Arloji dan Serbuk Kayu

Standard

Tahukah Anda bahwa permasalahan yang kita hadapi akan berkurang seperempat hanya dengan membiarkan diri kita duduk dengan tenang?

Suatu hari, ada seorang tukang kayu yang ketika sedang bekerja, secara tak sengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama, ia amat mencintai arloji tersebut. Karena itu ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil terus mengeluh mempersalahkan dirinya sendiri yang begitu teledor, si tukang kayu membongkar dengan asal tumpukan serbuk yang menggunung itu. Teman-teman lainnya juga turut membantu mencarinya.

Namun upaya mereka sia-sia, arloji tersebut tetap tak ditemukan. Hingga tibalah saat makan siang. Para pengerja serta pemilik arloji tersebut dengan lesu meninggalkan bengkel kayu. Saat itu, ada seorang anak kecil yang sejak tadi memperhatikan mereka, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia mulai menjongkok dan mencari. Tak berapa lama waktu berselang, ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut.

Melihat hal itu, tukang kayu amat gembira karena arloji kesayangannya sudah ditemukan. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk kayu dan tidak diketemukan apa-apa. Kini hanya anak kecil itu seorang diri saja berhasil menemukan arloji itu.

“Bagaimana caranya engkau menemukan arloji ini?” tanya tukang kayu, “saya bersama teman-teman sudah berulang mencari, tetapi tetap tidak ketemu.”

Lalu anak kecil itu menjawab,

“Saya hanya duduk dengan tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi ‘tik-tok-tik-tok’. Dengan itu saya tahu di mana letak arloji itu berada.”

Firman Tuhan dalam kitab 1 Petrus 4:7 berkata, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (1 Petrus 4:7). Alkitab mengajar kita untuk memiliki waktu “menguasai diri dan menjadi tenang”.

Ada kalanya kita bekerja terlalu sibuk dengan rutinitas, tapi ada waktunya kita belajar untuk menguasai diri dan menjadi tenang. Dalam ketenangan, kita dapat merenungkan firman Tuhan, dan Tuhan dapat berbicara kepada kita. Dalam ketenangan, kita dapat berhenti sejenak dari segala rutinitas yang ada, dan Tuhan dapat memberikan hikmat-hikmat-Nya atas permasalahan yang kita hadapi. Dalam ketenangan, kita dapat belajar dan mengerti tentang kehendak Tuhan yang terbaik bagi hidup kita.

Let’s take small breaks time to time to listen

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s