Sabar dan Tetap Tenang

Standard

1 Samuel 1:1-13, 20; Yesaya 30:15

Pernahkah Anda meminta Tuhan untuk menenangkan “badai” yang menerpa hidup, tetapi badai itu justru semakin mengamuk? Hana pernah mengalaminya. Saat ia berseru meminta pada Tuhan untuk memberinya keturunan, ia malah harus menghadapi Penina yang tidak penah berhenti mengejek dan memahitkan hatinya. Bertahun-tahun Hana bergumul dengan badai hidup dan akhirnya ia keluar sebagai pemenang, Tuhan memberinya Samuel.

Dalam pelayanan konseling yang dijalani, saya kerap menekankan pentingnya memiliki ketekunan dan ketenangan hati pada waktu mengalami pergumulan yang panjang pada mereka yang saya layani. Ketika mereka sudah mulai kehabisan kesabaran untuk bertahan di tengah “badai” yang bahkan semakin mengamuk, saya akan mengatakan bahwa, “Terkadang Tuhan memang menenangkan badai dalam hidup kita, tapi Dia juga sering membiarkan badai itu mengamuk untuk menenangkan hati kita.”

Ketenangan di tengah badai itu akhinya dimiliki oleh keluarga Beni tatkala mereka belajar bertekun untuk menanti pertolongan Tuhan. Beni harus kehilangan pekerjaan saat ada perubahan struktur organisasi di perusahaan tempat ia bekerja. Istrinya mulai kuatir dan menghitung kekuatan tabungan yang mereka miliki. Hari demi hari istri Beni berdoa bersama kedua orang anaknya, “Tuhan tolonglah suamiku untuk mendapat pekerjaan dan seorang atasan yang baik seperti yang pernah dimilikinya dulu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Hampir dua tahun suaminya menganggur. Sebagai istri, hatinya sedikit gelisah karena tabungan mereka sudah mulai menipis. Tetapi hatinya kembali tenang tatkala ia masuk ke kamar untuk mulai berdoa. Di suatu sore saat pulang dari kantor, ia disambut oleh kedua anaknya bersama Beni. “Ada apa ini?” tanyanya. Anak-anak berbisik sambil tertawa, “Sayang, sekarang tunjukkan amplop itu pada mama..” pinta Beni. Ia menerima amplop coklat yang dikira adalah surat dari sekolah anak-anaknya. Dengan perlahan ia menarik secarik kertas dan membacanya.

Di kertas itu tertera jabatan, gaji, dan nama perusahaan yang akan menjadi tempat Beni bekerja. Ia tersenyum sambil mengangguk puas. Ia kembali terkejut saat melihat bahwa yang bertanda tangan adalah atasan Beni yang dulu. Rasa terharu menyelimuti hatinya, ia menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Mujizat ini sulit dipercaya. Tuhan menenangkan badai saat hati anak-anakNya menjadi tenang.

Memang jawaban doa tidak bisa diprogram supaya menjadi seperti yang kita mau, tetapi kita harus sabar sambil tetap percaya bahwa Tuhan selalu menjawab doa kita dengan benar. Tuhan tidak langsung mengabulkan semua permohonan doa kita, karena Dia punya rencana untuk membentuk hati dan karakter kita, dan pastinya Dia selalu memberi yang terbaik bagi hidup kita. Dengan sukacita, jalanilah proses yang Tuhan izinkan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang sabar, tekun dan tetap tenang.

Aku minta pada Tuhan setangkai bunga segar
Ia memberi aku kaktus berduri
Aku minta pada Tuhan binatang mungil nan cantik
Ia memberi aku ulat berbulu
Dengan perasaan sedih dan kecewa, aku protes!
Betapa tidak adilnya kehidupan ini

Namun kemudian..

Kaktus itu berbunga indah sekali
Ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik
Itulah jalan Tuhan: Indah pada waktu-Nya..
Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan
tapi Ia memberi apa yang kita perlukan
Kadang kita sedih, kecewa, dan terluka
Tetapi jauh di atas segalanya,
Ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita..
Jadilah orang-orang yang termasuk pandai bersyukur atas karunia dari-Nya. Amin..

“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu..” (Yesaya 30:15).

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s