjadi dalam kehidupan nyata. Rumput ibarat orang-orang yang berada di sekitarmu. Sehelai rumput yang indah seperti orang yang menarik perhatianmu. Padang rumput bagaikan waktu. Dalam mencari pasangan hidup, walaupun tidak salah, janganlah selalu berfokus dengan membanding-bandingkan dan berharap bahwa ada yang lebih baik. Karena dengan melakukan hal itu, tanpa disadari, kamu telah membuang waktu dengan percuma. Andalkan Tuhan dan ingatlah bahwa tak ada seorangpun yang sempurna. Waktu tidak pernah kembali. Tuhan pasti menuntun dan memberimu yang terbaik, bagi pendamping hidupmu.”

Hidup adalah kesempatan, manfaatkan dengan bijak
Hidup adalah keindahan, kagumi dan syukuri
Hidup adalah mimpi, wujudkan menjadi kenyataan
Hidup adalah tantangan, hadapi dan jangan pernah menyerah/lari daripadanya
Hidup adalah kewajiban, kerjakan dengan bertekun dan sukacita
Hidup adalah pertandingan, jalani sampai selesai
Hidup adalah mahal, jagalah dan manfaatkan baik-baik
Hidup adalah kekayaan, simpanlah itu
Hidup adalah kasih, nikmatilah bersama orang yang tepat di sepanjang hidupmu
Hidup adalah janji, genapi dan tepati
Hidup adalah kesusahan, atasilah, setiap orang pasti memilikinya
Hidup adalah nyanyian, nyanyikan dengan indah
Hidup adalah perjuangan, lewati itu dengan tabah dan berlapang dada
Hidup adalah petualangan, nikmatilah
Hidup adalah keberuntungan, miliki sudut pandang yang benar
Hidup adalah terlalu bahagia, sebab masih ada orang yang kurang beruntung dari kita

Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu, dan andalkan Tuhan selalu..

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s