Rencana-Nya adalah yang Terbaik

Standard

Apa yang terbesit dalam pikiran Anda, ketika mendengar kata “Badai”? Bagi saya, kata tersebut adalah kata yang identik dengan sapuan hujan yang sangat deras, tiupan angin yang menggertak kaca pada jendela-jendela rumah dengan bunyi yang keras. Dan jujur saja, saya bukanlah tipe orang yang senang saat badai datang.

Saya pernah membaca sebuah buku yang tertulis, “Hati kita seperti sebuah jendela.” Saat normal kita dapat melihat segala sesuatu dari dalam hati kita tampak jelas. Tapi saat badai tersebut datang, kaca itu menjadi buram dan retak. Kita mulai melihat distorsi dari jendela tersebut, ada yang diperbesar, ada yang diperkecil, segala sesuatu menjadi tidak beraturan. Dalam firman-Nya Tuhan berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).

Ada saatnya kita merasa down, kita merasa berada di bawah titik nadir dari hidup kita. Tetapi justru di tengah badai, kita dapat melihat pribadi Tuhan dengan lebih jelas. Allah yang tidak dapat diam kalau badai itu terlalu ganas. Allah yang membiarkan saya merasa “cukup ketakutan,” sehingga saya hanya menggantungkan harapan sepenuhnya pada-Nya. Dan, Allah yang cukup dekat, sehingga saya dapat melihat dan mengalami pengalaman rohani berjalan bersama-Nya.

Ada kata-kata hikmat yang saya dapat dari status Facebook seorang rekan. Dan, saya yakin hal ini bukanlah suatu kebetulan semata, tetapi Tuhan menunjukkan pada kita bahwa Dia sangat peduli dan mengasihi hidup kita setiap hari..

Saat Tuhan menjawab doamu, Ia menambah imanmu
Saat Tuhan belum menjawab doamu, Ia menambah kesabaranmu
Saat Tuhan menjawab bukan permintaan doamu, Ia memberi yang terbaik bagimu

Alkisah, ada seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya, termasuk meninggalkan pekerjaan, hubungan dan kehidupan. Lalu ia masuk ke dalam hutan untuk berbicara yang terakhir kalinya pada Tuhan Sang Pencipta.

“Tuhan, apakah Engkau bisa memberikan kepadaku satu alasan yang kuat, agar aku tetap hidup dan tidak menyerah?”

Lalu Tuhan menjawab,

“Cobalah lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat tanaman pakis dan bambu?”

“Ya,” jawab pria itu.

“Ketika menanam benih pakis dan bambu, Aku merawat keduanya dengan sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya dan air. Pakis tumbuh dengan cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan, sementara benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tetapi Aku tidak menyerah untuk menunggu pertumbuhannya..
Pada tahun ke-2, pakis tumbuh semakin subur dan rimbun, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah..
Di tahun ke-3, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah..
Di tahun ke-4, masih juga belum ada pertumbuhan. Tapi Aku tidak menyerah..
Di tahun ke-5, muncul sebuah tunas kecil. Dan, dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tak bermakna apa-apa..
Tetapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang tinggi sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu memerlukan waktu sekitar 5 tahun. Akar ini yang membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.”

“Aku tak akan memberi cobaan yang tak sanggup di atasi oleh ciptaan-Ku,” kata Tuhan melanjutkan, “tahukah engkau anak-Ku, saat menghadapi beratnya kesulitan dan perjuangan hidup yang berat ini, engkau sebenarnya sedang menumbuhkan “akar-akar”mu yang kuat di dalam-Ku? Aku tidak meninggalkan bambu itu, Aku juga tidak akan meninggalkanmu. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Bambu mempunyai tujuan yang berbeda dengan pakis, tapi keduanya membuat hutan menjadi indah. Waktumu akan datang, kamu akan menanjak dan menjulang tinggi..”

“Saya akan menjulang setinggi apa?” Tanya pria itu. “Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” Tanya Tuhan. “Setinggi yang bisa dicapainya” jawab pria itu. “Ya benar! Agung dan muliakan nama-Ku melalui hidupmu dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi, sesuai kemampuanmu,” kata Tuhan.

Pria itu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini kepada kita.

Moral cerita:

☑ Tuhan mempunyai rencana yang berbeda-beda untuk masing-masing ciptaan-Nya, berbicaralah pada Tuhan dan biarkan Dia membantu kita menyadari tujuan itu.
☑ Jangan pernah menyesali satu hari pun dalam hidup Anda. Syukuri dan isilah dengan hal-hal yang bermanfaat.
☑ Ada hari yang terkesan baik karena memberikan kebahagiaan, dan ada yang terkesan buruk karena memberi pengalaman. Tetapi keduanya sangat penting untuk keseimbangan di dalam hidup.
☑ Semua orang pasti pernah mengalami saat-saat jenuh dan rasa ingin menyerah. Jika kita mengalami kesulitan atau hambatan dalam hidup, ingatlah selalu bahwa kita sedang “menumbuhkan akar.”
☑ Tuhan tidak menjanjikan hidup yang penuh bahagia, jalan “bertabur bunga” dan tidak ada kesulitan dalam hidup. Tetapi Dia menjanjikan kekuatan, penyertaan, hiburan untuk hati yang sedih, serta cahaya untuk menerangi dan membimbing jalan kita.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s