Kumpulan Kisah Bijak

Standard

Kisah Pertama

1. Jadilah jagung, jangan jambu monyet. Karena jagung membungkus bijinya yang banyak, sedang jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
Artinya: Jadi orang jangan suka pamer.

2. Jadilah pohon pisang. Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.
Artinya: Milikilah kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah durian, jangan kedondong. Walau durian luarnya penuh dengan kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Beda dengan kedondong, luarnya mulus, tapi rasanya agak masam dan dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya: Don’t Judge a Book by The Cover, jangan menilai seseorang dari tampak luarnya saja.

4. Jadilah bengkoang. Walau hidup dalam kompos sampah, tetapi buah di dalamnya berisi putih bersih.
Artinya: Jagalah hati selalu bersih, jangan dinodai.

5. Jadilah tandan pete (petai), bukan tandan rambutan. Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang dan sama besar; tidak seperti buah rambutan, ada buahnya yang berukuran kecil dan ada yang besar.
Artinya: Selalu adil dalam bersikap.

6. Jadilah cabe. Makin tua makin pedas.
Artinya: Makin bertambah usia semakin bijaksana.

7. Jadilah buah manggis. Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.
Artinya: Jadi orang jangan munafik.

8. Jadilah buah nangka. Selain buahnya, nangka juga memberi getah pada penjual atau yang memakannya.
Artinya: Berikan kesan yang baik kepada semua orang.

Kisah Kedua

Suatu hari ada seorang pengkhotbah terkenal yang membuka topik renungannya dengan cara yang unik. Sambil memegang uang lembaran Rp. 100.000,- ia bertanya pada pendengarnya,

“Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan yang diacungkan. Hal ini sebagai pertanda banyak peminatnya.

“Saya akan memberikan selembar uang ini pada salah satu dari Anda sekalian. Tetapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.”
Ia berjalan mendekati jemaat. Lalu uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat dan kusut. Lalu ia bertanya lagi,

“Siapa yang masih mau uang ini?”
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan hal ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai, menginjak-injaknya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu menjadi kotor dan tak mulus lagi.  

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?”
Tangan-tangan yang mengacungkan masih tetap banyak.

“Pendengar sekalian, Anda baru saja mempelajari sebuah pelajaran yang penting. Apapun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat, karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu akan tetap bernilai Rp. 100.000,- . Demikian pula dalam kehidupan ini. Kita mungkin pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak dan jatuh oleh kotoran akibat keputusan yang dibuat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa diri kita tak berharga, menjadi tak berarti. Padahal, apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak akan pernah kehilangan nilai, di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih lagi di mata Tuhan. Jangan pernah melupakan hal ini: Anda spesial dan berharga di mata-Nya.”

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s